foto1

Menjelajah Hutan Hijau di Jakarta Utara

Ajak anak-anak untuk menikmati indahnya alam dan segarnya udara terbuka. Tak perlu jauh-jauh, di sekitar Jakarta juga ada hutan hijau yang memukau.

Jangan salah, Jakarta tidak hanya punya hutan beton, tetapi juga punya area hijau yang nyaman untuk jalan-jalan saat liburan atau akhir pekan bersama keluarga. Akses dari Bintaro pun cukup mudah. Dari jalan tol Bintaro, pilih ruas jalan tol ke Pantai Indah Kapuk. Tidak seberapa jauh dari pintu keluar tol, Anda akan segera menemukan Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Lokasi taman mangrove atau taman hutan bakau ini berada di Jalan Kamal Muara, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Tumbuhan bakau sebagai penjaga lingkungan.

Gerbang menjulang dari susunan kayu kecokelatan menyambut setiap pengunjung. Untuk memasuki kawasan hutan bakau ini, Anda hanya perlu membayar Rp 25.000 per orang. Cukup terjangkau, sebenarnya. Dengan harga tersebut, Anda sudah bisa mengelilingi setiap sudut hutan bakau di PIK sepuasnya.

Begitu membayar tiket masuk dan sebelum memasuki area, Anda perlu melalui proses pemeriksaan terlebih dulu. Ada peraturan unik di sini. Pengunjung yang menggunakan kamera profesional atau digital single lens reflect (DSLR) dilarang masuk atau diharuskan membayar Rp 1,5 juta ketika ingin memasuki kawasan ini. Pengunjung juga tidak diperbolehkan menggunakan kamera GoPro. Namun, pengunjung dibebaskan memotret dengan kamera ponsel atau tablet sepuasnya.

Jembatan goyang untuk melatih keberanian anak-anak.

Sebelum memasuki area hutan bakau, terdapat sejumlah kantin dan rumah makan di kiri-kanan jalan. Anda bisa mengisi perut di sini sebelum memulai perjalanan atau jadikan lokasi ini sebagai tempat istirahat usai mengitari kawasan hutan bakau.

Area kuliner bersambut dengan sejumlah area penginapan dan permainan di kedua sisi jalan. Anda akan menemukan arena permainan serupa jembatan goyang dari jalinan tali. Arena ini cocok untuk melatih keberanian anak-anak. Tenang saja, ketinggian jembatan tali ini hanya sekitar satu meter dari permukaan tanah sehingga aman.

Jalan santai sambil menikmati udara segar.

Masuk jauh ke dalam, Anda bisa menyusuri isi hutan bakau di PIK. Suasana teduh tersaji setiap melangkahkan kaki ke ruas jalan setapak yang tersusun atas bilah-bilah kayu dan bambu yang memanjang. Sebaiknya pilih alas kaki yang tepat dan kuat seperti sepatu sneakers atau sandal gunung. Beberapa bagian jalan setapak kayu ini tidak rata dan ada bilah kayu yang terlepas. Alas kaki yang kuat akan menghindarkan Anda dari risiko kaki tersandung atau terpeleset.

Tidak hanya berjalan-jalan di sekitar kawasan hutan bakau PIK, Anda juga bisa menginap di sejumlah bangunan penginapan di sini. Bisa juga mendayung perahu berkeliling laguna di hutan bakau atau berkemah di sini.

Berperahu memberi pengalaman berbeda.

Suasana hijau hutan bakau ini memang tidak hanya menentramkan jiwa. Anda juga bisa memanjakan mata dengan menatap lanskap langit biru berpadu dengan hijaunya hutan serta aliran air laut yang merefleksikan langit. Burung-burung liar yang beterbangan juga menyuguhkan suasana yang ceria. Belum lagi angin sejuk segar yang minim polusi. Anda bisa menarik napas sedalam-dalamnya untuk menikmati kesegaran udara tempat ini.

Panorama pagi atau sore di hutan bakau PIK sama-sama indah. Anda tinggal memilih sisi yang paling tepat pada pagi hari di bagian timur hutan bakau atau pemandangan sore hari di bagian barat hutan bakau PIK. Taman wisata hutan bakau ini tutup pada pukul 19.00 WIB, setelah matahari terbenam. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments