sesaknafas_rev_ok

Mewaspadai Gejala Sesak Napas

Helaan napas terasa tidak lancar dan berat. Menarik napas panjang terasa susah. Pernahkah Anda atau keluarga Anda mengalami gejala sesak napas seperti ini?

Sesak napas kerap dianggap wajar jika seseorang sedang flu, pilek, atau hidung tersumbat. Penanganan sesak napas ketika mengalami gangguan kesehatan ini praktis mudah saja. Bersihkan cairan di hidung, atasi hidung tersumbat, atau minum minuman hangat. Kesulitan bernapas akan teratasi.

Namun, jika sesak napas terjadi akibat asma, penanganannya beda lagi. Anda perlu mengenali penyebab asma terlebih dulu. Biasanya, asma terjadi ketika tubuh menunjukkan reaksi alergi. Reaksi tubuh ketika mengalami alergi tidak hanya munculnya rasa gatal dan bengkak pada tubuh bagian tertentu. Reaksi alergi juga bisa membuat saluran napas menyempit. Efeknya, seseorang akan mengalami kesulitan bernapas.

Penanganan sesak napas akibat alergi juga berbeda. Anda pun perlu mengetahui faktor pemicu alergi terlebih dulu. Misalnya debu, bulu binatang, dan perubahan suhu yang ekstrem. Hindari juga jenis makanan pemicu seperti seafood dan kacang-kacangan.

Faktor penyebab lainnya

Beda halnya jika sesak napas jadi indikasi penyakit yang terkait dengan organ dan saluran pernapasan. Misalnya, sesak napas akibat kanker paru-paru, kecelakaan yang mencederai dada dan organ paru-paru, serta penyakit tuberculosis. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sesak napas juga bisa dialami karena obesitas, olahraga terlalu berat, berada di suhu ekstrem, atau berada di ketinggian. Jika pemicu sesak napas adalah akibat obesitas, mau tidak mau seseorang perlu diet sehat atau mengikuti program penurunan berat badan.

Hindari berolahraga berat jika Anda tidak terbiasa. Lebih baik berolahraga ringan secara intensif dibandingkan berolahraga berat dalam satu waktu. Untuk menghindari suhu ekstrem, siapkan baju hangat di lingkungan yang dingin atau baju tipis dan pelindung dari sinar matahari (misalnya payung dan topi) di lingkungan yang panas. Hindari ketinggian jika Anda mengalami fobia pada ketinggian.

Di luar gejala gangguan kesehatan ini, sesak napas juga bisa mengindikasikan penyakit yang lebih serius. Misalnya penyakit jantung. Jenis penyakit jantung memang banyak. Biasanya, penyakit jantung yang terkait dengan gejala sesak napas adalah serangan jantung, gagal jantung, dan gangguan ritme jantung.

Gangguan jantung disebabkan oleh kondisi otot jantung yang terlalu lemah sehingga pemompaan darah tidak optimal. Aliran darah yang juga menyalurkan oksigen pun terganggu. Akibatnya, oksigen tidak bisa mengalir lancar ke seluruh bagian tubuh. Gangguan ritme jantung bisa terjadi akibat aliran darah tidak lancar atau permasalahan pada organ jantung.

Sementara itu, serangan jantung bisa terjadi akibat penyempitan pembuluh darah di jantung karena penumpukan plak atau endapan kolesterol mau aliran darah pun menjadi terhambat. Serangan jantung biasanya diindikasikan dengan gejala sesak napas, rasa cemas berlebihan, dan dada terasa nyeri.

Bagaimana cara mengetahui bahaya tidaknya sesak napas? Jika Anda yakin sesak napas terjadi akibat gangguan kesehatan seperti flu, hal ini tidak menjadi masalah karena bisa ditangani sendiri.

Namun, waspadai jika sesak napas diikuti gejala lainnya seperti detak jantung terlalu cepat atau terlalu lambat, napas berbunyi, mual, muntah, nyeri dada, bengkak di bagian kaki, serta bibir dan ujung jari membiru. Segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat jika mengalami gejala-gejala ini. [KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments