foto6-1

Penerapan Gaya “Vintage” dalam Penataan Ruangan

Sesuatu yang terkait dengan barang-barang vintage biasanya identik dengan kesan yang usang. Namun, layaknya mode, rotasi tren juga terjadi dalam dunia desain interior. Bolehlah kita sebut gaya modern-minimalis sebagai tren yang kekinian. Namun, tak perlu terkejut jika vintage masuk di dalamnya.

Desainer sekaligus pemilik Jakarta Vintage, Luthfi Hasan, menuturkan, tren interior saat ini semakin personal. Banyak orang mulai kreatif dalam mencampur-campurkan furnitur dan barang-barang serta menata interior sesuai keinginan tanpa harus terikat gaya tertentu. Termasuk di dalamnya, mencampurkan barang-barang dari toko antik, produk baru, dan furnitur vintage.

foto4-2

Sekitar 50 tahun

Luthfi menyebutkan, furnitur bisa disebut vintage jika berumur sekitar 50-an tahun. Meskipun demikian, sekarang ini banyak ditemukan produk furnitur modern yang banyak mengadopsi model furnitur sekitar tahun 1950-an atau mirip dengan gaya vintage. Beberapa ciri yang bisa dikenali antara lain, kursi rendah dengan kaki-kaki kursi langsing tetapi kuat atau lemari kayu dengan bagian ujung tumpul.

“Barang antik itu usianya di atas 100 tahun. Jadi, kategori antik di dalamnya bisa masuk gaya kolonial dan barok. Tapi kalau vintage, itu usianya sekitar 50 tahun atau kurang,” terang Luthfi kepada Etalase Bintaro (EBIN) beberapa waktu lalu.

foto8-1

Keunggulan dalam paduan desain ruangan modern, vintage memberikan karakter yang kuat dalam ruangan. Furnitur bergaya vintage biasanya berdesain minimalis, tanpa banyak detail. Anda pun bisa menempatkan furnitur vintage dalam ruangan yang bergaya modern, eklektik, ataupun klasik. Keleluasan furnitur vintage inilah yang membuat gaya ini kembali digandrungi belakangan ini. Selain itu, furnitur vintage juga relatif masih terjangkau dibandingkan furnitur antik.

“Saat ini, orang juga punya kebebasan dan keberanian untuk tampil beda. Gaya vintage memberikan peluang untuk itu,” kata Luthfi.

Ramah lingkungan

Jika Anda ingin berkreasi dengan furnitur vintage dalam menata ruangan, Luthfi mengungkapkan untuk tidak membatasi diri. Anda bisa leluasa menata ruangan dengan furnitur vintage sesuai selera dan keinginan. Namun, Luthfi mengungkapkan kecermatan dalam memperlakukan barang-barang vintage.

foto9-1

Jika produk vintage tidak diolah atau diolah dengan cara yang tidak relevan, justru akan tampil kesan lawas. Sebaliknya, jika Anda mempunyai produk atau furnitur vintage dan diolah kembali dengan cara yang relevan, furnitur atau barang vintage pun bisa menjadi sesuatu yang baru atau kekinian.

Keunggulan lainnya, furnitur vintage ini juga terbilang ramah lingkungan. Barang-barang vintage biasanya merupakan produk lama yang diolah kembali agar tampil lebih apik. Dengan begitu, tidak ada produksi baru atau energi baru yang digunakan kembali. Pembuatan furnitur bergaya vintage untuk masa kini pun bisa memanfaatkan kayu bekas yang kualitasnya masih bagus. Inilah yang membuat kesan ramah lingkungan makin kental.

foto1-3

Vintage itu justru sangat relevan dengan gerakan green living. Sesuatu yang ramah lingkungan saat ini telah menjadi suatu tuntutan dan bukan lagi tren,” cetus Luthfi.

Varian produk

Lama berkecimpung dalam desain produk furnitur bergaya vintage, Luthfi pun merambah ranah yang berbeda. Ia mencoba memadukan produk yang ditemukannya untuk menjadi sesuatu yang baru. Peluang terbuka pula dari perusahaan tableware porselen.

“Saya menemukan patung dari pasar loak di Cikapundung, Bandung, dan memadukannya dengan barang yang saya temukan di Kebayoran lama. Jadilah karakter Marry dan Teddy yang sebelumnya belum pernah ada. Saya kasih nama, saya kasih cerita,” papar Luthfi.

foto3-1

Ia mencoba menghidupkan kembali karakter yang terbuang dalam sebuah karya artifisial bergaya vintage. Kisah Marry dan Teddy ini antara lain dituangkan dalam produk tableware porselen. Terobosan inilah yang membuatnya berbeda karena berhasil memecah kebuntuan alur antara perusahaan atau pabrik tableware porselen dengan desainer langsung. [KUL]

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments