foto0802

Membuat Bakat Anak Makin Bersinar

Bakat anak ibarat permata, perlu dicari lalu diasah agar bersinar. Kenali bakat terpendam anak dengan cara yang tepat agar bisa Anda bimbing supaya lebih berkembang.

Sangat disayangkan bila bakat anak yang besar terpendam begitu saja karena Anda sibuk menilai prestasi anak dari satu sisi saja. Tidak semua anak mampu meraih prestasi tinggi di berbagai mata pelajaran. Meskipun kemampuan akademis anak terbatas, bukan berarti anak akan memiliki masa depan yang suram.

Wati (33), karyawan swasta di Jakarta menuturkan, ia pernah mempunyai teman sedari SMP hingga SMA yang dianggap sangat bodoh oleh guru dan teman-teman sekelasnya. Alasannya, nilai-nilai mata pelajaran teman Wati ini selalu buruk. Namun, tidak ada yang menyangka, beberapa tahun berselang, teman Wati justru menjadi salah satu desainer kondang Tanah Air.

Kenali bakat anak

Bagaimana menemukan bakat anak? Jadilah orang tua yang peka. Tak perlu kesal apalagi marah-marah bila anak tidak berhasil di dalam satu mata pelajaran. Lebih baik perhatikan dengan seksama apa saja kemampuan menonjol yang dimiliki anak. Cara mengenali bakat anak bisa dilihat dari aktivitas anak sehari-hari. Hobi apa yang dimiliki anak? Setelah anak mengerjakan hobi, bagaimana hasilnya?

Sebagai contoh, anak suka menggambar. Cermatilah kebiasaan menggambarnya. Jika anak bersemangat dalam menggambar dan hasilnya bagus, cobalah menanyakan minatnya untuk mengikuti les melukis. Dengan begitu, bakat anak akan semakin terarah. Dukunglah anak jika bersemangat mengikuti les bakat tertentu.

Tri (36), ibu dari dua orang anak, mengaku membiarkan anak berkembang sesuai minatnya. Ketika memiliki ketertarikan bermain musik, Tri memberikan les privat dengan memanggil guru piano untuk anak-anaknya. Tri juga berusaha mendorong anaknya untuk terus berlatih dan tidak malu menunjukkan kebolehannya dalam bermain piano.

Hal serupa juga dilakukan Tuti (30). Wirausahawan di bidang kuliner ini bertekad akan memberikan les khusus untuk anak-anaknya jika mereka memiliki bakat tertentu. “Saat masih kecil, saya sebenarnya mempunyai bakat dan minat di bidang musik. Sayangnya, bakat saya kurang didukung orangtua. Sekarang, saat sudah menjadi orangtua, saya ingin mengembangkan bakat anak-anak saya. Kalau mereka ingin les, akan saya berikan les,” kata Tuti.

Pentingnya kompetisi

Setelah anak berminat mengembangkan hobi dan mengikuti les, bukan berarti tugas Anda berhenti. Untuk mengetahui tingkat kemampuan anak, doronglah anak untuk mengikuti perlombaan yang sesuai dengan bakatnya. Cara ini akan membuat anak terus berlatih dan berkembang. Kompetisi bisa membuat anak terpacu berbuat yang terbaik.

Bagaimana jika anak kalah? Tidak masalah. Perlombaan atau kompetisi sejatinya ditujukan untuk mengetahui kemampuan anak dalam bidang tertentu. Hiburlah anak ketika kalah dan doronglah untuk berusaha lebih baik lagi pada kesempatan selanjutnya. Kalah bisa melatih semangat juang anak, sehingga mereka akan jadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah.

Yang penting, jangan paksakan obsesi Anda dengan menganggap itu adalah bakat anak. Misalnya, dulu Anda merasa memiliki bakat menari balet tapi tak kesampaian, dan kini memaksa si kecil untuk berlatih balet. Bakat anak mungkin berbeda dengan bayangan Anda. Sebaiknya, janganlah berlarut-larut dalam kekecewaan kalau anak tidak sesuai ekspektasi Anda. Hobi bisa berubah-ubah, bahkan bisa terpengaruh oleh lingkungan atau teman. Karena itu kesabaran dan kepekaan Anda terus diperlukan.

Pada akhirnya, anak akan memiliki masa depannya sendiri. Peran Anda sebagai orang tua adalah membantu membentuk anak menjadi sosok yang sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka untuk masa depan. Anak akan mengalami kegagalan jika terpaksa melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan keinginan hatinya. Jadi, pahamilah karakter tiap buah hati Anda. Arahkanlah dan dukunglah mereka menjadi sosok yang mereka inginkan untuk masa depannya. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments