foto1101

Plus Minus Sekolahkan Anak ke Luar Negeri

Bersekolah di luar negeri akan memberikan pengalaman dan ilmu yang banyak pada anak. Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengirimkan anak untuk bersekolah ke luar negeri, terutama pada jenjang pendidikan menengah.

Umumnya, seseorang bersekolah di luar negeri untuk menjalani pendidikan tinggi setingat diploma, sarjana, atau pascasarjana. Namun, ada juga jenjang pendidikan sekolah menengah di sejumlah negara yang terbuka untuk pelajar asing. Tanpa harus menunggu masa kuliah, Anda bisa memasukkan anak untuk bersekolah di sejumlah negara.

Keuntungan mengirimkan anak untuk bersekolah menengah di luar negeri adalah, anak akan lebih mandiri, pergaulannya meluas, kemampuan bahasa asing meningkat, pengalaman hidup bertambah, dan kemampuan bersosialisasi di negara tersebut juga meningkat. Dengan begitu, anak akan lebih mudah masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan di negara tersebut.

Mengirimkan anak untuk menjalani pendidikan menengah di luar negeri juga sangat berguna ketika pendidikan tinggi di negara tersebut mensyaratkan masa pendidikan khusus bagi mahasiswa luar negeri. Tujuannya untuk menyetarakan. Jika anak Anda telah menempuh pendidikan menengah di negara tersebut, ia bisa memasuki perguruan tinggi tanpa proses penyetaraan.

Rissa (31), yang pernah mengenyam pendidikan sekolah menengah di Australia mengungkapkan, orangtuanya memilih menyekolahkan dirinya karena melihat mutu pendidikan sekolah menengah yang bagus di negara itu. Tidak hanya orangtua Rissa, sejumlah orangtua lainnya berpendapat serupa. Mutu pendidikan sekolah menengah yang baik diyakini akan membentuk karakter anak menjadi lebih positif. Sekolah menengah yang berkualitas juga dipercaya dapat membantu meningkatkan kemampuan akademis anak, dengan harapan masa depan anak akan lebih baik.

Persiapan

Memang banyak sisi positif mengirimkan anak bersekolah ke luar negeri. Meskipun demikian, menyekolahkan anak ke luar negeri, terutama untuk pendidikan menengah, juga tidak mudah. Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan.

Pertama, soal biaya. Beasiswa untuk kuliah di luar negeri memang banyak, tetapi beasiswa untuk pendidikan sekolah menengah di luar negeri lebih jarang. Untuk itu, jika ingin menyekolahkan anak ke luar negeri, Anda perlu menyiapkan biaya sendiri.

Biaya sekolah anak di luar negeri tidak hanya meliputi pembayaran uang sekolah, tetapi juga ada biaya hidup seperti untuk konsumsi dan akomodasi atau tempat tinggal. Solusinya, Anda bisa memilih negara yang memberikan pendidikan gratis hingga sekolah menengah atas. Soal biaya hidup, Anda bisa melakukan survei atau observasi terlebih dulu seputar biaya hidup di negara terkait dan memberikan anak biaya hidup secara berkala.

Untuk meringankan biaya, pola seperti orangtua angkat di negara terkait juga bisa dipilih. Namun, Anda perlu meyakinkan bahwa calon orangtua angkat anak adalah sosok yang baik dan bisa dipercaya. Bila Anda mempunyai kenalan di negara yang dituju untuk sekolah, masalah ini akan lebih ringan.

Kedua, soal keamanan. Meninggalkan anak pada usia jenjang sekolah menengah untuk menempuh kehidupan di luar negeri memang berat. Sebagai orangtua, Anda pastilah waswas tentang keamanan dan keselamatan anak.

Jika Anda ingin keamanan anak terjamin, pilihan seperti sekolah asrama bisa diambil. Sekolah asrama, di satu sisi memang kebanyakan menerapkan disiplin yang ketat, tetapi di sisi lain memberikan jaminan perlindungan bagi anak.

Apakah Anda masih merasa ragu tetapi tetap ingin menyekolahkan anak di luar negeri? Cobalah mencari konsultan pendidikan luar negeri di kota Anda. Konsultan pendidikan ini biasanya akan memberikan kemudahan dan informasi seputar sekolah di sejumlah negara. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments