foto2501

Anak Pintar dan Baik, Begini Cara Mendidiknya

Menjadi pintar secara akademis saja belumlah cukup. Anak perlu berkepribadian positif. Anda pun perlu terlibat langsung untuk mendidiknya.

Untuk membentuk anak yang pintar dan baik bukan semata tanggung jawab sekolah yang memberikan pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang paling mula dan paling utama berasal dari keluarga di rumah, dan Anda sebagai orangtua, adalah pelaku utamanya.

Kepribadian positif memiliki banyak elemen di dalamnya. Sebutlah di antaranya menghormati orang lain, bersikap sopan, suka membantu orang yang sedang kesusahan, rendah hati, murah hati, percaya diri, jujur, bertanggung jawab atas perbuatan, pantang menyerah, kreatif, dan memiliki keyakinan pada agamanya dan mempercayai Tuhan yang Maha Esa.

Selain itu, dalam menjalani aktivitas sehari-hari, anak pun perlu memiliki karakter positif lainnya. Contohnya, berani, disiplin atau tepat waktu, dan mampu menjaga kebersihan dan menata barang-barangnya sendiri.

Terjun langsung

Tidak ada cara lain untuk memberikan pendidikan karakter pada anak selain meluangkan waktu untuk mendidik anak-anak secara langsung. Anda bisa menyempatkan diri usai pulang dari kantor untuk bertemu dan berbincang dengan anak-anak sambil mengajarkan tentang nilai-nilai positif. Momen akhir pekan juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk membangun karakter pada anak. Misalnya, dengan mengajari mereka untuk membereskan dan menata mainannya agar tidak berserakan di lantai usai bermain.

Anda juga bisa memanfaatkan waktu sosialisasi untuk mendidik anak tentang sikap-sikap positif. Ambillah contoh ketika mengadakan pertemuan keluarga besar di rumah. Ajarkan anak untuk menyapa dengan sopan pada orang-orang yang lebih tua seperti oom, tante, kakek, dan nenek. Biasakanlah anak untuk bersalaman dengan orang-orang yang baru ditemuinya sambil mengucapkan nama dengan jelas. Membiasakan kata-kata sederhana pada anak seperti “terima kasih”, “tolong”, dan “maaf” juga bisa dilakukan.

Peniru yang baik

Perlu diingat, anak-anak adalah peniru yang baik dan mencari sosok yang bisa dijadikan panutan. Sosok teladan terdekat untuk anak adalah orangtua. Ya, untuk membentuk anak agar memiliki kepribadian yang baik, orangtua pun perlu bersikap baik terlebih dulu.

Tunjukkanlah sikap-sikap positif dan kata-kata yang baik secara konsisten. Niscaya, anak pun akan mengikuti hal-hal yang Anda lakukan. Sebaliknya, jika Anda hanya kadang-kadang bersikap baik dan tidak konsisten, anak pun akan kehilangan kepercayaan dan bisa cenderung membantah atau memberontak jika dinasehati orangtua. Demikian juga jika orangtua bersikap buruk, anak pun cenderung bersikap buruk.

Sosok lain yang kerap ditiru anak adalah para superhero atau tokoh favorit mereka. Misalnya, Batman, Superman, atau tokoh kartun Moana. Ambillah sikap-sikap positif dari pahlawan yang diidolakan anak-anak. Misalnya, anak menyukai Superman, katakanlah pada anak untuk tidak segan menolong orang-orang yang kesusahan layaknya Superman.

Jangan lupa, berikan apresiasi pada hal-hal positif yang dilakukan anak dalam batas yang wajar. Namun, tekankan pada anak untuk bersikap tidak sombong atau menghindari berbuat baik untuk mendapat imbalan.

Bagaimana jika anak berbuat kesalahan? Jangan hanya menegur dan marah-marah atau berkata kasar pada anak. Jika anak berbuat kesalahan, anak perlu ditegur, tetapi jelaskan pula letak kesalahan anak serta hal benar yang sebaiknya mereka lakukan. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments