ilustrasi3012

Cegah Risiko Dehidrasi di Musim Hujan

Pada musim hujan risiko dehidrasi justru meningkat, karena cuaca yang cenderung sejuk dan lembap membuat orang merasa tidak haus. Padahal kurang minum bisa membuat kekebalan tubuh menurun.

Kurang minum bisa mengarah kepada dehidrasi, yaitu keadaan dimana tubuh kekurangan cairan. Hal ini bisa sangat berbahaya, karena tubuh memerlukan cairan untuk bekerja maksimal.

Gejala dehidrasi antara anak-anak dan orang dewasa bisa berbeda. Dehidrasi pada anak dan balita bisa dikenali dari warna urin yang kecokelatan, napas yang cepat, mulut yang kering, menangis tanpa air mata, serta kaki dan tangan terasa dingin.

Pada orang dewasa, gejala dehidrasi bisa terlihat dari bibir kering, sakit kepala atau pusing, mudah lelah, jarang buang air kecil, detak jantung sangat cepat atau justru sangat lambat, dan yang paling parah adalah kehilangan kesadaran.

Ya, seseorang yang mengalami dehidrasi bisa pingsan. Jika dehidrasi dalam kategori ringan tetapi berlanjut terus-menerus, imbasnya adalah pada gangguan saluran pembuangan seperti sembelit atau justru diare serta gangguan ginjal. Repot, ‘kan.

Cegah selagi bisa

Melihat sedemikian buruk efek dehidrasi, tentu kita tidak boleh menyepelekan masalah kesehatan ini. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah dehidrasi. Lifehack.org mengungkap sejumlah caranya.

Pertama, meminum air yang tepat. Mungkin banyak dari kita yang asal minum untuk menghilangkan haus dan mencegah dehidrasi. Padahal tidak sembarang minuman bisa menangani dehidrasi. Minuman yang mengandung alkohol atau kafein perlu dijauhi. Contohnya, teh dan kopi. Minuman beralkohol atau berkafein ini bersifat diuretik atau merangsang pengeluaran urin.

Namun, bukan berarti teh dan kopi menjadi minuman yang perlu dipantang. Anda bisa mengonsumsi teh dan kopi, tetapi “balaslah” dengan mengonsumsi air putih dua kali lebih banyak. Asupan air putih memang tidak bisa digantikan dengan jenis minuman lainnya.

Kedua, jangan minum saat merasa haus, tetapi minumlah air putih secara kontinyu. Haus atau tidak haus, kita perlu minum air putih. Tentu tidak harus setiap kali minum selalu satu gelas penuh. Jika tidak merasa begitu haus, Anda bisa minum air putih sedikit demi sedikit. Misalnya, tiap satu jam sekali minum sepertiga gelas. Sebelum tidur dan setelah bangun pagi, biasakanlah minum air putih. Demikian juga sebelum dan sesudah makan. Sebelum melakukan perjalanan jauh, biasakan juga mengonsumsi air putih.

Agar terbiasa minum air putih, Anda bisa membawa air putih dalam botol dan bawalah selalu kemanapun Anda pergi. Siapkan segelas air putih di meja belajar atau meja kantor. Anda juga bisa meletakkan air putih di meja di sebelah tempat tidur. Jadikan minum air putih sebagai kebiasaan positif setiap hari dan janganlah menganggapnya beban.

Ketiga, menghidrasi bisa lewat makanan. Namun, tentu tak sembarang makanan. Anda bisa memilih jenis makanan yang kaya kandungan air. Misalnya, sayuran dan buah-buahan segar. Semua jenis sayur dan buah-buahan bisa dipilih. Akan tetapi, hindari sayuran dan buah-buahan yang telah dikeringkan. Jenis makanan ini justru memiliki kandungan air yang minim karena proses pemanggangan atau pengeringan.

Agar tidak bosan, Anda bisa mengolah sayur dan buah menjadi jus. Atau olah buah-buahan menjadi minuman lain seperti es buah dan smoothies. Anda dan keluarga pun bisa menjalani hidup sehat dan bebas dari dehidrasi dengan cara menyenangkan. [KUL]

 

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments