foto2001

Mengajarkan Si Kecil Cerdas Berinvestasi

Mengajarkan berinvestasi kepada anak akan memberikan banyak manfaat bagi anak Anda. Tak perlu yang rumit, ajarkan anak cara investasi yang sederhana.

Tentu mengajarkan investasi pada anak berbeda dengan investasi pada orang dewasa. Anak-anak belum perlu mempelajari tentang pasar uang, saham, dan kondisi keuangan makro. Pelajaran paling sederhana tentang investasi pada anak adalah menabung.

Caranya, ajarkan anak menyisihkan sebagian dari uang jajannya setiap hari. Jumlahnya terserah kesepakatan, mulai dari 10-30%. Ajarkan Anak untuk mengumpulkannya hingga selama beberapa bulan dan katakan pada anak untuk tidak mengambil tabungannya.

Agar anak menjadi bersemangat dalam menabung, cobalah mengajak anak menetapkan tujuan atau impian dalam menabung. Sebagai contoh, menabung untuk membeli sepeda idaman atau ajarkan anak untuk menabung agar bisa menyumbangkan sebagian tabungannya untuk membantu orang-orang yang berkekurangan. Bila perlu, belikan mereka tempat menabung yang berbentuk lucu, sesuai dengan tokoh kartun favoritnya.

Jangan hanya mengajarkan tentang menabung. Ajaklah anak menghitung tabungannya dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, membuat perhitungan harian, mingguan, dan bulanan. Tunjukkan cara pencatatan keuangan pribadi dalam cara yang sederhana. Sediakan buku khusus untuk pencatatan keuangan anak.

Namun, ingatkan anak agar tidak mudah berpuas diri dengan tabungannya saat ini dan tekankan pada anak untuk menganggap diri sendiri kaya. Ingatkan anak Anda bahwa masa depan mereka masih panjang. Jadi, anak perlu terus rajin menabung agar kelak mereka bisa menghargai uang dan tidak menghambur-hamburkan uang.

Bagaimana jika tabungan anak terkumpul cukup banyak? Tuti (39), karyawan swasta di Jakarta, mengajarkan anak-anaknya sedari jenjang SD agar mempunyai reksadana. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengambil reksadana dalam jumlah tinggi. Reksadana bisa dimulai dari Rp 200.000.

Selain reksadana, cara lainnya adalah dengan mendepositokan uang tabungan tersebut. Untuk mengumpulkan dana agar bisa mencapai minimal deposito memang akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Namun, jika kebiasaan menabung ditanamkan sejak kanak-kanak, mencapai minimal ketentuan deposito menjadi hal yang mungkin.

Investasi juga tidak selalu terkait dengan uang. Ajarkan Anak untuk memilih barang keperluan yang bermutu dan terjamin. Nilainya mungkin sedikit lebih tinggi, tetapi daya tahannya lebih lama. Hal ini juga merupakan sebuah investasi. Barang-barang keperluan anak antara lain peralatan sekolah, hobi, dan keperluan sehari-hari.

Satu investasi yang tidak kalah penting adalah pendidikan. Sebagai orangtua, Anda perlu memberi pemahaman pada anak tentang manfaat pendidikan untuk masa depan mereka. Ajaklah anak untuk belajar sebaik-baiknya. Jika mereka mempunyai talenta, dukunglah dan bantu anak-anak mengembangkan bakat dan kemampuan terpendamnya. Ini adalah salah satu modal terbesar dan investasi masa depan. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments