foto2911

Mencari Mitra Bisnis yang Sejalan

Dalam berbisnis, seringkali kita membutuhkan mitra (partner) sebagai teman diskusi dan bahkan bekerja sama menjalankan usaha. Akan tetapi, mencari mitra bisnis layaknya mencari jarum di tumpukan jerami. Sangat sulit.

Sekali dapat mitra yang cocok, itupun belum tentu bertahan lama. Paling banyak ditemui, orang bersemangat kerja sama pada awal-awal berbisnis. Selanjutnya, ketika motivasi turun, rintisan bisnis ditinggalkan. Hubungan dengan mitra bisnis pun berakhir.

Mendapatkan mitra bisnis juga mirip seperti mencari jodoh, jika tidak ada kecocokan, bisnis pun tidak akan berjalan baik.

Beberapa pertimbangan

Untuk itu, ada beberapa pertimbangan ketika membuka bisnis dengan melibatkan orang lain sebagai mitra, misalnya keluarga atau teman. Pertama, status kekeluargaan atau pertemanan bukan jaminan. Meskipun Anda telah mengenal sepupu dengan sangat baik atau bersahabat dengan seseorang selama puluhan tahun, bukan berarti otomatis mereka bisa menjadi mitra bisnis yang baik.

“Saya memilih tidak jadi berbisnis dengan teman saya karena ada beberapa hal yang tidak pas dan kami tidak sepakat,” kata Tari (40), karyawan swasta yang ingin membuka bisnis persewaan baju pengantin di Jakarta. Pengalaman seperti ini, mungkin pernah Anda alami. Inilah pertimbangan kedua.

Dari pengalaman Tari, bisa disimpulkan, faktor kedua adalah kesesuaian visi dan misi. Ini faktor yang esensial ketika mencari mitra dalam membangun usaha. Jika visi dan misi tidak sama, sebaiknya putuskan hubungan bisnis sedari awal. Dalam suatu bisnis pastilah ada yang namanya visi, yang diturunkan menjadi tujuan dan target. Jika dalam visi, Anda dan rekan bisnis tidak sejalan, tujuan bisnis bisa tidak akan tercapai.

Ketiga, komunikasi. Visi dan misi sudah sejalan, tetapi bagaimana dengan cara berkomunikasi dan bekerja sama? Jika calon mitra bisnis tidak nyaman ketika diajak mengobrol dan “tidak nyambung” meskipun ide-idenya menarik, sebaiknya pikirkan lagi. Komunikasi yang tidak lancar bisa menimbulkan kesalahpahaman ke depannya.

Keempat, karakter. Soal karakter memang tak kalah penting. Dalam berbisnis, ada karakter utama yang perlu dimiliki sebagai modal. Di antaranya adalah kejujuran, dedikasi, integritas, konsistensi, daya juang tinggi, dan sikap pantang menyerah.

Soal karakter lain yang lebih personal, mungkin saja Anda berbeda dengan rekan atau mitra bisnis Anda. Namun, paling tidak karakter-karakter bersemangat seperti di atas dimiliki oleh Anda dan mitra bisnis Anda.

Kelima, pembagian tugas, tanggung jawab, dan perjanjian. Anda tentu tidak mampu menguasai segala sesuatu sendiri dalam berbisnis. Di situlah peran mitra bisnis hadir melengkapi Anda. Paling baik adalah mendapatkan mitra bisnis yang menguasai bidang yang belum Anda kuasai. Sebagai contoh, jika Anda mempunyai keunggulan dalam bidang pemasaran dan proses produksi, ada baiknya mencari mitra yang mempunyai kelebihan di dalam bidang IT dan pengelolaan keuangan.

Bagilah tugas dan tanggung jawab secara jelas, berikut hak-hak yang diterima. Agar tidak melenceng dari tugas, tanggung jawab, dan hak, ada baiknya menuliskannya dalam kontrak perjanjian kerja atau hitam di atas putih dan disepakati kedua belah pihak. Dengan begitu, kerja sama dalam membangun bisnis akan bersifat mengikat dan menuntut kedua pihak agar bekerja sama dengan baik.

Selamat menemukan mitra bisnis Anda. [KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments