ilustrasi0112

Kebutuhan Kendara untuk Penyandang Disabilitas

Kita yang mempunyai anggota tubuh lengkap dan berfungsi sempurna patut bersyukur karena bisa melakukan berbagai aktivitas, termasuk dalam hal berkendara. Namun, bagi orang yang berkebutuhan khusus seperti lansia dan penyandang disabilitas, menaiki atau mengendarai kendaraan seperti sepeda motor dan mobil bisa jadi masalah tersendiri.

Ketika penyandang disabilitas seperti tunanetra dan tunadaksa (mengalami cacat fisik) ingin menaiki mobil atau sepeda motor, kita memang perlu membantu. Jika penyandang disabilitas menggunakan kursi roda, kita perlu membantu mereka agar bisa duduk dengan nyaman di dalam mobil. Caranya dengan mengangkat atau menggendong penyandang disabilitas dengan hati-hati.

Saat duduk, meskipun berada di kursi penumpang, pastikan penyandang disabilitas mengenakan sabuk pengaman dan duduk dengan nyaman. Jangan lupa, lipat dan simpan kursi roda di dalam bagasi. Berikan bantuan serupa untuk para lansia yang berjalan dengan tongkat. Bantulah mereka agar duduk di dalam mobil dengan hati-hati. Sebaiknya penyandang disabilitas yang mengalami kesulitan dalam berjalan menghindari berkendara dengan sepeda motor.

Perlakuan sedikit berbeda jika penyandang tunanetra ingin menaiki alat kendara. Anda perlu membimbing agar penyandang tunanetra mudah menemukan gagang pintu mobil, letak jok kursi penumpang, dan lokasi sabuk pengaman. Anda bisa menempelkan velcro pada interior mobil untuk memudahkan penyandang tunanetra menemukan bagian-bagian dalam mobil.

Contoh di negara maju

Di sejumlah negara Barat, misalnya Amerika Serikat, penyandang disabilitas dengan kursi roda bisa mengemudikan mobil. Bahkan, ada lisensi khusus untuk pengendara yang merupakan penyandang disabilitas. Namun, di Indonesia, hal ini belum ada.

Mobil untuk pengemudi yang menggunakan kursi roda di AS biasanya berupa mobil biasa yang dimodifikasi. Di antaranya, fungsi kontrol dengan kaki dipindah ke tangan. Sebagai contoh, pijakan kaki untuk pengereman, penggantian kopling atau perpindahan gigi, dan pengaturan gas dikendalikan dengan fungsi tangan.

Modifikasi lainnya adalah membuat peranti tambahan semacam seluncuran agar pengguna kursi roda bisa duduk di kursi pengemudi. Untuk mendapatkan lisensi mengemudi, penyandang disabilitas di AS perlu mengikuti kursus mengemudi khusus dan melewati sejumlah tes.

Di Indonesia, pengemudi dengan kursi roda memang belum mendapat perhatian khusus. Selama ini, modifikasi dan akomodasi yang disediakan untuk penyandang disabilitas adalah kemudahan akses sebagai penumpang.

Terobosan

 Kebutuhan kendara bagi penyandang disabilitas ini dibidik oleh sejumlah produsen otomotif terkemuka. Telah dimulai sejak beberapa tahun lalu, sejumlah produsen otomotif ini mengeluarkan tipe khusus yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Sejumlah produsen lainnya memberikan penawaran khusus berupa modifikasi interior dan permesinan agar mampu mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas.

Contoh produsen otomotif adalah Nissan dengan menyediakan model mobil khusus yang memudahkan penyandang disabilitas berkursi roda. Di antaranya adalah dengan menambahkan fitur seperti power slide-up seat atau kursi yang bisa bergerak dari posisi dalam mobil ke bagian luar mobil, chair cab atau seluncuran tambahan di kursi penumpang, dan driving helper untuk memudahkan pengemudi penyandang disabilitas. Fitur-fitur ini ditujukan untuk memudahkan lansia dan penyandang disabilitas menaiki mobil.

Produsen mobil lain adalah Daihatsu yang pernah mengeluarkan Luxio Sloper dan Kijang Innova yang pernah mengeluarkan seri mobil khusus dengan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas. Selain itu, masih ada produsen otomotif lain yang secara khusus memproduksi kursi dan papan seluncuran untuk akses kursi roda, berikut pemasangannya. [KUL]

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments