foto2711

Mediasi Konflik dalam Keluarga, Bagaimana Caranya?

Konflik dalam keluarga adalah hal yang umum. Penyebab konflik beragam, mulai dari hal sepele seperti datang terlambat kondangan hingga perseteruan karena warisan. Kita tidak bisa memilih lahir dari keluarga tertentu. Namun, ketika menghadapi masalah, kita perlu tahu untuk mencari solusinya.

Menyelesaikan konflik dalam keluarga memang tidak mudah. Ada ungkapan, orang yang paling menyakiti hati kita adalah orang yang paling kita sayang. Hal ini memang ada benarnya. Menyayangi seseorang seperti anggota keluarga sendiri terkadang membuat orang lebih peka dan lebih sensitif.  Akibatnya, jika mengalami hal yang tidak sesuai harapan atau keinginan, seseorang pun lebih mudah tersinggung dengan orang yang disayangi.

Bagaimanapun juga,  konflik dalam keluarga perlu segera ditangani agar tidak berkepanjangan dan membuat suasana dalam rumah menjadi tak nyaman. Konflik dalam keluarga bisa terjadi antara anak dan orangtua, mertua dan menantu, atau suami dengan isteri.

Beberapa langkah

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa langkah untuk meredakan konflik seperti yang diulas Livestrong.com.

Pertama, petakan masalah dan tentukan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Usahakan jangan sampai orang yang tidak berkepentingan turut campur dan membuat permasalahan kian runyam.

Kedua, rancanglah beberapa aturan ketika menyelesaikan masalah dengan diskusi. Buatlah ketetapan bersama, seperti tidak boleh saling berteriak atau tidak boleh saling menyalahkan. Contoh lainnya, tiap orang harus mau mendengarkan orang lain dan tidak boleh memotong pembicaraan. Aturan-aturan ini harus disepakati semua orang yang terlibat dalam diskusi masalah.

Ketiga, mendiskusikan masalah. Bicarakan masalah dengan orang-orang yang terkait konflik keluarga. Perlu diingat, dalam diskusi bersama ini, janganlah saling menyalahkan. Alasannya, pada intinya, semua anggota keluarga yang terlibat masalah bisa jadi bersalah. Kesalahan ini tidak hanya dilihat dari faktor pemicunya, tetapi tanggapan seseorang yang tak pas bisa memperkeruh masalah.

Keempat, setelah mendiskusikan jalan keluar, pertimbangkan risiko dan keuntungan dari tiap solusi yang terlontar. Hindari mengambil langkah yang gegabah. Untuk itu, tiap anggota keluarga yang terlibat dalam diskusi harus sama-sama saling mendengarkan.

Kelima, ambillah solusi sebagai keputusan bersama. Satu keluarga adalah satu tim. Pertahankan pemikiran ini dan ajaklah semua yang terlibat memikirkan solusi sebagai satu tim. Untuk itu, doronglah tiap orang dalam keluarga untuk mengemukakan pendapat dan bersama-sama mencari jalan keluar.

Terakhir, jika keputusan untuk solusi telah diambil, pastikan semua anggota keluarga yang berkonflik ikut terlibat dalam memecahkan masalah. Misalnya, membagi tiap tugas untuk tiap orang. Bisa juga menjanjikan perubahan sikap yang disepakati bersama. Jika ada kesalahan, tekankan agar tiap anggota keluarga saling mengingatkan. Semoga bermanfaat. [KUL]

*Foto di atas hanyalah ilustrasi

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments