males

Mengapa Anak Malas Belajar?

Ujian semester sudah di depan mata, tetapi anak malah tampak ogah-ogahan. Sebagai orangtua, tentu Anda resah dan gemas. Bagaimana jika nanti ujian anak hasilnya buruk?

Disuruh belajar, tidak mau. Justru anak lebih sering bermain game atau bersepeda bersama teman-temannya. Anak mengetahui bahwa ujian di depan mata, tetapi malah menonton TV berlama-lama dan menolak membaca buku pelajaran atau membuka catatan. Anda merasa ingin marah?

Daripada terburu-buru memarahi anak, sebaiknya tahan emosi terlebih dulu. Cari tahu penyebab anak menjadi malas belajar. Tentu ini membutuhkan kesabaran lebih. Namun, jika Anda ingin agar motivasi belajar anak kembali muncul, ada strategi yang perlu dilakukan.

Beragam       

Penyebab anak malas belajar cukup banyak. Bisa jadi, anak memang sedang malas belajar atau pemalas. Namun, ada kemungkinan anak lelah dengan aktivitas harian. Coba Anda perhatikan, apa aktivitas keseharian anak. Jika anak belajar di sekolah hingga siang hari, lanjut les mata pelajaran hingga sore hari, dan les musik pada malam hari, sudah pasti anak kelelahan dan mudah malas belajar.

Jika penyebabnya adalah kelelahan, solusinya tentu dengan mengurangi aktivitas anak. Pilihkan aktivitas yang benar-benar prioritas pada anak. Hindari memaksa anak les pada mata pelajaran tertentu yang sebenarnya bisa dipelajari sendiri oleh anak.

Anak malas belajar bisa jadi karena merasa tidak nyaman di sekolah. Pemicunya beragam. Misalnya anak tidak menyukai sistem kedisiplinan di sekolah baru yang mengekang dan terlalu ketat. Pemicu lainnya adalah karena guru di sekolah mengajar dengan metode yang buruk atau anak mengalami kekerasan di sekolah.

Biasanya, anak yang merasa tidak nyaman di sekolah akan ditandai dengan penolakan anak masuk sekolah. Jadi, tidak hanya enggan belajar, anak menolak segala sesuatu yang terkait sekolah. Ini yang perlu dicari tahu penyebabnya. Setelahnya, coba berkonsultasilah dengan pihak sekolah untuk membantu menyelesaikan permasalahan anak. Bujuk kembali anak agar mau masuk sekolah dan belajar.

Kemalasan bisa bermula dari ketidakcocokan dengan metode belajar. Tidak semua anak bisa belajar dengan nyaman dengan duduk di meja belajar dan membaca catatan. Sebagian anak menyukai belajar kelompok, belajar sambil mendengarkan musik, atau belajar dengan membuat percobaan-percobaan ilmiah. Inilah yang perlu diketahui para orangtua.

Tanyakan pada anak, kondisi dan suasana seperti apa yang membuat anak merasa enak dan nyaman dalam belajar. Selanjutnya, ciptakan lokasi yang mendukung belajar anak. Hindari memaksakan satu metode belajar pada anak.

Anak malas belajar tetapi suka bermain gitar atau melukis? Bisa jadi, inilah bakat terpendamnya. Bukan berarti anak tidak pintar, melainkan setiap anak memiliki keunggulan dan talentanya sendiri. Talenta ini perlu diasah.

Perlu diberi pemahaman

Meskipun demikian, anak perlu diberikan pemahaman, mereka pun perlu mengikuti pelajaran di sekolah untuk menentukan kelulusan dan menguasai pelajaran bidang dasar. Tentunya disertai pengasahan bakat anak. Dengan begitu, anak bisa mengasah talenta sekaligus mempunyai konsekuensi waktu untuk belajar pelajaran di sekolah.

Masalah emosional juga mempengaruhi anak. Bila dalam keluarga kerap terjadi konflik, jangan heran bila anak menjadi malas belajar dan memilih bermain bersama teman-temannya di luar rumah. Ini karena anak merasa tidak nyaman. Apalagi jika orangtua terlalu memaksa anak, mengeluarkan kata-kata tajam yang menjurus pada kekerasan psikis, dan melakukan kekerasan pada anak. Anak pun akan merasa tidak nyaman.

Pada intinya, anak akan lebih mudah belajar jika lingkungan di sekitarnya mendukung. Jadi, cobalah mengakomodasi lingkungan belajar yang nyaman untuk anak. Jika anak tetap malas, cobalah dekati anak dan berikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan dan ingatkan kembali pada cita-cita mereka saat dewasa nanti. Jangan lupa, berikan penghargaan sewajarnya pada tiap langkah perbaikan akademis anak. Cara ini akan membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk lebih rajin lagi. [KUL]

Foto ilustrasi & olah digital: Etalase Bintaro/Prasto & YonK

Comments

comments