rainbow cake

Kue-kue Sedap yang Jadi Tren Tahun 2016

Layaknya fashion, dunia kuliner juga memiliki tren. Inilah kue-kue yang sempat memenuhi media sosial pada tahun 2016. Kue-kue ini hampir selalu dipajang di etalase toko kue.

Mengapa sepotong kue bisa menjadi viral di media sosial? Tentu karena rasanya yang unik dan bentuknya yang beda dari kue-kue biasa. Namun layaknya sebuah tren, kue-kue tersebut juga memiki batas waktu kepopuleran. Ebin mencatat ada sejumlah kue lezat yang popularitasnya melejit dalam sekejap, namun tak berapa lama mulai meredup. Mungkin karena sudah terlalu banyak yang membuatnya. Apa saja kue-kue itu?

Rainbow cake

Seperti namanya yang berarti “kue pelangi”, tampilan potongan kue ini memang berwarna-warni mirip pelangi. Tren rainbow cake ini berasal dari ide seorang mahasiswi di Amerika Serikat yang membuat kue ulang tahun dengan bagian lapisan yang berwarna-warni. Merah, hijau, kuning, jingga, biru, dan ungu kita temukan dalam tiap lapisannya. Tidak hanya kue tart, melejitnya rainbow cake ini juga menginspirasi kue-kue lain yang “ikut-ikutan” berwarna pelangi, misalnya lidah kucing. Tren rainbow cake bermula dari sekitar tahun 2012.

Rainbow cake yang cantik

 

Jar cake

Sederhananya, jar cake adalah kue yang diletakkan dalam botol selai. Cara menikmatinya adalah dengan menyendok kue yang ada dalam botol. Agar tampilan kue ini cantik dari luar, biasanya kue dalam jar cake ditata berlapis-lapis. Tren yang marak sejak 2014 ini biasanya menggunakan beragam jenis kue sebagai isian jar cake. Misalnya, tiramisu atau strawberry cheese cake. Karena bentuknya yang cantik dan simpel dibawa, jar cake pun kadang dijadikan suvenir.

Red velvet

Warna merah menyala hingga merah gelap dengan lapisan krim adalah identitas red velvet. Bagian atas atau permukaan kue ini biasanya diselimuti crumbs, campuran dari gula dan kacang-kacangan yang dicincang halus. Sensasi manis-gurih-renyah membuat red velvet sempat menjadi target buruan para pencinta kuliner. Tren red velvet marak sekitar tahun 2014-2015. Kue ini identik menggunakan bahan pewarna merah dari buah bit yang manis. Meskipun demikian, beberapa toko kue menggunakan bahan pewarna makanan untuk menggantikan buah bit.

Cronut

Cronut merupakan perpaduan dari croissant dan donat. Kue yang beken sejak sekitar tahun 2013 ini dikreasikan oleh Chef Dominique Ansel dari New York. Cronut adalah kue yang menggunakan bahan utama layaknya bahan croissant tetapi dibentuk seperti donut. Plus, di dalamnya ada lapisan berupa krim aneka rasa. Hasilnya, cronut mempunyai tekstur yang renyah dan gurih pada bagian luarnya. Krim di antara lapisan dan topping yang menyelimuti permukaan cronut membuatnya renyah sekaligus lembut ketika digigit. Sungguh, menggoda indra pengecap.

Cronut renyah lembut menggoda.

Kue cubit

Kue ini memang bukan sesuatu yang baru. Bahkan ia termasuk kue rakyat, karena banyak dijajakan di pinggir jalan menggunakan gerobak sederhana. Empuk-empuk manis, itulah cita rasa kue cubit. Membuatnya digemari segala usia. Namun, berkat sebuah inovasi, yaitu kue cubit yang dimasak setengah matang sehingga memiliki tekstur lembut, kue ini mendadak “naik kelas.” Belum lagi kreasi penggunaan green tea atau matcha sebagai salah satu bahan utama yang membuat kue cubit terasa lebih unik. Kue cubit inovasi ini populer sejak awal 2015.

Macaron

Macaron atau sebagian sumber menuliskannya macaroon mungkin bisa dikategorikan sebagai biskuit. Kue bulat mungil yang dibuat bertumpuk ini rasanya sangat manis. Daya tarik macaron adalah tampilannya yang berwarna-warni dan teksturnya yang ringan dan lembut. Begitu digigit langsung lumer di mulut. Sempat tren pada tahun 2015, kue ini kemudian mengalami penurunan popularitas. Banyak orang memprediksi citarasa macaroon yang terlalu manis tidak bisa diterima semua orang. [KUL]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram@ETALASEBINTARO

Comments

comments