foto_2809

Merekrut Pegawai Ada Strateginya

Ketika bisnis kecil yang dirintis kian berkembang dan Anda sering kewalahan menangani tugas yang semakin kompleks, inilah saatnya merekrut pegawai baru. Namun, merekrut pegawai sebaiknya tidak sembarangan. Dalam penanganan tugas yang sederhana sekalipun, pastikan Anda telah menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.

Ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk merekrut karyawan baru. Lebih dari sekadar melihat CV, mari kita cermati tahapan berikut ini.

  1. Kebutuhan. Cermati kebutuhan untuk posisi tertentu dalam bisnis yang dirintis. Misalnya, supervisor bagian operasional, manajer pemasaran, atau staf TI. Susunlah daftar kebutuhan untuk posisi karyawan mulai dari jabatan yang paling tinggi hingga yang paling rendah.
  1. Bidang tugas dan kapasitas. Lebih dari sekadar melihat kebutuhan, penugasan yang lebih spesifik perlu dirancang. Sebenarnya hal ini adalah tugas bagian HRD atau SDM. Namun, karena pegawai atau karyawan juga akan berpengaruh pada kinerja perusahaan, pastikan Anda juga berperan dalam pendelegasian tugas. Dengan begitu, jumlah karyawan atau pegawai pada posisi tertentu akan lebih mudah ditentukan. Misalnya, kebutuhan untuk tenaga penjualan sekitar 3 orang untuk memasarkan 15 produk yang berbeda.
  1. Kriteria karyawan. Pegawai atau karyawan harus mempunyai kemampuan sesuai posisi yang dibutuhkan, itu sudah pasti. Akan lebih baik jika calon karyawan telah memahami bidang tugasnya berkat pengalaman kerja sebelumnya. Misalnya, Anda mencari seorang manajer pemasaran. Tentunya Anda akan merasa lebih tenang jika mendapatkan kandidat yang telah berpengalaman di bidang pemasaran selama minimal 2-3 tahun.
  1. Softskills. Lingkup softskills memang beragam. Di antaranya, kemampuan berkomunikasi, menjalin kerja sama dalam tim, daya juang dan motivasi, dan jiwa kepemimpinan (leadership). Tes psikologi adalah salah satu cara untuk menggali lebih dalam tentang karakter calon karyawan. Namun, untuk lebih jelasnya lagi, Anda bisa melakukan wawancara dengan calon karyawan untuk menggali lebih dalam tentang karakter dan kemampuannya.
  1. Kesesuaian visi dan misi. Dalam mendirikan perusahaan, tentunya Anda telah merancang visi dan misi yang diturunkan menjadi target dan strategi. Pastikan calon karyawan atau pegawai mempunyai semangat dan visi yang serupa. Cara ini akan memudahkan orientasi karyawan pada tugas dan pengarahan yang Anda lakukan.
  1. Kontrak kerja. Bisnis yang dibangun memang baru bisnis kecil. Namun, jika Anda serius mengerjakannya, susunlah kontrak kerja sama dengan karyawan baru yang terpilih. Cantumkan tugas dan tanggung jawab karyawan baru, berikut hak-hak yang diterimanya. Pastikan kontrak kerja sama ditandatangani kedua belah pihak.
  1. Masa percobaan. Setelah memilih dan menentukan orang yang diterima, sebaiknya jangan langsung mengangkatnya menjadi pegawai tetap. Berikan masa pelatihan atau masa percobaan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, 3 bulan atau 6 bulan.
  1. Evaluasi. Setelah menjalani masa percobaan, jangan lupakan proses evaluasi. Dalam masa percobaan ini, Anda bisa menilai kemampuan karyawan yang sebenarnya. Bagaimana cara karyawan menangani tugasnya? Bagaimana performa kinerja karyawan? Apakah karyawan berhasil mencapai target yang menjadi tanggung jawabnya? Anda perlu menelusuri hasil kerja karyawan sebelum memutuskan ada-tidaknya pengangkatan karyawan/pegawai magang (kontrak) menjadi karyawan tetap. [KUL]

Foto Ilustrasi: Etalase Bintaro/Prasto

Comments

comments