foto1611

Bagaimana Cara Mengenali Talenta Anak?

Tiap anak adalah pribadi yang unik. Ada talenta terpendam dalam diri anak, yang sayangnya mungkin tidak kita lihat ketika anak-anak masih duduk di bangku SD atau lebih muda lagi. Namun, mengenali talenta anak sejak dini bukan tidak mungkin. Semakin dini Anda mengenali bakat anak, semakin besar peluang dalam mengembangkan bakat atau talenta anak.

Sebelum masuk lebih dalam pada pengenalan bakat anak, ada hal yang perlu diingat. Anak Anda bukanlah “duplikat” atau copy cat Anda. Sebagai contoh, jika Anda sukses sebagai musisi, janganlah memaksakan anak menjadi musisi atau selebritas. Apalagi bila anak mempunyai minat berbeda seperti menjadi guru atau pengajar.

Gali lebih dalam

Sejumlah anak mungkin akan menunjukkan talentanya sejak masih kecil. Misalnya, indah dalam menggambar atau merdu saat bernyanyi. Akan tetapi, tak perlu berkecil hati ketika anak belum menunjukkan bakatnya.

Laman Parents.com mengungkapkan, permainan tidak beraturan (unstructured play) yang dilakukan anak sebaiknya tidak dipandang sebelah mata. Contohnya, menari-nari di dalam rumah atau hobi membongkar barang. Anak melakukan sesuatu biasanya karena adanya dorongan dalam hati mereka.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg tentu tak asing lagi di telinga kita. Bisa jadi Anda bertanya-tanya, apa rahasia kesuksesan Mark yang tidak menyukai kuliah ini? Tidak semua orang tahu, perkenalan Mark pada pemrograman komputer sudah berlangsung ketika masih berumur belasan tahun. Pada usia SMP, ayahnya mengajarkan Mark tentang pemrograman Atari Basic; pelajaran yang cukup berat untuk anak SMP pada era 1990-an. Namun, dari sini lahir salah satu pelopor media sosial di internet.

Anda memang perlu mengenali karakter anak dan mencermati kebiasaan anak untuk mengetahui dan mampu mengembangkan talenta mereka. Jika bakat anak mulai terlihat, tawarkan pada mereka tentang kemauan belajar lebih serius. Ketika anak mengatakan mau, Anda perlu memanggil guru khusus untuk mengajar anak dalam mengasah talentanya.

Beri apresiasi

Namun, berbeda ketika bakat dan talenta anak belum terlihat. Sebagai orangtua, Anda perlu lebih mencermati tingkah laku anak dan aktivitas mereka sehari-hari. Jangan ragu untuk bertanya tentang aktivitas anak di sekolah atau saat bermain bersama teman-temannya. Pancinglah agar anak mau mengungkapkan hal-hal yang mereka sukai dan tidak.. Dari sini akan terlihat minat atau passion anak.

Berikan ruang dan lingkungan agar anak bisa mengembangkan talentanya dengan nyaman dan leluasa. Selain memasukkan anak ke tempat les atau memanggil guru privat, dukungan paling penting adalah dari Anda sendiri. Bagaimana caranya? Berikan apresiasi pada setiap progres yang dilakukan anak. Sekecil apapun perkembangan yang ditunjukkan, jerih payah anak perlu diapresiasi, tetapi jangan berlebihan. Anda bisa memberikan target yang wajar untuk anak dan memacu anak mencapai target tersebut. Misalnya, mampu memainkan 3 lagu dengan piano dalam seminggu.

Janganlah memaksakan gaya belajar Anda pada anak. Biarkan saja anak belajar dengan caranya sendiri. Namun, perhatikan jika anak cepat puas. Beritahukan pada anak agar keahlian tertentu tidak hanya berhenti pada satu titik. Artinya, mereka harus terus belajar untuk meningkatkan kemampuan dan talenta semakin terasah.

Laman Parenting.com mengungkapkan pembelajaran dari Steve Jobs yang bisa dicontoh. Di antaranya adalah menyukai hal-hal yang dikerjakan, berpikir berbeda atau kreatif, dan mau memperbaiki kesalahan. Mengasah talenta anak pun tidak jauh berbeda. Anak perlu menyukai hal-hal yang dikerjakan, berpikir out of the box, dan selalu belajar agar kesalahan tidak terulang. Mari lebih mengenali talenta buah hati kita. [KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments