img-20161113-wa0009_resized

Strategi Siapkan Dana Pendidikan Anak

Kebutuhan dana dalam sebuah rumah tangga atau keluarga memang cukup banyak. Ketika Anda telah menikah dan mempunyai anak, perhitungan keuangan tidak hanya meliputi cicilan rumah atau kendaraan, dana pendidikan anak juga penting disiapkan.

Perencanaan keuangan untuk dana pendidikan buah hati perlu diperhitungkan dalam jangka panjang. Tiap jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA membutuhkan alokasi biaya tersendiri dan mungkin relatif masih ringan. Namun, dana pendidikan akan melonjak tajam begitu anak memasuki jenjang perguruan tinggi.

Sejumlah perencana keuangan Indonesia, menurut berbagai sumber, memperkirakan biaya pendidikan di Indonesia rata-rata meningkat 15-20% per tahun. Jika inflasi di Indonesia mencapai sekitar 7%, biaya pendidikan Indonesia semakin lama akan terasa kian mahal.

Sebagai ilustrasi, anggaplah saat ini anak Anda berusia 10 tahun dan akan kuliah pada usia 18 tahun. Nah pada tahun ini, kita ambil rata-rata biaya uang masuk kuliah kampus yang bermutu katakanlah mencapai Rp 100 juta (meski tergantung universitas dan fakultas yang diambil). Dengan asumsi tersebut, maka perkiraan biaya uang masuk kuliah untuk 8 tahun mendatang bisa mencapai Rp 200 juta atau lebih.

Apalagi jika Anda ingin menguliahkan anak di luar negeri dengan biaya sendiri, perhitungan biaya perlu lebih matang lagi. Itulah mengapa dana pendidikan anak harus dipersiapkan seawal mungkin.

Tabungan tidak cukup

Untuk menyiapkan dana pendidikan anak dalam jangka panjang, tabungan saja tak cukup. Tabungan biasa bisa digunakan untuk membiayai keperluan lain anak selama menjalani masa pendidikan. Misalnya membeli buku-buku, tas, atau biaya-biaya praktikum dan sebagainya.

Motivator, entrepreneur, sekaligus penulis buku Adam Khoo dalam salah satu seminarnya menekankan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Jika pengelolaan keuangan Anda masih buruk meskipun sudah berkeluarga, segera ubah dan jangan tunggu sampai nanti-nanti.

Beberapa langkah perbaikan keuangan antara lain, membedakan kebutuhan dan keinginan, membagi pendapatan dalam beberapa pos, berinvestasi, dan merencanakan keuangan untuk masa depan.

Untuk menyiapkan dana pendidikan, ada beberapa opsi. Pertama, deposito. Menyimpan dana dalam jumlah tertentu dan jangka waktu tertentu seperti deposito dinilai lebih menguntungkan, karena bunga deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Kisaran bunga deposito bisa mencapai lebih dari 5%.

Kedua, properti. Investasi dalam bentuk properti memang membutuhkan dana yang cukup besar. Namun, kenaikan harga properti bisa mencapai lebih dari 20% per tahun, tergantung situasi ekonomi dan pemilihan lokasi. Nilai jual properti pun tergolong tinggi. Agar properti jadi investasi yang menguntungkan, cermatlah sebelum membeli properti, baik dalam bentuk rumah, tanah, apartemen, atau ruko. Pelajari ilmu properti terlebih dulu dengan saksama.

Ketiga, reksadana. Reksadana adalah pilihan investasi yang prospektif untuk jangka panjang. Pencairan reksadana juga relatif fleksibel. Tidak hanya untuk diri sendiri, Anda bahkan bisa membuatkan reksadana khusus untuk putra-putri Anda.

Yang paling penting dalam perencanaan dana pendidikan anak adalah prediksi biaya pendidikan masa mendatang dan strategi keuangan untuk menjawab kebutuhan dana. Hal ini sebaiknya dilakukan dari sekarang. Perencanaan keuangan sejak dini akan menghindarkan Anda dari kesulitan keuangan di masa depan.

Jenis-jenis investasi lainnya yang lebih kompleks akan dibahas pada kesempatan berikutnya. Prinsipnya, cermatlah dalam merencanakan keuangan keluarga. Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak Anda. [KUL/PRS]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments