foto2

Mengunjungi Galeri Topeng dan Wayang di Pulau Dewata

Pulau Dewata, Bali, selalu menyimpan kejutan tersendiri. Kita mungkin telah sering berwisata ke Pantai Kuta, mengitari isi kota Denpasar atau bahkan Ubud. Namun, cobalah beranjak lebih “jauh” seperti yang tim Etalase Bintaro (EBIN) lakukan baru-baru ini. Ada pengalaman mengejutkan menanti jika Anda dan keluarga mau lebih mencari.

Kejutan itu, terutama bagi pencinta seni dan budaya, antara lain adalah Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma. Galeri ini berlokasi di daerah Sukawati, Gianyar, Bali. Sebenarnya lokasinya cukup dekat dari Ubud. Jika Anda dan keluarga datang dari Denpasar, tidak sampai satu jam perjalanan, Anda bisa mendapati galeri cantik ini.

Tampilan luar galeri yang asri dengan taman di sekitarnya.

Tampilan luar galeri yang asri dengan taman di sekitarnya.

Rumah Topeng dan Wayang Setiadarma ini bukanlah destinasi baru. Galeri yang dimiliki pengusaha dari Jawa Barat ini telah ada sejak 2006. Namun, tidak banyak turis lokal yang mengetahuinya.

“Dibandingkan turis mancanegara, turis lokal masih sedikit. Pengunjung bule memang banyak yang terkagum-kagum dengan koleksi topeng dan wayang di Rumah Topeng dan Wayang. Bagi mereka, koleksi topeng dan wayang di sini sangat menarik,” ungkap Tunik, pemandu paruh waktu di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma.

Bila dicermati, galeri ini memang unik. Terdapat lebih dari 5.000 wayang dan 1.300 topeng. Tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai era, galeri ini juga menyimpan topeng dan wayang dari sejumlah negara di dunia. Sebutlah di antaranya Italia, Tiongkok, Thailand, Jepang, India dan Sri Lanka.

Salah satu koleksi topeng tradisional.

Salah satu koleksi topeng tradisional.

Pemilik dan pendiri Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma, Hadi Sunyoto, awalnya hanya mengoleksi topeng dan wayang dari sejumlah daerah di Indonesia dan berbagai negara. Namun, semakin lama, koleksinya semakin banyak. Ia pun memutuskan untuk membuka galeri sekaligus ingin melestarikan topeng dan wayang di Indonesia dan memperkenalkan benda-benda tersebut yang berasal dari sejumlah negara.

“Awalnya hanya ada satu galeri saja. Tapi karena koleksinya semakin banyak, jumlah galerinya bertambah,” kata Tunik.

Rumah Topeng dan Wayang terbagi menjadi sejumlah bangunan yang bergaya rumah joglo. Tiap bangunan joglo menyimpan koleksi tersendiri. Sebagai contoh, galeri joglo yang menyimpan topeng dari berbagai negara, galeri joglo yang menyimpan wayang dari berbagai negara, galeri joglo yang berisi koleksi wayang di Indonesia, serta galeri topeng Bali, termasuk di antaranya adalah topeng barong.

Menariknya, tiap galeri yang berbentuk rumah joglo ini mempunyai sebutan tersendiri. Misalnya Bojonegoro. Sepasang ukiran wayang yang terbuat dari kayu dengan dua tanduk menjangan seolah menyambut para tamu. Galeri ini berbeda dengan galeri joglo yang menyimpan topeng barong dari Bali yang tampak bersih dari elemen dekoratif di bagian luar, tetapi koleksi dalamnya cukup lengkap.

Sejumlah koleksi seni berupa topeng dan wayang yang dipamerkan.

Sejumlah koleksi seni berupa topeng dan wayang yang dipamerkan.

Topeng-topeng khas Bali yang berwarna keemasan dan berwarna-warni sungguh menjadi pesona tersendiri. Belum lagi topeng barong yang berukuran besar dengan hiasan ukiran yang sangat detail. Atau koleksi wayang hingga satu perangkat lengkap. Sebut saja wayang potehi, wayang kulit Jawa, wayang kulit Betawi, wayang golek purwa Bandung, dan wayang golek purwa Karawang. Intinya Anda bisa menemukan beragam keindahan di Rumah Topeng dan Wayang ini.

Di area Rumah Topeng dan Wayang terdapat pula panggung terbuka dan ruang serbaguna yang bisa disewa untuk beragam acara seperti rapat. Keindahan Rumah Topeng dan Wayang semakin terasa karena tiap galeri yang berbentuk joglo dipisahkan oleh taman-taman kecil bernuansa tropis dengan penghubung jalan bebatuan di antaranya. [KUL]

Foto-foto: Etalase Bintaro/Nikikula

Comments

comments