foto4

Menelusuri Asal Kopi Luwak di Bali

Mendengar nama kopi luwak, kita tentu akan langsung membayangkan kopi mahal dari Indonesia di pasaran dunia. Kopi yang dikenal dari bijinya yang berasal dari sisa hasil pencernaan hewan luwak ini konon mempunyai cita rasa yang istimewa. Belum lama ini ETALASE BINTARO (EBIN) mengamati langsung pembuatan kopi luwak di Bali.

Sebagian besar dari kita hanya mendengar cerita tentang kopi luwak. Seperti apa sebenarnya proses kopi luwak dihasilkan? Daripada rasa penasaran berlama-lama tak kunjung terlampiaskan, saat berada di Bali yuk ajak keluarga ke salah satu agrowisata perkebunan kopi untuk mendapatkan informasi tentang kopi luwak. Sebut saja misalnya One Bali Luwak Coffee Agrotourism.

Sign board di pintu masuk.

Sign board di pintu masuk.

Agrowisata ini berlokasi di salah satu sisi Jalan Raya Bangli-Besakih, Banjar Sekar, Desa Nongan, Rendang, Karangasem, Bali. Lokasinya nyaris tidak terlihat karena tersamar oleh rimbunnya sesemakan dan pepohonan. Memasuki area agrowisata One Bali, area parkirnya cukup sempit. One Bali cocok untuk wisata keluarga tetapi bukan rombongan.

Hewan malam

Melangkahkan kaki ke pintu masuk, sapaan ramah dari pemandu akan terlontar menyambut Anda dan keluarga. Namun, janganlah mengharapkan pintu masuk lebar dengan perkebunan kopi yang luas. Area yang terbuka untuk umum cukup terbatas. Hanya ada jalan setapak yang akan menghantarkan Anda dan keluarga ke berbagai sudut kawasan agrowisata.

Belum lagi masuk ke dalam, Anda akan menjumpai sebuah kandang berukuran kira-kira 1×1 meter persegi. Di dalamnya, seekor hewan berbulu hitam bermoncong panjang tidur bergelung. I Wayan Antara, salah satu pemandu di One Bali menerangkan bahwa itulah hewan luwak yang menghasilkan kopi dari sisa hasil pembuangan pencernaannya.

Luwak adalah hewan malam.

Luwak adalah hewan malam.

“Luwak atau lubak dalam bahasa Bali adalah hewan malam. Kalau siang hari, luwak tidak beraktivitas, seperti ini, tidur saja,” kata Wayan Antara.

Setiap hari, hewan luwak ini akan diberi makan buah kopi. Wayan Antara mengatakan, luwak memakan buah kopi dan menelan bijinya. Biji kopi ini tidak tercerna dengan baik oleh luwak sehingga dikeluarkan dalam bentuk utuh. Hasil pembuangan luwak inilah yang diambil untuk diolah menjadi kopi luwak.

Biji kopi yang telah tecerna luwak ini dikumpulkan dan dikeringkan. Selanjutnya, biji-biji kopi yang dikeluarkan luwak ini dicuci dan dikeringkan. Setelah kering, biji kopi dicuci lagi dan dikeringkan sekali lagi. Proses ini dilakukan agar biji kopi dari luwak menjadi bersih. Setelah bersih, barulah biji kopi dimasak kemudian dihaluskan.

One Bali mempunyai salah satu sudut tempat pengolahan biji kopi dari luwak. Anda bisa melihat sisa pembuangan luwak berupa biji kopi yang masih keras, biji kopi yang telah dicuci dan dikeringkan, biji kopi yang telah dimasak, serta biji kopi dari luwak yang telah dihaluskan dan siap disajikan.

Beragam minuman olahan dari kopi, biji kakao, dan teh dari buah-buahan bisa dicicipi pengunjung.

Beragam minuman olahan dari kopi, biji kakao, dan teh dari buah-buahan bisa dicicipi pengunjung.

Aroma kopi luwak ini berbeda dengan kopi pada umumnya. Biasanya aroma kopi cukup tajam dan khas. Akan tetapi, kopi luwak ini mempunyai aroma kopi yang samar. Ada sensasi aroma manis yang tercium dari dalamnya.

Beragam tumbuhan rempah

Menariknya, tidak hanya tanaman kopi yang ada di One Bali. Wayan Antara menunjukkan beragam jenis tumbuhan rempah asli Indonesia dan sejumlah negara. Di antaranya jahe, sereh, sirih, dan black chili yang sepintas mirip sirih tetapi daunnya berukuran jauh lebih besar. Ada pula tumbuhan vanili yang menjadi bahan baku pembuatan vanila, kakao yang menjadi bahan pembuatan cokelat, manggis, dan markisa, serta sejumlah tanaman lainnya.

Black chili ini biasanya tumbuh di kawasan Amerika Selatan. Tetapi kita tanam di sini,” terang Wayan Antara.

Area toko dengan berbagai variasi minuman siap diseduh.

Area toko dengan berbagai variasi minuman siap diseduh.

Pada penghujung tur, Anda akan dibawa ke area restoran yang terbuat dari kayu dan bambu. Di sini, Anda akan ditawari beragam minuman olahan dari kopi, biji kakao, dan teh dari buah-buahan. Di antaranya teh jahe, teh manggis, kopi kelapa, kopi vanila, dan kopi khas Bali. Anda dan keluarga pun bisa singgah di area toko. Di dalamnya terdapat beragam varian kopi yang siap untuk diseduh, teh, madu, biji vanila, dan minuman khas Bali lainnya. Tertarik mengunjunginya? [KUL]

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Comments

comments