pekerjaan rumah

Agar Anak Semangat Mengerjakan PR

Pekerjaan rumah (PR) sering dianggap beban oleh anak. Agar proses mengerjakan PR berlangsung mulus dan memberikan manfaat, dampingi anak Anda ketika mengerjakan PR. Pendampingan yang benar bisa meringankan beban anak sekaligus melatih kemampuannya dalam belajar.

Mendampingi anak mengerjakan PR juga bisa bermanfaat bagi diri Anda sendiri. Karena itu, meski sibuk sisihkan waktu setidaknya 3-4 kali dalam seminggu untuk mendampingi anak mengerjakan PR. Anda bisa melakukan bergantian dengan pasangan Anda.

Cukup dengan mendampingi

Pendampingan orangtua ketika anak mengerjakan PR memang bukan keharusan. Anak akan berlatih tentang kemandirian dan daya juang ketika mengerjakan PR sendiri. Namun, bisa terjadi anak mengalami kesulitan saat mengerjakan PR dan tidak bisa mencari solusinya. Keadaan ini bisa membuat anak putus asa dan malah malas mengerjakan PR. Di sinilah peran Anda sebagai orang tua. Tentu saja bantuan orangtua bukan berupa mengerjakan PR anak. Orangtua justru memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang soal yang dianggap susah. Dengan begitu, anak akan lebih bisa mencari solusinya.

Dalam mendampingi anak mengerjakan PR, orangtua tidak harus selalu melototi setiap soal yang dikerjakan anak. Bisa-bisa anak justru merasa tidak nyaman. Bentuk pendampingan bisa hanya berupa duduk di dekat anak sambil membaca buku atau melakukan hal positif lainnya. Hindari bermain gadget ketika bersama anak. Anak yang masih meneladan orangtua akan merasa mendapatkan pembenaran ketika dirinya ikut-ikutan bermain gadget dan mengabaikan PR.

Menyisihkan waktu dan mendampingi anak belajar tidak hanya merekatkan hubungan anak dengan orangtua. Anda bisa menjalin komunikasi yang lebih efektif dengan anak. Dengan mengetahui PR-PR anak, Anda mendapatkan gambaran tentang perkembangan belajar anak. Anda pun bisa mengetahui pelajaran yang paling dikuasai atau dianggap sulit oleh anak. Dari sisi anak, anak pun akan merasa lebih dihargai dan dikasihi orangtuanya.

Konsentrasi mengerjakan PR

Agar anak nyaman dalam mengerjakan PR, sebaiknya sediakan ruang belajar yang nyaman. Sajikan camilan sehat untuk anak, seperti potongan buah apel atau mangga. Selama mengerjakan PR, jauhkan benda-benda yang bisa mengganggu konsentrasi, misalnya smartphone, TV, dan perangkat video game.

Kelemahan yang paling umum terjadi pada anak adalah malas mengerjakan PR, tidak bisa mengatur waktu, atau konsentrasi yang mudah terpecah. Untuk itu, doronglah dan berikan semangat pada anak. Bantu anak untuk belajar mengalokasikan waktu mengerjakan PR, misalnya sepulang sekolah atau setelah magrib. Hal tersebut juga penting untuk melatih kedisiplinan anak.

Sebagai pendamping, Anda juga harus memperhatikan diri sendiri. Pastikan kondisi fisik dan emosional Anda dalam keadaan baik. Jika Anda merasa letih dan mempunyai beban pikiran, pendampingan PR anak bisa menjurus pada pelampiasan kekesalan. Untuk itu, tenangkan diri sendiri dulu sebelum mendampingi anak mengerjakan PR. Bisa dengan mandi dulu, atau beristirahat sejenak sekitar 15 menit. Tarik napas panjang, tahan beberapa saat, lalu hembuskan. Ulangi beberapa kali. Langkah sederhana ini bisa menenangkan diri Anda.

Setelah anak selesai mengerjakan PR, jangan langsung membereskan buku dan menyimpannya di tas sekolah. Cobalah memeriksa ulang PR yang dikerjakan anak. Ingatkan bila anak melakukan kesalahan atau ketidaktelitian. Jangan lupa, berikan pujian bila anak mengerjakan PR-nya dengan baik. Anak akan merasa lebih dihargai. Teruslah memberikan semangat pada anak dan ingatkan anak agar tidak mudah berpuas diri. Dengan begitu, anak akan mau terus belajar. Dan PR pun tidak lagi menjadi beban. [KUL]

 

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonKan

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments