jalan-jalan gratis

Profesi yang Menjanjikan Jalan-Jalan Gratis

Bekerja tak harus selalu di ruang kantor. Beberapa profesi justru menuntut Anda untuk banyak jalan-jalan ke tempat menarik. Tanpa dipungut biaya! Kalau Anda tipe orang yang tak betah bekerja di ruang kantor terus menerus, mungkin beberapa profesi ini layak dipertimbangkan.

Salah satu profesi yang sempat marak beberapa tahun lalu adalah travel writer. Punggawa profesi ini di Indonesia adalah Trinity dan Agustinus Wibowo. Daya magnetnya jelas, seseorang bisa berjalan-jalan, membuat buku, mempublikasikannya, dan mendapatkan royalti. Selain travel writer, ada juga travel blogger. Muncul pula selebgram yang mencuat berkat perjalanan wisatanya.

Jika Anda mendamba pekerjaan seperti ini, selain travel writer atau travel blogger, ada profesi lain yang memberikan kesempatan bekerja sekaligus “jalan-jalan gratis” ke berbagai kota dan negara.

Pertama, tentu saja profesi wartawan di urutan pertama. Santi (27), wartawan media nasional di Jakarta, mengawali profesinya dengan banyak meliput berita di kawasan metropolitan Jakarta dan bidang pemerintahan. Namun tidak berapa lama, ia mendapatkan kesempatan untuk meliput acara di Hongkong. Kesempatan berikutnya lagi, Santi mendapatkan tugas peliputan ke sejumlah negara di Eropa. Santi mengaku, kesempatan seperti ini tentu jarang ia dapatkan jika tidak menjadi seorang wartawan.

Kedua, fotografer. Profesi fotografer bisa terikat dengan suatu media atau organisasi tertentu. Namun, profesi fotografer lepas pun tidak kalah menggiurkan. Salah satunya, Matt, seorang fotografer asal Rusia. Matt secara khusus mengadakan perjalanan keliling Indonesia untuk mengabadikan sejumlah foto. Foto-foto yang ia dapatkan biasanya ia kirimkan ke sejumlah media massa di Rusia.

Ketiga, make up artist atau perias wajah profesional. Ya, profesi ini juga memungkinkan seseorang pergi ke luar negeri dengan gratis. Tentu saja tujuannya adalah untuk bekerja, tetapi selain itu, seorang make up artist pun bisa sekalian berjalan-jalan. Misalnya, untuk kepentingan pemotretan prewedding atau melayani jasa make up untuk pembuatan iklan televisi. Atau terlibat dalam pagelaran fashion week di berbagai kota di dunia.

Keempatpersonal shopper. Profesi ini memang benar ada. Namun, biasanya tidak terlalu populer karena hanya untuk pelanggan eksklusif. Penulis buku Hermes Temptation, Fitria Jusuf dan Alexandra Dewi, pernah melakoni profesi ini. Personal shopper hanya dikenal kalangan tertentu yang ingin membeli barang-barang tertentu tetapi tidak ingin terekspos atau dikenal ketika berbelanja.

Kelima, model catwalk. Sebagian besar dari kita mungkin hanya mengenal model untuk pemotretan majalah dan model yang berlenggak-lenggok di peragaan busana lokal. Sebutlah Jakarta Fashion Week atau Indonesia Fashion Week. Namun, profesi menjadi model catwalk profesional juga memiliki peluang untuk mengembangkan sayap di mancanegara. Sebutlah Sigi Wimala, Kelly Tandiono, dan Tracy Trinita. Ketiganya pernah menjajal panggung catwalk dunia seperti di Hongkong dan Milan.

Anda bisa mencoba sejumlah profesi di atas jika menginginkan petualangan ke berbagai kota dan negara di dunia. Sebenarnya ada berbagai profesi lain yang memberikan kesempatan serupa. Misalnya, menjadi sineas, desainer fashion, dan entrepreneur. Tinggal pilih yang sesuai dengan passion Anda dan jalanilah dengan sepenuh hati. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prast

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments