foto0612

Modal Utama Sukses Berbisnis

Rencana bisnis Anda mulai terwujud. Anda pun tekun berusaha dan pantang menyerah. Tapi, kok, bisnis Anda seperti jalan di tempat, alias tidak maju-maju? Hmm…apa yang salah? Ternyata untuk menjadi pebisnis sukses tak hanya bersenjatakan pantang menyerah dan tekun. Ada hal lain yang dibutuhkan untuk jadi pebisnis.

Berani berbeda

Terkadang untuk mencari solusi dari satu masalah, kita berkutat dengan satu sudut pandang. Cobalah melihat suatu masalah dari sudut pandang lain. Pendiri Go-JEK, Nadiem Makarim, awalnya hanya memikirkan satu solusi sederhana. Ketika banyak orang pasrah dengan tarif ojek pangkalan yang tidak pasti, Nadiem memikirkan cara agar penumpang bisa naik ojek dengan tarif pasti dan berbasis aplikasi. Lahirlah Go-JEK dengan jutaan pengguna.

Jika Anda memiliki ide gila, jangan ragu untuk mewujudkannya. Mungkin akan ada banyak orang yang mengejek Anda karena ide-ide Anda terdengar aneh dan mustahil. Bahkan, mungkin ada yang menyarankan agar Anda menyerah karena Anda melakukan sesuatu yang berbeda.

Orang-orang yang memandang rendah atas usaha yang Anda lakukan adalah ujian mental bagi Anda. Jika Anda mudah menyerah hanya karena omongan orang, sampai kapan pun Anda tidak akan pernah sukses. Jadi, tetaplah pada keyakinan diri sendiri bahwa Anda mampu melakukannya, meskipun berbeda.

Disiplin

Banyak yang ingin menjadi pebisnis, tetapi sangat permisif dalam banyak hal. Misalnya, memberikan toleransi pada keterlambatan. Sepertinya ini sederhana. Namun, jika terjadi berulang kali, keterlambatan bisa menjadi kebiasaan. Dalam berbisnis, keterlambatan seringkali tidak bisa ditoleransi.

Pebisnis yang terlambat datang pertemuan atau meeting bisa dianggap tidak konsisten pada janji. Pemilik online shop yang menunda pengiriman barang hingga terlambat, akan kehilangan pelanggannya. Demikian juga dengan respon pebisnis yang lambat, kredibilitas akan menurun.

Mandiri

Artian mandiri di sini bukan berarti mengerjakan segala sesuatu sendiri. Mandiri bagi seorang pebisnis artinya mampu mengambil keputusan terbaik tanpa harus bergantung pada pendapat orang lain yang belum tentu sesuai dengan keyakinannya.

Mandiri juga berarti, ketika jatuh terpuruk karena bisnis gagal, pebisnis mampu bangkit kembali tanpa harus menunggu uluran tangan atau bantuan dari orang lain. Selain itu, pebisnis juga perlu mandiri untuk menguatkan dirinya sendiri. Ia perlu mampu memotivasi dirinya sendiri tanpa harus menunggu motivasi dari orang lain.

Mau belajar

Ketika pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, atau pengembang Apple, Steve Jobs, keluar dari kampus dan tidak menyelesaikan kuliahnya, bukan berarti proses belajar mereka berhenti. Justru, di luar kampus,  keduanya tetap tekun belajar dan mengembangkan ide-ide yang mereka yakini.

Tentu saja bukan berarti Anda harus keluar dari kuliah hanya untuk sukses, lho. Namun, jika ingin meraih sesuatu dan bertekad untuk mewujudkannya, Anda pun harus fokus. Tidak saja fokus mengerjakannya, tetapi juga fokus untuk mempelajari sesuatu yang baru, yang berguna untuk pengembangan bisnis.[KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments