renovasi rumah

Trik Renovasi Rumah Agar Hemat dan Cepat Beres

Bila tak dipersiapkan dengan benar, biaya renovasi rumah bisa membengkak dan pengerjaannya jadi lebih lama dari yang direncanakan. Ini karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi keefektifan pengerjaan renovasi rumah. Jadi bila Anda berencana menyambut tahun baru dengan rumah “baru” perhatikan hal-hal ini.

Pertama, tujuan renovasi. Tentukan tujuan renovasi dengan matang, misalnya untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak atau menambah jumlah ruangan agar bisa mengakomodasi kebutuhan penghuni. Renovasi juga bisa dilakukan agar tampilan rumah lebih menarik. Hal tersebut akan sangat membantu Anda dalam merencanakan kebutuhan dana. Tanpa tujuan yang pasti, pekerjaan renovasi bisa berkembang kemana-mana sehingga dana pun ikut membengkak.

Kedua, momentum atau waktu yang tepat untuk renovasi. Membangun rumah atau renovasi sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Mudah ditebak, renovasi pada musim kemarau bisa lebih cepat karena tidak terganggu hujan.

Pada musim kemarau, paparan sinar matahari dan suhu tinggi dapat membuat proses plester atau pengecatan dinding rumah lebih cepat kering. Pemasangan atap dan rangkanya pun akan lebih lancar jika dilakukan pada musim kemarau. Bandingkan jika renovasi dilakukan pada musim hujan, dengan curah hujan tinggi, renovasi bisa terganggu. Waktu yang dibutuhkan bisa jadi lebih lama daripada perkiraan.

Ketiga, bahan material yang berkualitas. Pernahkah Anda mengalami tembok dinding yang mudah menggembung, retak, dan pecah? Persoalannya tidak hanya akibat proses plester yang kurang tepat atau pengecatan dinding yang terlalu cepat. Ini bisa terjadi akibat semen yang digunakan berkualitas buruk. Memang dari segi biaya, material kualitas kelas dua mungkin lebih murah, namun bila cepat rusak nantinya Anda harus mengeluarkan uang lagi untuk membetulkannya.

Untuk mencegah hal-hal buruk terjadi akibat kesalahan penggunaan material, carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai material yang berkualitas. Anda bisa mencari informasi lewat internet atau survei langsung ke sejumlah toko bahan bangunan. Memang  hal ini membutuhkan kerja ekstra. Namun daripada hasil renovasi buruk akibat kesalahan pemilihan bahan baku, sebaiknya cermat sedari awal.

Keempat, desain. Banyak orang yang melakukan renovasi hanya sekadar renovasi untuk memperbaiki bagian rumah atau untuk menambah ruangan dan kurang memperhitungkan segi estetikanya. Efeknya, bukannya bertambah indah dan menarik, pascarenovasi, rumah justru bisa tampak lebih buruk. Misalnya, Anda ingin menambah garasi tertutup di samping rumah. Ternyata ketika selesai dibangun garasi tersebut menghalangi cahaya matahari yang masuk ke kamar atau ke rumah, sehingga rumah terlihat lebih gelap dan kusam. Untuk itu, rancanglah dengan matang meskipun renovasi rumah tidak menyeluruh.

Kelima, jasa renovasi. Sebagian dari kita mungkin lebih nyaman jika melakukan renovasi sendiri.”Toh, hanya menambah satu kamar,” begitu mungkin pikir Anda. Renovasi rumah menutut perhatian dan pengawasan rutin. Karena itu, jika Anda tak memiliki waktu untuk mengawasi pengerjaannya, sewalah jasa  kontraktor yang biasa melayani renovasi rumah. Apalagi jika renovasi yang dilakukan cukup banyak. Agar tak merugi, pilihlah jasa renovasi rumah yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan memiliki track record yang bagus.

Renovasi memang lebih simpel dibandingkan membangun rumah. Meskipun demikian, ada baiknya Anda juga memberikan perhatian khusus agar hasil renovasi tidak mengecewakan. [KUL]

 

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments