foto0812

Kiat Memilih Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi

Tak ingin kaki pegal karena harus menyetir? Tenang, kini Anda bisa kemana pun tanpa perlu mengeluarkan mobil dari garasi. Anda hanya tinggal memainkan jempol di atas ponsel pintar untuk memilih dan memesan jasa transportasi berbasis online. Tak seberapa lama, “jemputan” datang. Mudah bukan?

Saat ini ada tiga jasa transportasi berbasis aplikasi yang cukup besar, yaitu Go-JEK, Grab, dan Uber. Ketiganya menyediakan jasa transportasi mobil dan sepeda motor, sesuai dengan kebutuhan Anda. Bahkan, jasa transportasi online seperti Go-JEK menyediakan jasa lain seperti membeli dan mengantarkan makanan, pindahan rumah, salon panggilan, hingga bersih-bersih rumah ataupun memesan tiket nonton film bioskop.

Teliti dulu

Meskipun praktis dan mudah, Anda perlu tetap cermat dalam memilih transportasi online. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar transportasi online tidak malah merugikan.

Pertama, periksa harga sebelum meng-klik tanda pemesanan. Ketika informasi telah lengkap, banyak orang langsung meng-klik tanda “pesan” atau “book”. Padahal, harga dan peta masih belum tergambar jelas.

Akibatnya, tarif transportasi online bisa jadi jauh lebih mahal dibandingkan menggunakan jasa transportasi umum. Atau lokasi di peta aplikasi tidak sesuai alamat yang dituju. Kasus ini kerap terjadi bila jaringan aplikasi sibuk atau sinyal buruk, atau bisa juga karena kesalahan pada sistem aplikasi. Oleh sebab itu, tak ada salahnya sedikit bersabar, dan tunggulah hingga semua informasi sudah lengkap. Baca baik-baik, baru setelah itu lakukan pemesanan.

Kedua, periksa identitas pengemudi. Tidak jarang terjadi, jenis kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan yang terdata di aplikasi. Ada juga kemungkinan plat mobil berbeda atau nama pengendara berbeda (tidak sesuai dengan foto).

Jika ini terjadi, sebaiknya tanyakan pada pengendara, mengapa ada perbedaan identitas atau jenis kendaraan. Bila jawaban mereka masuk akal dan dapat dipercaya, tak masalah. Namun, jika mereka mencari-cari alasan yang terdengar tidak masuk akal, sebaiknya tunda pemakaian jasa transportasi online. Atau hubungi kantor resmi jasa penyedia transportasi berbasis aplikasi tersebut untuk memastikan informasi atau konfirmasi sekali lagi pada pengendaranya.

Ketiga, perhatikan gaya bicara pengendara transportasi online. Jika gaya bicaranya kasar dan meledak-ledak, sebaiknya pertimbangkan sekali lagi untuk menggunakan jasa orang yang sama. Atau batalkan pesanan dan lakukan pemesanan ulang. Perilaku atau tindak-tanduk pengendara transportasi bisa terlihat dari caranya menanggapi pesanan. Tingkah laku yang kurang sopan tentu akan membuat Anda jadi tidak nyaman dalam berkendara.

Keempat, periksa satu persatu. Bingung menentukan jenis transportasi berbasis aplikasi mana yang akan digunakan? Sebaiknya periksalah satu per satu dengan mengisi kolom pemesanan lokasi asal penjemputan dan lokasi tujuan. Buka beberapa aplikasi sekaligus. Bandingkan satu per satu, mulai dari segi tarif, waktu tunggu, dan jalur yang dilalui melalui GPS. Jangan hanya memilih harga terendah, pilihlah jalur yang paling cepat dan pengendara yang terdekat.

Kelima, berlakulah sopan pada pengemudi atau pengendara. Bagaimanapun sikap mereka, apabila Anda sudah memesan dan berkendara, pastikan Anda pun berlaku baik pada pengemudi. Respon positif Anda akan membuat pengemudi jasa transportasi online menjadi segan. Ucapkan terima kasih pada pengemudi jasa transportasi online karena telah mengantarkan sampai tujuan dengan selamat.

Kalau Anda kurang puas dengan layanan pengemudi, bisa menyampaikannya melalui layar saran atau kepuasan pelanggan yang muncul setelah Anda selesai menggunakan jasa layanan transportasi online tersebut. Hal ini tentu lebih baik daripada Anda marah-marah atau bertingkah laku tidak sopan. Namun bila Anda puas dengan pelayanannya, tak ada ruginya memberikan 5 bintang untuk pegemudi. Anda puas, pengemudi pun senang. [KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments