foto3

Pesona Wajah Besakih yang Tak Pernah Pudar

Pura terbesar di Pulau Bali ini masih memiliki daya tarik tinggi. Jika Anda punya rencana ke Bali, jangan lewatkan menengok pura yang merupakan pusat kegiatan keagamaan umat Hindu Bali ini.

Pura Besakih disebut terbesar karena Besakih mempunyai pura utama dan pura-pura lainnya yang dibangun dalam satu area. Inilah yang membuat pura ini unik dibanding pura-pura lain. Di Pura Besakih ini, Anda bisa mendapat banyak spot foto menarik, atau istilah kerennya, instagrammable. Namun ada beberapa hal yang perlu dicermati ketika mengunjungi pura terbesar ini.

Menuju ke Pura Besakih

Untuk mengunjungi Pura Besakih, Anda perlu sedikit berpayah-payah. Rute dari Denpasar menuju Karangasem, lokasi Pura Besakih, biasanya ditempuh dalam waktu 2-3 jam. Namun, jika ruas jalan yang dilintasi macet, jarak tempuh akan lebih lama, bisa 4 jam lebih.

Pelataran Pura Besakih.

Tiba di area Pura Besakih, Anda tidak bisa langsung memarkir mobil persis di depan pura. Lokasi parkir berjarak sekitar 500 meter dari kompleks pura. Begitu keluar dari area parkir, belilah tiket terlebih dulu. Namun, perhatikan baik-baik. Harga tiket biasanya dibedakan untuk turis lokal dan turis asing. Normalnya, harga tiket masuk ke Pura Besakih adalah Rp 15.000, namun bisa juga dijual dengan harga Rp 20 ribu.

Jika harga tiket dirasa tidak masuk akal atau terlalu tinggi, cobalah menawar. Apalagi jika tarif tiket tidak tertera dalam sobekan tiket yang diberikan pada pengunjung. Anda perlu memastikan dan bersikap tegas pada petugas tiket.

Selain itu, pengunjung Pura Besakih akan ditawarkan pemandu. Sebenarnya, pemandu tidak begitu diperlukan karena Anda bisa membaca keterangan yang tertera pada tiap plakat di depan pura-pura di kompleks Pura Besakih. Biasanya, petugas tiket akan menawarkan pemandu dengan tarif yang sangat mahal. Tarif ini sebenarnya berlaku untuk turis asing. Oleh karena itu, jangan lupa tanyakan tarif pemandu untuk turis lokal. Jika tarif pemandu wisata di Pura Besakih masih terlalu tinggi, cobalah menawarnya lagi. Jika petugas menolak, lebih baik Anda tidak menggunakan pemandu. Anda bisa berjalan-jalan di kompleks Pura Besakih selama tidak ada acara atau perayaan keagamaan.

Memasuki pura

Jangan lupa, kenakan kain panjang yang menutup semata kaki ketika mengunjungi Pura Besakih. Kain panjang ini bisa disewa di toko-toko atau kios di sekitar area parkir. Harganya sekitar Rp 10.000-30.000, tergantung kemampuan menawar Anda. Jika ingin sekaligus digunakan sebagai oleh-oleh, kain-kain tersebut bisa dibeli.

Tangga yang menantang.

Bagi pengunjung perempuan, pastikan Anda sedang tidak mengalami haid ketika mengunjungi Pura Besakih. Pura ini dianggap suci bagi masyarakat Hindu Bali. Pengunjung pun perlu menghormatinya dengan tidak memasuki area Pura Besakih ketika sedang menstruasi.

Jalan dari area parkir menuju Pura Besakih cukup menanjak. Namun tidak seberapa jauh. Akan tetapi, ketika mulai menempuh jalan menuju Pura Besakih, segerombolan ojek akan bergantian menawarkan jasanya pada Anda dan keluarga. Tarif ojek ini bervariasi.

Mereka akan mengatakan jarak dari area parkir menuju Pura Besakih sangat jauh. Mungkin ada yang mengatakan 1 kilometer, 2 kilometer, atau 1,5 kilometer. Informasi yang tidak konsisten menyiratkan ketidaktepatan. Jarak dari area parkir menuju Pura Besakih sesungguhnya tidak sampai 1 kilometer. Anda bisa menempuhnya dengan berjalan kaki. Anggap saja Anda sedang berolahraga untuk membuang lemak setelah wisata kuliner.

Angin sejuk-segar khas dataran tinggi akan langsung menerpa, mengusir keringat dan rasa lelah begitu Anda memasuki kompleks Pura Besakih. Mata pun dimanjakan oleh pemandangan alam yang indah.

Untuk memasuki kompleks Pura Besakih Anda perlu meniti setiap anak tangga, baik anak tangga utama ataupun anak tangga di sekeliling Pura Besakih. Di beberapa sudutnya, terdapat pura-pura yang menarik. Salah satunya adalah Pura Penataran Agung yang memiliki tempat atau bangunan terbanyak untuk persembahyangan dan merupakan pusat dari pura ini. Selain itu Anda bisa menikmati indahnya Pura Bangun Sakti, Pura Manik Mas, Pura Pengubengan, dan Pura Batu Tirta. Puaskan diri Anda untuk mengambil sudut-sudut pemotretan yang menarik. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments