parenting

Kakek dan Nenek Manjakan Cucu, Wajarkah?

Dewi (44) mengeluh. Ia merasa orangtuanya terlalu memanjakan cucunya. Padahal, kedua anak Dewi sudah beranjak remaja. Dewi merasa, akibat terlalu dimanja kakek-neneknya, anak-anaknya menjadi susah diatur dan mudah membangkang. Namun, apa benar semua kakek dan nenek selalu memanjakan cucu-cucu mereka?

Mungkin kita sering melihat beberapa kakek-nenek yang suka menuruti permintaan cucunya, entah minta dibelikan mainan atau makanan tertentu. Kakek dan nenek pun sering tampak tak kuasa menolak jika cucu-cucunya meminta sesuatu. Bahkan, bisa jadi anak sering minta perlindungan kakek-neneknya ketika orangtua marah atau bersikap tegas agar anak disiplin.

Tidak hanya pada cucu yang masih balita, hal serupa juga terjadi pada cucu yang mulai beranjak remaja, seperti yang dialami Dewi. Tindakan-tindakan kakek-nenek ini umum terjadi.

Sri (63), salah seorang warga Bintaro, mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak bermaksud memanjakan cucunya. Ia merasa hal yang dilakukan adalah ungkapan rasa sayang. Apalagi ketika melihat anak dan menantunya bekerja sepanjang hari dan meninggalkan anak dengan penata laksana rumah tangga (asisten rumah tangga). Namun, Sri bersyukur cucu-cucunya termasuk anak-anak yang baik dan tidak suka meminta yang aneh-aneh atau bermanja-manja dengan kakek-neneknya.

Porsi yang pas

Ungkapan sayang pada cucu kerap menjadi alasan di balik sikap kakek-nenek yang menuruti keinginan cucu. Sebenarnya rasa sayang kakek-nenek ini tidaklah salah. Akan tetapi, perhatikan porsinya. Sikap kakek-nenek yang menuruti keinginan para cucunya memang bisa berlebihan dan mengarah pada pemanjaan. Padahal saat semakin dewasa, anak-anak dituntut untuk menjadi lebih mandiri.

Kakek-nenek mempunyai sudut pandang yang berbeda dengan orangtua. Kakek-nenek tidak lagi mempunyai tanggung jawab untuk mendidik cucu-cucunya sehingga terkesan lebih permisif dan longgar.  Pemikiran kakek-nenek seringkali lebih sederhana: asalkan cucu senang, mereka pun senang.

Di sisi lain, ketika memasuki usia senja, para lansia biasanya menjadi lebih sensitif. Efeknya, kakek-nenek yang ditegur karena dianggap memanjakan cucu cenderung menjadi lebih mudah tersinggung. Jika kakek-nenek masih tinggal bersama anak dan cucu, hal ini bisa memicu konflik dalam rumah.

Kalau demikian, bagaimana menyikapi kakek-nenek yang suka menuruti permintaan cucunya hingga berlebihan atau bersikap memanjakan? Cobalah mengajak kakek-nenek untuk duduk bersama.

Utarakanlah keinginan dan maksud untuk mendidik anak-anak dengan cara Anda sendiri. Ungkapkanlah kata-kata ini dengan sabar. Dalam obrolan duduk bersama ini, sangat mungkin terjadi kakek-nenek membela diri dan membenarkan sikapnya. Manakala hal ini terjadi, dengarkan mereka terlebih dulu. Baru terangkan maksud dan cara mendidik anak-anak menurut Anda dan pasangan.

Jika keluarga inti masih tinggal serumah dengan kakek dan nenek, Anda bisa menyusun kesepakatan bersama tentang pola didik anak. Sampaikan gaya atau pola didik anak ini pada kakek-nenek agar mereka bisa menyayangi cucu tanpa harus bersikap terlalu memanjakan. [KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Comments

comments