foto_transportasi

Aturan Tak Tertulis Naik Transportasi Publik Massal

Ada alasan yang membuat transportasi umum yang bersifat massal tetap menjadi primadona. Praktis, cepat, dan murah adalah keunggulannya. Namun, meskipun menawarkan sejumlah kemudahan, ada “tata krama” tersendiri ketika menggunakan transportasi publik agar kita aman di perjalanan sekaligus menjadi penumpang yang beradab.

Kawasan Bintaro adalah lokasi di sekitar Jakarta yang cukup strategis. Terdapat sejumlah pilihan transportasi publik seperti kereta commuter line dan TransBintaro untuk menjangkau Jakarta. Ada beberapa stasiun yang terdekat dengan kawasan Bintaro, yaitu Stasiun Pondok Ranji dan Stasiun Jurangmangu. Sementara itu, titik keberangkatan bus TransBintaro antara lain bisa ditemukan di Bintaro Trade Center.

Sementara itu, ketika berada di Jakarta, Anda bisa dengan mudah menjangkau bus TransJakarta. Bus ini mempunyai halte-halte di lokasi yang strategis, baik pusat bisnis, perkantoran, pusat perbelanjaan, maupun lokasi wisata. Sebutlah halte di kawasan Bendungan Hilir, Grogol, Harmoni, dan Taman Mini Indonesia Indah.

Transportasi publik massal seperti commuter line bisa jadi solusi keluar dari kemacetan. Jarak tempuh Bintaro-Jakarta pun lebih singkat, tidak sampai setengah jam, Anda bisa tiba di Jakarta dengan kereta commuter line. Naik TransBintaro memang masih ada kemungkinan terjebak kemacetan. Sementara itu, menaiki bus TransJakarta lebih mudah karena jalur khusus bus ini steril walaupun masih ada kemungkinan bus TransJakarta terjebak kemacetan. Namun, paling tidak, kaki Anda tidak pegal memainkan persneling dan gas-rem mobil atau punggung pegal karena naik sepeda motor dengan jarak yang cukup jauh.

Meskipun demikian, transportasi publik massal bukan tanpa risiko. Naik bus seperti TransJakarta atau TransBintaro terkadang rawan pencopetan. Gencet-gencetan di dalam kereta commuter liner selain membuat tidak nyaman juga rawan pencopetan dan pelecehan seksual. Belum lagi jika ada permasalahan kelistrikan di kereta commuter line yang membuat perjalanan terhambat. Risiko ini memang harus dihadapi jika Anda memang berniat untuk menaiki sarana transportasi publik yang bersifat massal. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atau hal negatif lainnya, Anda perlu memperhatikan beberapa aspek berikut ini.

Keamanan

Risiko pencopetan bisa terjadi di mana saja. Tidak ada yang bisa mencegah kecuali jika setiap kita berhati-hati dan selalu waspada. Incaran pencopet biasanya barang-barang berharga seperti dompet, gadget, dan perhiasan. Anda pun perlu memberi perhatian lebih pada penyimpanan benda-benda ini.

Caranya, usahakan tidak menggunakan gadget di tempat-tempat umum atau di tengah keramaian, Anda tidak akan pernah tahu siapa orang yang mengincar Anda. Jika terpaksa menggunakan gadget, usahakan tidak menarik perhatian banyak orang.

Simpanlah barang berharga dalam tempat yang aman. Tas biasanya menjadi tempat penyimpanan gadget seperti ponsel, kamera, dan laptop. Jangan asal memasukkan, usahakan penempatan gadget dalam tas cukup tersembunyi. Manfaatkan kantong-kantong penyimpanan dalam tas.

Pilihlah tas yang mempunyai penutup dobel. Atau berikan tambahan gembok kecil pada risleting tas untuk memberikan pengamanan ganda. Selain itu, jangan menempatkan tas di belakang punggung atau disandangkan di bahu. Letakkan tas di depan tubuh Anda. Dengan cara ini, keamanan tas akan lebih mudah diawasi. Hal ini berlaku ketika Anda menaiki commuter line, bus TransBintaro, ataupun TransJakarta.

Etika

Tidak semua orang bisa mendapatkan tempat duduk ketika menaiki sarana transportasi umum. Untuk itu, jika Anda dalam kondisi muda, sehat, dan kuat, berikanlah tempat duduk pada orang yang lebih membutuhkan. Prioritas tempat duduk, baik di kereta maupun bus, adalah para lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan kaum disabilitas. Jika Anda laki-laki, berikan tempat duduk pada kaum perempuan terlebih dulu.

Kaum perempuan rawan pelecehan bila berada di dalam sarana transportasi umum yang padat dan sesak. Memberikan tempat duduk pada kaum perempuan berarti Anda membantu mengurangi risiko pelecehan seksual.

Di sisi lain, kaum perempuan sebaiknya mengenakan busana yang “aman”. Misalnya, mengenakan celana panjang, rok minimal sepanjang lutut, dan mengenakan jaket. Dalam kondisi tertutup, perempuan akan relatif lebih aman dari tindak pelecehan seksual di sarana transportasi umum.

Sebaiknya Anda tidak makan atau minum selama menaiki sarana transportasi umum massal, apalagi jika dalam kondisi berdesak-desakan. Risiko makanan atau minuman tumpah dan mengenai orang lain sangat mungkin terjadi. Jika Anda mempunyai sampah makanan atau minuman, buanglah di tempat sampah agar tidak mengotori sarana transportasi umum. Commuter line bahkan melarang makan-minum di dalam gerbong.

Selain itu, ketika masuk, usahakan Anda masuk ke bagian dalam sarana transportasi publik massal agar memberikan ruang bagi penumpang lain. Jika akan turun, mendekatlah ke pintu. Namun, jika ada orang lain ingin turun, berikanlah ruang agar mereka bisa menjangkau pintu keluar dengan mudah begitu tiba di stasiun atau halte. Mari menjadi penumpang yang beradab demi kenyamanan bersama. [KUL]

Foto ilustrasi: Dok. Etalase Bintaro

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments