foto2

Aikido, Bela Diri Tanpa Menyakiti

Di antara begitu banyak olahraga bela diri yang berujung dengan adu jotos dan adu tendang, ada bela diri yang bisa melumpuhkan lawan tanpa menyakiti. Lembut, namun tangguh. Mereka yang menguasainya bisa hidup dengan lebih positif.

Dua orang saling berpegangan tangan, mendorong, berayun. Tampak ringan, tanpa beban, tanpa tenaga. Kedua orang berbaju putih seragam bela diri tersebut melakukan gerakan yang sama berulang selama beberapa menit. Selanjutnya kedua bersiap. Satu menyerang. Bagaimana dengan satunya lagi? Woles. Ia hanya menerima dengan ringan, tetapi justru sang penyerang yang jatuh berdebam.

Ya. Si penyerang justru jatuh mengentak lantai. Padahal, si penahan serangan hampir tanpa tenaga menghadapi penyerang. Apa yang terjadi? Itulah aikido. “Di teknik aikido, kita menggunakan tenaga yang minimalis. Ini berbeda dengan bela diri lainnya yang menuntut badan harus kuat. Aikido tidak mengenal kelas, semua sama, meskipun dari segi ukuran tubuh tiap orang berbeda-beda,” terang Shanti Indriati, sensei atau pengajar aikido di Dojo Aiki Kenyukai, yang salah satunya berlokasi di Emerald Club House, Bintaro Sektor 9.

Melumpuhkan lawan tanpa menyakiti.

Melumpuhkan lawan tanpa menyakiti.

Aikido, seni bela diri dari Negeri Sakura ini memang berbeda. Alih-alih mengutamakan adu kekuatan untuk mengalahkan lawan, aikido hanya berfungsi untuk membela diri, bukan untuk menyakiti lawan atau musuh. “Dalam aikido, kita mempunyai gerakan yang stimultan dan dinamis. Selalu ada partner. Partner ini yang membantu kita dalam melakukan gerakan-gerakan aikido. Tidak ada saling menyakiti, adanya saling membangun,” terang Shanti.

Iman Al-Hakim, sensei aikido yang juga suami Shanti, menambahkan, dalam aikido, salah satu prinsipnya adalah tidak boleh menyakiti orang lain atau lawan. Sebaliknya, aikido mengajarkan untuk merangkul lawan. “Kita tidak boleh ada niat menyakiti lawan, padahal itu biasanya lumrah dalam bela diri umumnya. Dalam aikido tekniknya sama, tetapi niatnya bukan menyakiti. Namun tanpa menyakiti, lawan kita biasanya sudah jatuh sendiri. Intinya, kita harus positif, alamiah, niat kita harus baik,” kata Hakim.

Berlatih menguasai diri sendiri

Hakim menjelaskan, falsafah aikido bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, ketika seseorang ingin mencapai tujuan, ia tidak perlu harus menjatuhkan orang lain hanya demi meraih tujuan. Ia hanya perlu mengusahakan yang terbaik dengan jalan benar. Bila ada halangan, seseorang harus tetap berada dalam kondisi yang positif dan tidak melawan.

“Berbuat baik dalam kondisi dibenci orang memang sulit. Tapi di dunia ini, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, yang baik dan benar pasti kuat, yang jahat dan salah itu lemah. Kalau yang jahat dan salah terlihat kuat, ini tipuan atau ilusi saja,” kata Hakim.

Shanti menjelaskan, dalam setiap latihan aikido, latihan atau pemanasan fisik memang bukan prioritas. Namun, setiap murid perlu menyadari dirinya sendiri dan menstabilkan dirinya. Pikiran pun perlu positif. Jika ada hal yang mengganggu hati dan pikiran, biasanya latihan aikido tidak bisa berjalan maksimal.

Pikiran harus positif saat berlatih.

Pikiran harus positif saat berlatih.

“Di usia saya yang sudah kepala empat, saya mencari bela diri sekaligus olahraga yang cocok dan tidak menguras energi. Saya pernah mencoba beberapa ilmu bela diri saat masih muda. Tapi ketika saya mencoba aikido, saya merasa cocok karena tidak mengutamakan kekuatan fisik,” kata Joni, warga Bintaro Sektor 2.

Sementara itu, Winarto, salah seorang murid di Dojo Emerald Club House mengaku, pelajaran penting dari aikido adalah mengenai cara menguasai dirinya sendiri. Pengalaman bela diri dengan mengutamakan penguasaan diri sendiri ini belum pernah ia temukan sebelumnya. Winarto pun mengaku, aikido juga mengubah banyak aspek dalam hidupnya dan ia merasa menjadi sosok yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Latihan aikido bisa Anda temukan di Emerald Club House setiap Jumat dan Minggu. Pada Jumat, latihan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Sementara itu, latihan aikido pada hari Minggu dimulai pada pukul 10.00 WIB. Durasi latihan adalah sekitar 1-2 jam. Tertarik mencobanya? [KUL]

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments