sakitperut

Sering Sakit Perut, Indikasi Penyakit Serius?

Perut terasa sakit melilit. Aktivitas jadi tak nyaman. Apa penyebabnya?

Kita kerap menganggap sepele ketika perut terasa sakit. Penyebabnya dianggap mudah diduga. Misalnya, masuk angin, salah makan, atau maag. Namun, sakit perut bisa mengindikasikan penyakit yang lebih serius.

Sejumlah gangguan kesehatan yang diindikasikan dengan gejala sakit perut memang cukup banyak. Situs kesehatan Health.com mengungkap beberapa di antaranya. Misalnya, intoleransi laktosa, atau ketidakmampuan sistem cerna tubuh dalam memproses enzim tertentu dalam susu hewani. Intoleransi laktosa biasanya ditandai dengan perut kembung, diare, sering buang angin, atau masalah pencernaan lainnya.

Jika perut terasa seperti terbakar atau nyeri dan panas, bisa jadi hal ini adalah indikasi penyakit yang terkait dengan pankreas. Untuk penanganan lebih lanjut, ada baiknya segera menghubungi dokter.

Masalah kelenjar dan hormon tiroid juga bisa terlihat dari permasalahan sekitar perut. Hormon tiroid bertugas untuk membantu mengendalikan sejumlah fungsi organ tubuh. Jika seseorang mengalami hipertiroidisme, proses pencernaan akan berjalan lebih cepat sehingga dapat memicu kram perut dan diare. Sementara itu, jika terjadi hipotirodisme, proses pencernaan akan berjalan lebih lambat, serta perut dapat mengalami konstipasi dan perut kembung.

Usus buntu juga umum dikenal bisa memicu gejala sakit pada perut. Biasanya rasa sakit ini muncul pada perut bagian kanan belakang. Rasa sakit ini bisa memicu keringat dingin, tubuh gemetar, dan lemas. Segeralah memeriksakan diri untuk penanganan lebih lanjut jika Anda mengalami gejala seperti ini.

Health.com juga mengungkap bahwa faktor psikis juga bisa berpengaruh pada kesehatan saluran cerna. Misalnya stres. Tidak hanya memicu insomnia, susah konsentrasi, dan daya tahan tubuh menurun, stres dapat membuat seseorang kehilangan selera makan, makan berlebihan, diare, atau justru sembelit.

Penyakit lainnya

Banyak sumber yang mengungkap tentang permasalahan sakit pada perut. Rasa sakit yang paling umum adalah maag. Maag yang tengah kambuh biasanya membuat perut bagian ulu hati terasa sakit, perut terasa penuh, dan ingin bersendawa. Sebagian orang ketika mengalami maag bahkan lebih parah. Mual, muntah, dan sakit kepala atau pusing-pusing bisa terasa ketika maag menyerang.

Batu empedu dan batu ginjal biasanya juga memicu rasa sakit di sekitar area perut. Lokasi empedu berdekatan dengan hati. Jadi, jika ulu hati terasa sakit, bisa jadi hal tersebut adalah indikasi adanya batu empedu. Rasa sakit berupa nyeri pada area ulu hati ini juga bisa merambat ke bagian belakang tubuh.

Sementara itu, adanya masalah batu ginjal juga membuat perut terasa sakit. Biasanya rasa sakit akibat batu ginjal akan terasa dari bagian pinggang kiri atau kanan, merambah ke perut bagian bawah hingga mendekati kemaluan. Jika Anda mengalami hal seperti ini, segeralah mencari penanganan medis lebih lanjut.

Sakit perut juga bisa dipicu akibat virus, kuman, dan bakteri sehingga memicu munculnya penyakit tertentu. Misalnya, jika perut bagian bawah terasa nyeri, kejang, serta disertai dengan gejala mual, muntah, dan diare, bisa jadi hal ini adalah indikasi penyakit kolera.

Untuk mengetahui dan memberikan penanganan yang tepat pada gejala sakit perut, sebaiknya perhatikan setiap gejalanya. Jika terdapat perubahan pada pola makan dan pola buang air, serta disertai rasa sakit, bisa jadi sakit perut mengindikasikan gangguan kesehatan yang lebih serius. Cermati kondisi perut agar kesehatan keluarga Anda tetap terjaga. [KUL]

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Comments

comments