foto artikel pesangon

Strategi Tepat Kelola Uang Pesangon

Diberhentikan dari perusahaan bisa menjadi suatu berkah bila Anda cerdas berstrategi dalam mengelola uang pesangon. Siapa tahu Anda bisa lebih sukses dari sebelumnya, dan menjadi bos. Bukan lagi sekadar karyawan atau pekerja.

Perusahaan bonafid yang sudah puluhan tahun berdiri pun bisa mengalami tren penurunan. Sebut saja Yahoo! yang sempat populer pada tahun 2000-an tetapi kini kalah bersaing dengan Google. Ketika suatu perusahaan mengalami penurunan kondisi atau kejatuhan, langkah yang biasa dilakukan adalah pemutusan hubungan kerja dengan karyawan atau PHK. Jika Anda salah satu orang yang mengalaminya, apa yang harus dilakukan?

Uang pesangon biasanya cukup besar, tergantung dari posisi, jabatan, prestasi kerja, dan kebijakan perusahaan. Bisa saja mencapai miliaran rupiah. Namun jangan terlena. Perlu diingat, uang pesangon tersebut adalah dana untuk membiayai hidup setelah masa kerja di suatu perusahaan habis.

Seberapapun besarnya, uang pesangon akan tetap habis dalam waktu singkat jika pengelolaannya tidak benar. Padahal, kehidupan masih panjang. Untuk itu, ada beberapa hal yang sebaiknya segera dilakukan ketika uang pesangon telah ada di tangan.

Pertama, ambillah sebagian dari uang pesangon untuk biaya hidup paling tidak sekitar 3-6 bulan. Jika biaya hidup Anda cukup tinggi, turunkan standar gaya hidup Anda. Sebagai contoh, jika biaya hidup Anda per bulan adalah Rp 10 juta, cobalah menurunkan menjadi Rp 5 juta dengan cara berhemat dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sederhana, misalnya mengurangi frekuensi nongkrong di kafe atau makan di restoran. Untuk biaya hidup selama sekitar 6 bulan, berarti kalikan dengan Rp 5 juta. Hasilnya adalah sekitar Rp 30 juta. Kelolalah dana ini dengan sebaik-baiknya.

Kedua, segera lunasi utang Anda. Jika utang jangka panjang terlalu tinggi jumlahnya, Anda bisa membayar utang jangka pendek, seperti utang kartu kredit. Meskipun demikian, tetap sisihkan dana untuk membayar cicilan utang jangka panjang.

Ketiga, tabung dan investasikanlah sebagian dana pesangon Anda. Bagi dana Anda ke dalam investasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk jangka pendek Anda bisa memilih deposito jangka waktu sebulan, 3 bulan, atau 6 bulan. Deposito memiliki bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa namun mudah dicairkan. Untuk investasi jangka menengah, Anda bisa memilih reksadana setahun atau 3 tahun. Emas juga bisa jadi pilihan. Sedangkan untuk jangka panjang, Anda bisa memilih investasi dalam bentuk properti. Investasi ini bisa memberikan profit tinggi.

Keempat, jika Anda berniat untuk berwirausaha atau membangun bisnis, siapkan dana dari sebagian uang pesangon. Hindari menghabiskan uang pesangon untuk membangun bisnis. Anda perlu menyiapkan dana tidak terduga pasca-PHK. Perlu diingat, rencanakan keuangan untuk membangun bisnis dengan sebaik mungkin dan secermat mungkin. Setiap rupiah uang pesangon Anda adalah sesuatu yang berharga dan perlu digunakan dengan bijak.

Kelima, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Jika Anda ingin mencari pekerjaan baru, segeralah menyusun ulang CV. Manfaatkan waktu pasca-PHK untuk mencari informasi seputar pekerjaan baru dan memasukkan surat lamaran kerja. Tingkatkan kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan tambahan seperti kursus atau training yang mendukung pekerjaan selanjutnya. Bergabunglah dengan komunitas baru atau perluas jejaring kenalan Anda. Bukalah diri untuk berbagai kemungkinan karier baru. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments