jerawat1111

“Do’s” dan “Don’t” Melawan Jerawat

“Iiiiihhhh, jerawat!” Kesal pada diri sendiri begitu menemukan tonjolan kemerahan di sekitar hidung, pipi, kening, atau area lain pada wajah. Menemukan satu jerawat, gemas rasanya ingin memencet, berharap jerawat segera lenyap. Apa daya, jerawat justru malah makin meradang. Berobat ke ahli kulit jadi pilihan.

Seringkali kita menganggap jerawat hanyalah masalah hormon saat remaja. Nyatanya, masalah jerawat juga dialami usia dewasa hingga 30-an tahun, bahkan lebih. Tidak hanya di wajah, jerawat juga bisa muncul di area tubuh lain seperti dada atau punggung.

Jerawat bisa disebabkan akibat sebum, sel kulit mati, serta bakteri menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Jenis jerawat biasanya dibedakan menurut bentuknya. Di antaranya, jerawat yang berukuran besar dan mengalami sedikit pembengkakan, jerawat kecil-kecil kemerahan, jerawat dengan puncak berwarna putih nanah, dan jerawat yang masih terdapat dalam kulit. Termasuk dalam kategori jerawat lainnya adalah komedo hitam dan komedo putih.

Penanganan jerawat bisa menggunakan obat jerawat yang mudah ditemukan di pasaran atau ke dokter kulit jika kondisi jerawat cukup parah. Di luar itu, Anda bisa melakukan perawatan sehari-hari. Berikut ini adalah masukan atau saran (do’s) dan hal-hal yang perlu dihindari (don’t) ketika menangani jerawat.

Do’s

Penanganan jerawat dari dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan yang tepat dan sehat. beberapa jenis makanan yang disarankan adalah ikan-ikanan segar, buah dan sayuran yang kaya kandungan antioksidan, jenis kacang-kacangan tertentu dan yoghurt. Ikan laut dikenal kaya akan omega-3. Asam lemak omega-3 ini bermanfaat untuk mencegah peradangan dan mencegah pertumbuhan jerawat. Tidak hanya pada ikan laut, omega-3 juga bisa ditemukan dalam jenis kacang tertentu, misalnya kacang almond.

Biasanya buah-buahan dan sayuran segar yang berwarna mencolok seperti merah, jingga, kuning, dan ungu mengandung antioksidan tinggi. Jenis buah dan sayuran ini contohnya adalah jeruk, apel, wortel, dan terung. Kandungan antioksidan dapat melawan radikal bebas dan membantu meredam jerawat. Sementara itu, yoghurt dikenal kaya kandungan probiotik yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan kulit.

Bersihkan wajah dan tubuh secara rutin agar wajah dan tubuh terbebas dari jerawat. Jika perlu, lakukan scrubbing untuk wajah dan tubuh paling tidak seminggu sekali. Butiran scrub dapat membantu mengangkat kotoran dan sel kulit mati dengan lebih baik.

Usahakan olahraga atau beraktivitas fisik. Aktivitas fisik atau olahraga dapat mendukung metabolisme tubuh. Racun-racun dalam tubuh akan keluar melalui keringat. Peredaran darah pun akan lebih lancar. Tubuh pun akan semakin sehat secara keseluruhan.

Don’t

Jika ada makanan yang baik dikonsumsi ketika mengalami jerawat, berarti ada juga makanan yang perlu dihindari. Jenis makanan yang perlu dihindari antara lain makanan yang mengandung kadar gula tinggi, produk susu dan turunannya (kecuali yoghurt), makanan mengandung lemak tidak sehat, dan makanan berminyak. Contohnya adalah permen, kue-kue manis, keju, fast food, dan gorengan.

Makanan yang berkadar gula tinggi dan minim serat dapat merangsang produksi minyak berlebih dalam tubuh tetapi pori-pori lebih tersumbat. Risiko jerawat akan lebih besar. Mengonsumsi susu hewani dan keju saat dalam kondisi jerawat parah dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh dan memicu pertumbuhan jerawat lebih banyak.

Untuk perawatan luar tubuh, hindari terlalu sering mencuci wajah dengan sabun wajah berlebihan. Mencuci wajah dengan sabun khusus wajah paling baik dilakukan dua kali dalam sehari. Lebih dari itu, kulit akan lebih mudah kering dan terancam peradangan.

Scrubbing pada wajah baik dilakukan untuk pencegahan jerawat. Namun, hindari scrubbing wajah saat wajah dalam kondisi jerawat parah karena bisa memicu iritasi dan terasa perih. Hindari juga memencet jerawat. Selain bisa memperparah kondisi jerawat, kulit bisa mengalami luka goresan kecil dan mudah terinfeksi.

Jika mengalami jerawat, hindari kosmetik yang mengandung mineral. Kandungan mineral dalam kosmetik dapat mendukung pertumbuhan bakteri. Sebaiknya pilih kosmetik dalam bentuk bubuk atau powder. [KUL]

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments