foto2111

Cermat Berhitung Agar Bisnis Tidak Buntung

Anda niat berbisnis dan sudah tersedia dana sekian ratus juta. Ide bisnis sudah ada. Lokasi bisnis tersedia. Tenaga kerja pun mudah dicari. Kurang apa lagi? Saatnya beralih dari dunia kerja kantoran ke dunia bisnis. Namun, apakah semudah itu?

Banyak pebisnis pemula yang mengalami kegagalan. Salah satu penyebabnya adalah kesalahan perhitungan. Perhitungan keuangan yang tidak tepat bisa menjerumuskan pada kegagalan.

Banyak contoh kecil penyebab kegagalan. Misalnya, belanja bahan baku untuk satu produk lebih besar dibandingkan harga jual produk. Penyebab lainnya–dan ini lebih kerap dijumpai, pebisnis mencampur adukkan dana pribadi dengan dana bisnis.

“Bisnis plan”

Perhitungan keuangan berbisnis tidak hanya terkait dengan cara mendapatkan modal, tetapi lebih pada pengelolaan keuangan dalam berbisnis. Pendanaan untuk memperoleh modal bisnis bisa berasal dari sumber daya sendiri, pinjaman dari bank, angel investor, atau crowd funding.

“Ada teman saya yang mencoba memulai bisnis dengan crowd funding, dan ternyata bisa,” kata Clara, seorang warga Jakarta.

Dalam berbisnis, prinsip ekonomi yang diterapkan adalah mengupayakan usaha dan modal tertentu untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Untuk itu, sebelum memulai berbisnis, pastikan Anda mempunyai perencanaan bisnis atau susunlah dalam bentuk business plan.

Dalam business plan, tidak hanya ada rencana promosi dan perekrutan tenaga kerja yang tercantum di dalamnya. Tidak kalah penting dalam business plan adalah perencanaan keuangan.

Dalam rencana keuangan tersebut, modal awal dan aset seperti rumah, ruko, atau tanah patut diperhitungkan. Apabila ada utang atau piutang, komponen ini pun perlu masuk dalam perhitungan rencana keuangan. Perlengkapan dan peralatan seperti mobil pick up dan mesin-mesin yang berwujud fisik perlu diubah dalam nominal uang.

Perlu diperhitungkan juga biaya tenaga kerja dan biaya untuk pengeluaran lain-lain. Misalnya, peralatan tulis, gadget seperti kamera dan laptop, hingga biaya untuk kebersihan kantor. Jumlah biaya ini memang kecil. Namun, bila dikumpulkan dari bulan per bulan, pengeluaran yang terlihat remeh temeh ini bisa menjadi beban yang cukup besar.

Hal yang kerap dilupakan dalam perhitungan keuangan adalah gaji untuk pemilik usaha. Sebagai pemilik bisnis, seseorang sebaiknya tidak hanya menghitung jumlah keuntungan yang didapat. Akan tetapi, sebaiknya sisihkan sedikit keuntungan sebagai gaji untuk pemilik bisnis.

Hasilnya dari keuntungan bisnis pun sebaiknya jangan dihabiskan untuk bersenang-senang. Prioritaskan pembayaran utang dari hasil keuntungan. Tambahkan modal dari sebagian dana yang diperoleh dari keuntungan usaha. Selain itu, simpanlah sebagian dana yang didapat dari keuntungan dengan bijak.

Dalam menyusun rencana keuangan, susunlah laporan keuangan secara bulanan. Namun, usahakan untuk juga menyusun laporan keuangan harian dan mingguan. Tetapkan target keuntungan yang dicapai dalam jangka pendek hingga jangka panjang. Misalnya dari target bulanan hingga target tiap 3 tahunan. Susunlah laporan keuangan secara detail dan cermat agar bisnis tidak mudah terjerumus dalam kegagalan. [KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments