foto2701

Cara Mengolah Daging agar Sedap dan Sehat

Apa susahnya mengolah daging? Tinggal panaskan minyak dalam wajan, lalu goreng daging ayam sampai matang. Selesai. Benarkah proses tersebut? Hmmm, ternyata banyak hal yang perlu diperhatikan ketika mengolah daging, agar daging tak hanya lezat tapi juga sehat.

Ada tahapan yang dianjurkan dalam mengolah dan memasak dagung. Lagipula, tak semua jenis daging juga bisa diperlakukan sama. Berikut ini tipsnya.

Daging ayam

Untuk daging ayam, misalnya. Perlakuan daging ayam ini berbeda dengan daging sapi, mulai dari membeli daging ayam di pasar atau supermarket. Pastikan daging ayam bertemu kemerahan, tampak segar dan kenyal, tidak berlendir, dan tidak berbau anyir.

Sebelum diolah, beberapa sumber menyebutkan agar daging ayam mentah jangan dicuci terlebih dulu. Pencucian bisa membuat bakteri dalam daging ayam menyebar. Namun, jika Anda tetap merasa jijik, cucilah daging ayam di bawah air mengalir dan hindarkan dari peralatan makan dan bahan makanan lainnya untuk mencegah kontaminasi bakteri. Jangan lupa, usai menyentuh daging ayam dengan tangan, cucilah tangan dengan sabun sampai bersih.

Daging ayam paling sehat jika diolah dengan cara direbus hingga matang. Proses penggorengan daging ayam bisa membuat tambahan kolesterol yang terkandung dalam daging ayam. Sementara itu, proses pemanggangan atau pembakaran bisa membuat kematangan daging ayam tidak merata.

Berbeda dengan daging sapi atau seafood yang bisa diolah setengah matang, daging ayam harus dimasak sampai matang. Pastikan memasak daging ayam hingga benar-benar matang hingga ke bagian dalam. Jika Anda tengah bersantap di restoran dan memesan daging ayam, pesanlah agar pemasakan daging ayam benar-benar matang. Perhatikan juga ketika Anda membeli daging ayam yang dipanggang seperti sate. Pesanlah agar olahan daging ayam benar-benar matang.

Pemasakan daging ayam yang tidak sempurna bisa memicu risiko gangguan kesehatan. Salah satu contoh kasus yang pernah merebak beberapa tahun yang lalu adalah flu burung. Virus flu burung akan mati jika daging ayam atau unggas lain diproses dalam suhu tinggi hingga daging ayam menjadi matang.

Daging sapi

Seperti daging ayam, daging sapi sebenarnya tidak dianjurkan dicuci. Untuk membersihkannya bisa dengan cara mengelap daging dengan kain bersih atau tisu hingga semua kotoran hilang. Namun, karena higienitas di Indonesia belum terjamin, banyak orang tetap lebih memilih untuk mencuci daging sapi.

Daging sapi biasanya diolah dengan cara dipanggang atau dimasak dengan beragam bumbu. Jenis daging sapi ini cukup riskan ketika diolah. Bukan karena kandungan bakteri jahatnya, melainkan karena daging sapi ini mudah menjadi keras dan alot jika salah memasak.

Proses pemasakan yang terlalu lama menjadi pemicunya. Contohnya, ketika daging sapi dipanggang terlalu lama, tekstur daging sapi akan menjadi kering, kasar, keras, dan liat. Tidak mengherankan bila olahan steik dianjurkan dalam level medium well, cukup matang tetapi tidak terlalu matang. Sementara itu, daging sapi segar bisa terlihat dari warnanya yang merah segar, kenyal, tidak berbau anyir, dan tidak berlebihan mengandung air.

Daging kambing

Teknik pengolahan daging kambing sebenarnya tidak jauh berbeda dengan daging sapi. Permasalahannya, banyak orang tidak tahan bau khas kambing yang kerap disebut “prengus”. Cara untuk mendapatkan daging kambing yang tidak begitu prengus adalah mencari daging kambing muda. Memang tidak mudah, tetapi jika Anda telah memiliki penjual daging yang telah dipercaya, cobalah memesan daging kambing muda di sana.

“Seafood”

Sebagian orang menganggap seafood bukanlah daging. Padahal, seafood juga termasuk daging-dagingan, hanya jenisnya berbeda. Untuk memastikan kesegaran seafood, pastikan tidak ada bau amis yang menyengat. Seafood segar biasanya tidak berbau menyengat. Hindari pula seafood yang beraroma besi atau karat. Seafood ini kemungkinan berasal dari perairan yang tercemar limbah.

Untuk proses pengolahan, paling baik seafood bisa diolah dengan cara direbus dengan berbagai bumbu atau dipanggang. Ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengolahan daging lainnya. Sebisa mungkin, hindari mengolah daging dengan cara menggoreng. Lemak trans yang muncul akibat proses penggorengan bisa memicu gejala penyakit kardiovaskular dan mengganggu kesehatan secara umum. [KUL]

Foto ilustrasi: Istimewa

 

 

Comments

comments