foto-utama

Napas Baru Jazz Anak Bangsa

“Semua bisa bilang cinta….

Semua bisa bilang…”

Nyanyian merdu dengan sentuhan khas vokal serak berkarakter ini terlantun dari penyanyi jazz kawakan Indonesia, Margie Segers. Seluruh isi Hall Gedung Usmar Ismail yang berlokasi di Kuningan, Jakarta, seolah terbuai, terlena, sambil bersenandung lirih.

Malam itu, Margie berkesempatan tampil mengawali FreedomsJazz Awards ’16 bersama Indonesia All Stars. Penggemar sejati jazz tentu tak asing lagi dengan para legenda jazz yang tergabung dalam Indonesia All Stars, yaitu Oele Pattiselano, Benny Likumahuwa, Benny Mustafa, Jeffrey Tahalele, dan Fanny Kun. Penampilan musisi gaek ini adalah untuk mengantarkan para anak muda berbakat dan terpilih yang diharapkan bakal menjadi napas baru jazz di Indonesia.

“Freedom” artinya kebebasan. FreedomsJazz ini diharapkan mampu meraih perhatian kaum muda berbakat untuk bebas berekspresi (freedom to express), bebas berimprovisasi (freedom to improvise), serta bebas bertumbuh dan dikenali (freedom to grow and be recognized).

Muda dan berbakat

Pembukaan acara berlangsung mengejutkan dan bernuansa “patriotik” dengan ajakan menyanyikan secara bersama-sama lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Penonton pun serentak berdiri dan khidmat bernyanyi.

foto2

Tanggal 1-17 Agustus 2016 mengawali ajang momentum dalam unjuk gigi. Sejumlah musisi seperti Indra Aziz, Sandy Winarta Trio, Kevin Yosua, Kevin Suwandhi, Keysmate, Dua Drum, Mikail Alrabbdia, Alvin Ghazalie, Dimas Pradipta, Absurdnation, Three Song, Elfa Zulham, Satria & The Monster, Bass G, Nesia Ardi, Nicky Manuputty, dan Rega Dauna menunjukkan kebolehannya dalam memainkan nada. Lebih dari sekadar manggung, para generasi muda jazz Indonesia ini juga mendapatkan kesempatan untuk rekaman di iCanStudioLive. Anda bisa mengunduh karya mereka melalui iTunes.

“Saya amazed juga, ada begitu banyak bakat di Indonesia. Produksi mereka mengagumkan. Bahkan, penampilan mereka sangat luar biasa di atas panggung, dalam usia yang masih sangat muda,” ungkap Irsan Wallad yang akrab dipanggil Ican, pemilik iCanStudioLive sekaligus salah satu board member FreedomsJazz Awards. Board member FreedomsJazz lainnya adalah Harry Murti, Lucy Willar, dan Barry Likumahuwa.

foto3

Malam itu, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, menjadi puncaknya. Dari 17 musisi jazz muda berbakat ini diseleksi satu yang terbaik dalam 7 kategori yang ditentukan. Tidak ada yang jelek, semuanya bagus-bagus. Meskipun demikian, tetap ada yang dipilih untuk menjadi yang terbaik dalam tiap kategori.

Berikut ini adalah pemenangnya. Untuk kategori Best New Comer, pemenangnya adalah Kevin Suwandhi dengan catatan dari juri sebagai “amazing player, swings naturally”. Elfa Zulham mendapatkan apresiasi sebagai Best Original Composition dengan komentar “wonderful collaboration between rhythm and horns”.

Pemenang kategori Best Young Promising adalah Samuel Song. Bersama grupnya, Samuel Song disebut “3 wonder boys who play great”. Kategori Best Fusion Performance diraih oleh Bass G yang dinilai mempunyai “suara internasional”. Alvin Ghazalie meraih predikat sebagai Best Mainstream Performance dengan komentar juri “fast remarkable responses for public”.

foto1

Sementara itu, Best Contemporary Performance diraih oleh Keysmate yang dipandang sebagai “the most interesting band”. Untuk Artist of The Year diraih oleh Nesia Ardi yang dinilai sebagai “very talented female artist”.

Di sela-sela pemberian penghargaan, hadir pula Nita Aartsen Trio yang memadukan improvisasi musik klasik dengan tepukan kendang lincah dari musisi perkusi kenamaan, Jalu. Aransemen yang mengentak dengan komposisi melodi unik memanjakan setiap telinga.

foto4

Dewan juri terdiri dari Din Safani (musisi senior dan founder Rhythm & Groove Music Camp Singapore), Adji Soebijantoro (Operation Manager Jazz On Trijaya Palembang), dan Riandy Kurniawan (CEO Jazzuality).

Malam kian larut. Namun, penonton tak jemu menikmati belaian suara dari para musisi jazz Indonesia. Selain Indonesia All Stars dan Nita Aartsen Trio feat Jean Sebastien, hadir pula Tesla Manaf, AbsurdNation, Nesia Ardi dan Irsa Destiwi, yang menawarkan sajian apik serta Satria and The Monster sebagai pemungkas acara.

“Bagi kami, ini adalah sebuah pencapaian, future business, semacam inkubator, karena kita membuat suatu hal, suatu segmen, dalam menciptakan FreedomsJazz Festival,” terang Harry Murti. [KUL]

Foto, Video, & Editing: Tim Etalase Bintaro/Nikikula, Prasto & YonK

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments