foto3-2

Mengapa Anak Mudah Terserang Demam?

Jantung berdegup kencang ketika melihat angka di termometer menunjukkan angka 38º C. Anak merasa tidak nyaman dan terus rewel. Nafsu makan anak hilang. Keceriaannya pun hilang. Tentu hal ini akan membuat Anda sebagai orangtua menjadi resah. Mengapa anak terserang demam?

Demam pada anak sebenarnya wajar dalam batas tertentu. Ini karena sistem kekebalan tubuh pada anak belum sesempurna seperti saat usia dewasa. Demam kerap diartikan sebagai reaksi pertahanan tubuh dalam melawan kuman atau virus yang menyerang. Pada anak-anak, demam seringkali bukan masalah yang serius dan biasanya akan pulih dengan sendirinya.

Seperti yang disebutkan dalam laman NHK.uk, pemicu demam pada anak-anak kebanyakan adalah batuk, pilek, atau serangan virus lainnya. Misalnya akibat serangan virus cacar atau akibat infeksi seperti infeksi telinga.

Penanganan demam pada anak antara lain dengan memberikan asupan minuman yang cukup dan makanan yang bergizi. Asupan air minum sangat penting untuk mencegah dehidrasi pada anak. Hindari menunggu anak merasa haus. Anak perlu mendapatkan asupan air minum yang cukup, jadi berikan air minum secara bertahap. Khusus untuk bayi, sebaiknya berikan ASI saat anak demam. Mungkin bayi yang mengalami demam akan menolak ASI, tetapi tetap usahakan pemberian ASI sedikit demi sedikit secara berkala.

Jika anak merasa kedinginan, berikan selimut untuk anak. Namun, jika anak tidak merasa kedinginan atau justru merasa panas, hindari memaksakan diri menyelimuti anak. Sebagian orang memilih mengompres anak dengan air dingin atau air es agar demamnya turun. Padahal, cara ini tidak tepat.

Perlu hati-hati

Secara umum, gejala demam adalah wajar dan biasanya dapat pulih dengan sendirinya. Meskipun begitu, ada beberapa kasus demam yang membutuhkan penanganan serius. Demam pada anak bisa mengindikasikan gangguan kesehatan yang lebih parah.

Suhu saat anak demam biasanya sekitar 38-39º C. Namun, ini dengan catatan, usia anak lebih dari 1 tahun. Seperti yang diulas di Patient.info, jika anak masih berusia 3 bulan ke bawah dan demam mencapai 38º C atau lebih, sebaiknya segera hubungi dokter. Begitu pula jika anak berusia 3-6 bulan dengan suhu tubuh mencapai 39º C atau lebih, Anda juga perlu memeriksakan anak ke dokter.

Penanganan lebih lanjut juga perlu dilakukan jika anak demam hingga lebih dari 3 hari. Apalagi ditambah dengan gejala nafsu makan menghilang, muntah-muntah, diare, kehilangan kesadaran, atau bahkan sampai kejang-kejang.

Perhatikan kondisi anak ketika demam. Apakah anak mengalami sakit atau nyeri di salah satu bagian tubuh? Jika terdapat rasa nyeri, bisa jadi penyebab demam adalah infeksi. Perhatikan pula ketika anak buang air kecil. Jika anak merasa nyeri ketika buang air kecil, bisa jadi gejala ini mengindikasikan infeksi pada saluran kemih. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya periksakan anak ke dokter.

Lain halnya jika demam pada anak disertai diare dan muntah-muntah. Hal ini bisa mengindikasikan anak mengalami alergi. Demikian juga ketika demam disertai dengan sesak napas, ada kemungkinan anak mengalami gangguan saluran pernapasan atas. Periksakan kondisi anak lebih lanjut ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. [KUL]

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Monty Firmano

Comments

comments