ilustrasi0102

Plus Minus Les Tambahan untuk Anak

Les tambahan ibarat pisau bermata dua, bisa mengasah kecerdasan anak, tapi juga bisa membuat anak jadi stres. Oleh sebab itu, kenali manfaat dan kekurangannya agar Anda bisa menentukan yang terbaik bagi anak Anda.

Orangtua mana yang tak bangga melihat  buah hatinya pintar dan berprestasi di sekolah? Agar anak cerdas dan berprestasi di sekolah serta lebih unggul dibandingkan teman-temannya, sejumlah orangtua memasukkan anak ke lembaga kursus atau memberikan les privat. Namun, benarkah les tambahan tersebut benar-benar bisa mendongkrak prestasi anak?

Alasan perlunya les tambahan

Memang, dunia pendidikan yang dihadapi anak saat ini berbeda dengan Anda dulu. Kalau dulu mungkin bahasa Inggris baru Anda pelajari saat memasuki jenjang sekolah menengah pertama, saat ini di jenjang pendidikan prasekolah atau preschool anak telah diajari berbahasa Inggris. Begitu pula dengan mata pelajaran lain, terutama mata pelajaran eksakta, seperti matematika, kimia, fisika, dan lain-lain. Tingkat kesulitannya bisa jadi lebih tinggi dibanding jaman Anda dulu.

Karena itu wajar saja bila Anda cemas bila anak tidak mendapat pengetahuan yang cukup untuk bisa memenuhi standard pendidikan, atau kalau bisa melebihi standard tersebut. Di sinilah les tambahan berperan. Dalam les, anak akan diberikan soal-soal latihan, materi dan informasi tambahan, serta trik-trik mengerjakan soal ujian dengan cepat dan benar. Tidak mengejutkan bila para orangtua rela membayar mahal demi les tambahan untuk anak. Bahkan, meskipun usia anak masih di bawah 8 tahun.

Memang sih, untuk beberapa kasus les tambahan memang bisa meningkatkan nilai anak. Namun membebani anak dengan banyak les tambahan setelah belajar di sekolah dapat membuat Anda menjadi jenuh, atau malah stres. Karena itu, bila Anda ingin mengajak anak untuk mengikuti les tambahan, diskusikan dulu hal tersebut dengan anak Anda. Hargai pendapatnya bila ia memang merasa terlalu terbebani dengan les tambahan.

“Menurut saya, anak-anak yang usianya masih SD sebenarnya tidak perlu les tambahan. Pendidikan di sekolah saja sudah cukup. Biarkan anak-anak menikmati waktu bermain mereka,” kata Farida (29), karyawan swasta di Jakarta.

Farida memandang, proses belajar anak tidak hanya seputar hal-hal yang bersifat akademis. Anak juga memerlukan pembelajaran untuk mengasah saraf motorik yang bisa didapatkan dengan bermain. Anak juga perlu mengasah kepekaan sosial dengan lebih banyak bergaul. Pengecualiannya, jika anak memiliki bakat atau minat khusus. Misalnya, bermain piano, menari balet, atau melukis. Hobi dan talenta anak ini bisa diarahkan dengan mengikutsertakan anak pada les-les di luar les mata pelajaran.

Kapan perlu les tambahan

Sementara itu, bagi Tari (35), les mata pelajaran untuk anak-anak perlu di waktu-waktu tertentu.  Misalnya, waktu sekitar menjelang akhir masa jenjang pendidikan. Agar lulus ujian dengan nilai baik, anak perlu mengikuti les. Tujuannya bukan karena hanya sekadar mendapatkan nilai yang memuaskan, melainkan untuk melatih kesiapan anak dalam menghadapi soal-soal ujian.

Kegagalan saat ujian memang bisa terjadi pada setiap anak. Jika anak sudah belajar dengan rajin dan tekun, penyebabnya bukan semata karena tingkat kecerdasan intelektual. Bisa jadi anak mudah tegang ketika menghadapi soal-soal ujian sehingga materi pelajaran yang sudah dipelajari menjadi buyar. Dalam hal ini, les akan membantu anak terbiasa menghadapi soal-soal ujian sehingga ketegangan saat ujian menjadi berkurang.

Sebenarnya ini bisa diakali dengan mendampingi anak saat belajar. Bimbinglah anak untuk lebih banyak berlatih mengerjakan soal-soal. Atau susunlah soal latihan yang Anda buat sendiri untuk anak. Jika dilakukan secara konsisten, anak pun tidak memerlukan les pelajaran tambahan.

Untuk itu, marilah mengenali kebutuhan tiap anak. Jika anak cukup cerdas dan pintar, yang diperlukan adalah memberikan soal-soal latihan agar kemampuannya semakin terasah. Jika anak menyenangi hobi tertentu, cobalah memasukkan anak pada tempat kursus untuk mengembangkan bakatnya. Berikanlah les pelajaran tambahan jika anak benar-benar mengalami kesulitan dalam bidang pelajaran tertentu atau memerlukan waktu intensif untuk belajar menjelang ujian. Aturlah jadwal harian, agar energi anak tidak tersedot hanya untuk belajar di bidang akademis. Jangan sampai les tambahan malah membuat anak makin stres. Akibatnya, nilai akademik bukan malah naik, tapi merosot. Stres juga bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental anak, lho. [KUL]

 

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments