foto2

Mengapa Anak Sekolah Dipanggil oleh Guru BK?

Mendapat surat resmi panggilan dari sekolah atau spesifik guru Bimbingan Konseling (BK) seringkali membuat hati ketar-ketir. Bayangan tentang anak yang nakal di sekolah bisa saja muncul. Padahal, ada berbagai alasan pemanggilan orangtua oleh pihak sekolah dan guru BK.

Banyak orangtua yang kurang memahami peranan guru BK (dulu disebut Guru BP-editor). Guru BK selama puluhan tahun kerap diidentikkan dengan “polisi sekolah” atau penegak peraturan atas tindakan tidak disiplin dari murid-murid. Sebenarnya, peranan guru BK jauh lebih banyak dan luas.

Orangtua dipanggil oleh sekolah melalui guru BK bisa saja akibat prestasi belajar yang menurun, padahal sebelumnya siswa tersebut terhitung baik. Guru BK memberikan bimbingan konseling agar permasalahan anak seperti permasalahan kesulitan belajar akan lebih mudah diatasi.

Perilaku anak yang berubah drastis dalam waktu singkat dan terekam di sekolah juga menjadi pertimbangan guru BK. Guru BK bisa menganalisis persoalan tiap murid dan membantu memberikan jalan keluarnya.

Meskipun demikian, pemanggilan orangtua oleh guru BK memang banyak yang dipicu oleh perilaku indisipliner anak di sekolah. Contoh perilaku negatif atau indispliner cukup banyak. Misalnya, anak sering membolos dari sekolah, anak berkelahi dengan teman lainnya, prestasi belajar anak menurun, serta anak mudah melawan guru.

Bimbingan    

Seperti yang diulas dalam Schoolcounselor.org, peranan guru BK lebih banyak lagi. Salah satu tugas yang paling utama adalah memberikan bimbingan konseling pada murid, baik individu maupun grup, yang membutuhkan bimbingan konseling.

Guru BK juga bertugas menyusun dan mengembangkan rencana bimbingan seturut kebijakan sekolah. Pun, guru BK bertanggung jawab dalam penyusunan tata tertib kelas. Jika ada pertemuan antara pihak sekolah dengan orangtua siswa, guru BK juga bisa punya andil.

Guru BK memiliki tugas dalam mengadakan tes psikologis untuk murid-murid, termasuk dalam hal ini adalah tes minat dan bakat. Hasil tes ini dapat digunakan untuk membantu menyiapkan anak-anak mempelajari profesinya di masa depan, menurut hasil tes minat dan bakat.

Di luar itu, guru BK juga secara tidak langsung memantau kondisi psikologis setiap siswa. Jika prestasi anak menurun drastis, guru BK bisa membantu memberikan bimbingan konseling untuk mencari penyebab sekaligus membimbing anak dalam mencari solusi ketika prestasi belajar menurun.

Jika anak mengalami masalah di sekolah, guru BK jugalah yang mengambil peranan. Misalnya, anak sulit berkonsentrasi dalam belajar, berkonflik dengan teman sekelasnya, atau perilakunya berubah drastis menjadi negatif. Janganlah berpikir bahwa depresi hanya dialami orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami depresi, baik terkait keluarga atau lingkungan sekolah dan pergaulannya. Sebagai contoh, anak depresi karena kedua orangtuanya bercerai.

Guru BK pun bisa berperan sebagai penengah antara pihak sekolah dan orangtua. Terkadang, kebijakan suatu sekolah tidak diterima orangtua tetapi cara orangtua menyampaikan ketidaksetujuan kurang tepat sehingga memicu kesalahpahaman. Selain itu, guru BK juga dapat membantu perencanaan metode belajar untuk anak yang memerlukan penanganan khusus. Dengan begitu, anak pun bisa diarahkan sesuai bakat dan kemampuannya dalam bidang tertentu. [KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Comments

comments