foto4-1

Antara Keluarga, Karya, dan Peran Wanita

Dari kawasan Bintaro, tepatnya di Jalan Lombok, Neneng Sia Ferrier (63) berkarya. Wanita pelukis yang mulai aktif sejak tahun 2000 dan mengawali pameran perdana di Balai Budaya Jakarta pada 2003 ini telah menjelajah berbagai negara dengan goresan kuasnya. Etalase Bintaro (EBIN) menemui Neneng di arena Pekan Raya Indonesia 2016 di ICE, Serpong beberapa waktu lalu.

Kita boleh sebut nama maestro lukis Indonesia yang melegenda seperti Affandi dan Basoeki Abdullah. Namun, generasi kejayaan dunia lukis Indonesia tidak berhenti. Ada bakat baru yang bermunculan, bahkan banyak pelukis Indonesia yang telah lama berkiprah di mancanegara tetapi namanya belum tentu kita dengar. Salah satunya adalah Neneng.

“Usia 45 tahun, saya baru fokus belajar melukis di Amerika Serikat. Sebelumnya, karena sebagai wanita yang sudah married dan punya anak, saya sibuk mengurus keluarga. Saya baru ada waktu dan baru mulai studi lukis setelah anak-anak dewasa,” tutur Neneng.

Berkarya

Neneng mengaku pernah berpartisipasi dalam pameran lukisan di sejumlah negara. Di Asia Tenggara, ia pernah menggelar karyanya di Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Filipina, dan Jepang. Di Timur Tengah, karya Neneng pernah hadir di Lebanon dan Abu Dhabi. Karyanya pun menjelajah sejumlah negara di Eropa.

Belum lama ini, karya Neneng bersama karya dari dua pelukis kenamaan Indonesia lainnya turut menghiasi pertemuan G20 yang dilaksanakan di Hangzhou, China. Bahkan, karya pelukis Indonesia dikoleksi salah satu museum di sana.

“Saat mereka bilang ‘Indonesia’, saya bangga sekali. Bangga banget-lah kalau kita bisa mewakili negara kita di dunia,” kata Neneng.

Sebagian karya Neneng yang dipamerkan di Pekan Raya Indonesia.

Sebagian karya Neneng yang dipamerkan di Pekan Raya Indonesia.

Kesibukan Neneng tidak hanya sebagai pelukis, tetapi juga mengelola pameran lukisan di bawah bendera Swarna Space of Art dan Swarna Studio International Art. Swarna Space of Art lebih berfokus pada pelukis-pelukis Indonesia. Sementara itu, Swarna Studio International Art lebih ke apresiasi seni. Salah satu agendanya adalah mengundang seniman internasional ke Indonesia dan bekerja sama dengan galeri.

Tidak hanya itu, Neneng juga berkarya sebagai pematung. Sejumlah karyanya bisa ditengok di www.nenengartworks.com. Bila dicermati, karya-karyanya selalu mengambil figur wanita. Neneng mengaku memang suka mengungkap tema-tema kewanitaan, hubungan ibu dan anak, serta perempuan dan segala persoalannya. Namun, ia menolak jika disebut feminis.

“Banyak karya saya bicara tentang wanita, tapi saya bukan feminis. Saya hanya tidak setuju jika perempuan diperlakukan semena-mena. Kalau diperhatikan, patung-patung saya adalah perempuan yang tidak punya tangan, kaki, atau buntung. Ini mencerminkan meskipun ada yang bebas, sebagian wanita bergeraknya itu masih terbatas,” papar Neneng.

Peran keluarga

Berpartisipasi dalam pameran lukisan di berbagai negara, menjadi pematung, dan mengelola pameran tidak lantas membuat Neneng melupakan keluarga. Justru ia mengaku, keluarga berperan besar dalam mendukung kariernya sebagai pelukis.

Neneng mengungkapkan, saat ini, ia tidak begitu terikat pada keluarga. Namun, ia sangat menyayangi anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa. Mempunyai seorang suami yang sangat mendukung dalam berkarya dalam dunia lukis juga membuat Neneng merasa sangat bersyukur.

“Saya menghargai apa yang keluarga berikan pada saya. Suami saya juga sangat memberikan kebebasan pada saya untuk berkarya. Kalau kita bisa saling menghargai dalam keluarga, jalan kita dalam berkarya pun lebih enak,” kata Neneng.

Neneng mengaku, keluarganya justru bangga melihat dirinya terus aktif dan berkiprah dalam dunia seni lukis. Apalagi di usia Neneng yang relatif tidak muda lagi tetapi masih terus berkarya. Meskipun demikian, Neneng menyadari di Indonesia dan sebagai orang Asia, seorang perempuan perlu memahami kodratnya, termasuk memilah waktu dalam berkarya dan waktu untuk keluarga beserta tanggung jawabnya. Setuju? [KUL]

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments