foto1901

Lebih Hemat dengan Rumah “Hijau”

Selain hemat energi, rumah dengan konsep ramah lingkungan bisa membuat Anda lebih sehat. Penerapannya tidak sesulit yang Anda kira, kok.

Bila kita menyebut rumah yang “hijau” atau ramah lingkungan, pikiran mungkin akan langsung terarah pada rumah yang serba asri. Ada taman di depan dan belakang rumah, ada vertical garden di dinding samping rumah, serta taman mini di dalam rumah. Juga bebungaan segar dalam vas untuk membuat tampilan rumah cantik alami.

Atau yang terbersit di benak Anda adalah furnitur dan elemen lain yang bernuansa alami. Seperti, pelapis lantai yang terbuat dari kayu atau furnitur yang serba kayu. Atau bisa juga penggunaan bebatuan alam untuk menguatkan kesan natural di bagian luar hunian.

Meskipun demikian, ada kategori lain yang membuat rumah menjadi “hijau.” Rumah yang ramah lingkungan atau “hijau” (green home) adalah rumah yang mampu memanfaatkan energi secara efisien, hemat dalam pemakaian energi, irit dalam penggunaan air, dan tidak atau minim mengeluarkan polusi. Inilah beberapa trik yang mudah diterapkan agar rumah Anda jadi rumah “hijau.”

Tambah bukaan. Agar tidak selalu tergantung dengan pencahayaan dari lampu pada siang hari, Anda bisa membuat bukaan rumah lebih luas. Caranya dengan membuat ukuran jendela yang besar. Anda pun bisa mengganti sebagian sisi dinding rumah dengan bahan kaca tebal. Jika memungkinkan, terapkan pencahayaan dari atap dengan panel kaca untuk menciptakan efek skylight. Paparan sinar matahari akan melimpah menerangi isi rumah pada siang hari.

Tambah ventilasi. Agar sirkulasi udara lancar, pastikan tersedia ventilasi. Berikan saringan udara atau filter untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. Untuk menurunkan suhu dalam hunian, Anda bisa menerapkan roof garden pada bagian atap. Jangan lupa, pelajari dulu sistem penyiraman dan perawatan tanaman, berikut daya dukung struktur bangunan.

Daur ulang. Langkah cerdas lainnya adalah mendaur ulang furnitur lama menjadi furnitur baru atau mengolah kembali kayu-kayu bekas menjadi furnitur. Gantilah busa dan bahan pelapis sofa pada furnitur lama dengan busa baru dan bahan pelapis baru. Furnitur lama pun akan tampil apik dengan tampilan baru. Jika Anda tidak tahu cara mengolah kayu-kayu bekas yang masih bagus menjadi furnitur, tinggal serahkan saja pada tukang pembuat furnitur atau toko furnitur yang dipercaya untuk mengolahnya.

Seleksi cat. Pilih cat dinding yang tidak bersifat toksin dan ramah lingkungan. Banyak cat dinding, cat kayu, atau cat logam yang mengandung bahan berbahaya dan dapat meracuni tubuh. Sebaiknya cermatlah dalam memilih cat rumah, perhatikan label dan kandungan di dalamnya. Harga cat yang ramah lingkungan mungkin sedikit lebih mahal, tetapi harga ini sebanding dengan perlindungan kesehatan Anda serta seluruh penghuni rumah.

Manajemen sampah. Segera pisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Pisahkan antara tempat sampah organik dan sampah anorganik. Berikan keterangan atau label pada kedua jenis tempat sampah ini. Sampah organik sebenarnya bisa diolah menjadi kompos sendiri. Anda bisa mempelajari caranya melalui buku-buku atau dari internet.

Namun lebih baik lagi bila Anda mulai mengurangi sampah. Sebisa mungkin, minimkan jumlah sampah yang dibuang setiap hari. Kaleng makanan dan botol minuman bekas, janganlah buru-buru dibuang. Anda bisa mendaur ulangnya kembali dan mengolahnya menjadi barang-barang yang lebih berguna. Kreasikanlah beragam macam barang bekas menjadi barang yang lebih bermanfaat. Anda bisa mencari inspirasinya dari kenalan, komunitas, atau dari media sosial seperti Pinterest.

Hemat listrik. Biasakanlah menghemat pemakaian listrik setiap hari. Mungkin Anda mampu membayar tagihan listrik seberapapun besarnya setiap bulan. Namun, ingatlah bahwa untuk membangkitkan energi listrik, kita masih tergantung pada energi fosil. Jika pemborosan listrik dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun, pemakaian energi fosil pun akan semakin besar.

Jika rumah Anda telah “hijau,” janganlah berhenti. Tularkan semangat untuk “menghijaukan” rumah ke orang di sekeliling Anda. Misalnya, mulai dari rekan kerja, keluarga besar, kelompok arisan, hingga ke komunitas yang Anda ikuti. Apabila Anda menginginkan dunia yang lebih baik, mulailah dari diri sendiri, dari rumah sendiri. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments