foto2012

Membuat Relasi Bisnis Makin Erat

Mendapatkan partner bisnis ibarat mencari jodoh. Susah-susah gampang. Namun setelah menemukan yang cocok tetap harus dipelihara agar hubungan tambah “mesra.”

Sebenarnya tidak hanya soal mencari partner bisnis, mendapatkan klien yang loyal pun tak selalu mudah. Karena itu setelah didapat, pertahankan dan terus pupuk hubungan agar makin berkembang. Ini yang lebih susah.

Biasanya relasi bisnis awalnya berjalan mulus. Namun, seiring waktu karakter asli rekan bisnis mulai tampak. Akibatnya, timbul ketidakcocokan dan gesekan-gesekan. Relasi bisnis, baik sebagai partner atau pelanggan loyal pun jadi goyah. Kerugiannya tak hanya bersifat material, yang lebih menyedihkan adalah timbulnya kekecewaan. Hal inilah yang bisa membuat terpuruk dan mempengaruhi performa bisnis.

Memang sih, ibarat bisnis, jalinan relasi bisnis yang berakhir juga sebuah risiko. Artinya, sudah harus diantisipasi. Meskipun begitu, ada beberapa cara tertentu yang bisa membuat relasi bisnis bertambah awet. Berikut di antaranya.

Pertama, soal visi dan misi. Entah dalam membangun relasi atau mempertahankannya, kesamaan visi dan misi adalah hal yang paling esensial. Visi dan misi tidak hanya sepakat saat membangun relasi. Dalam perjalanannya, akan ada banyak tantangan dalam berbisnis yang mungkin bisa menggoyahkan visi dan misi awal. Misalnya, kemunculan pesaing baru atau kondisi bisnis yang menurun atau surut. Menjaga visi dan misi tidak hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi semua pihak yang terkait di dalamnya.

Kedua, saling membangun. Ini yang kerap dilupakan. Semangat saling membangun partner bisnis atau pelanggan loyal mungkin membara di awal relasi bisnis yang terjalin. Namun, jika relasi tidak berkembang atau monoton, jalinan bisnis pun bisa merenggang.

Apalagi jika hanya salah satu pihak yang aktif membangun bisnis sementara pihak lainnya lebih pasif. Artinya, tidak ada hubungan timbal balik. Pihak yang getol membangun bisnis akan lelah karena merasa tidak dihargai. Sementara itu, pihak yang pasif juga bisa menjadi semakin pasif. Agar hubungan bisnis bisa terjalin baik, relasi perlu seimbang di antara kedua belah pihak atau lebih.

Ketiga, komunikasi yang intensif. Dalam setiap hubungan, komunikasi sangat penting. Relasi bisnis umumnya menghangat pada awal-awal menjalin kerja sama atau masa awal mendapatkan klien loyal. Selebihnya, progres komunikasi diabaikan. Intensitas komunikasi berkurang. Ini yang membuat renggang.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menguatkan relasi bisnis. Misalnya dengan memberikan kado atau bingkisan sederhana ketika hari raya. Untuk pelanggan loyal, caranya bisa berupa memberikan program promosi khusus pada momen tertentu. Mengucapkan sapa dan salam yang tulus pun bisa menjadi bahasa penguat relasi.

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah sikap saling percaya dan kejujuran atau ketulusan. Jika ingin membangun dan mengembangkan bisnis bersama, Anda perlu mempercayai partner bisnis Anda. Demikian juga ketika ingin menguatkan hubungan dengan pelanggan. Anda perlu memahami bahwa pelanggan loyal adalah suatu aset.

Jika bisnis Anda telah dipercayai dan mendapat tempat di hati pelanggan, bisnis pun bisa semakin berkembang tanpa disadari. Ini bisa terjadi ketika satu pelanggan yang puas akan menyebarkan informasi positif ke orang-orang di sekelilingnya. Positifnya, pelanggan-pelanggan baru akan bermunculan. Pelanggan adalah raja. Jika “raja” merasa bahagia, Anda pun akan mendapatkan sisi terbaiknya. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments