manonboard_rev

Cermat Atur Keuangan Sebelum Berbisnis

Bisnis perlu perencanaan matang dan menyeluruh, termasuk dalam hal keuangan. Tidak jarang kegagalan bermula dari masalah keuangan yang kurang dipersiapkan sebelumnya.

Banyak orang yang ingin menjadi entrepreneur atau wirausahawan dengan membangun bisnis secara menggebu. Produk barang atau jasa terbaik berhasil dikeluarkan, tetapi herannya kerapkali bukan keuntungan yang didapat, justru kondisi usaha merosot. Ternyata pemicu kegagalan tidak hanya disebabkan oleh produk, melainkan juga pengelolaan keuangan yang tidak tepat.

Karena ingin memberikan produk terbaik, berbagai cara diupayakan. Misalnya, mulai dari menyewa gedung atau ruang usaha, membeli peralatan dan perlengkapan, membeli bahan baku, biaya promosi, sampai membayar upah pegawai. Sayangnya, perhitungan keuangan yang tidak pas kerap membuat usaha tidak stabil. Pengeluaran tetap membengkak.

Untuk itu, saat memulai bisnis, ada 3 fokus utama yang diperhatikan. Di antaranya, pemasaran produk barang/jasa, keuangan, dan sumber daya manusia. Ditambah satu aspek tambahan yang dewasa ini makin tidak terelakkan, yakni teknologi (informasi).

Agar tidak terjadi gonjang-ganjing usaha di kemudian hari, melakukan perhitungan keuangan secara cermat adalah wujud pertimbangan dan perencanaan awal yang penting dan akan kita soroti berikut ini.

Pemisahan dana pribadi

Mungkin modal usaha berasal dari dana pribadi. Namun, bukan berarti seseorang bisa bebas menggunakan dana tabungan pribadi untuk membangun usaha. Lebih baik, pisahkan rekening untuk dana pribadi dan dana untuk membangun bisnis. Cara ini akan membantu mengelola keuangan bisnis secara lebih fokus tanpa mengganggu keuangan pribadi.      

Tetapkan target

Sejak awal, lebih baik tentukan target yang ingin dicapai. Misalnya, jumlah omzet dalam sebulan dan setahun, waktu balik modal, dan target nilai keuntungan dalam kurun waktu tertentu. Berikan target yang tinggi untuk menumbuhkan motivasi dan semangat yang maksimal dalam membangun usaha. Target tinggi ini juga akan mendorong Anda memaksimalkan potensi diri untuk mencapai target.

Rancang strategi

Ketika target telah ditetapkan, saatnya merancang strategi. Siapkan strategi jangka pendek (harian atau mingguan) dan strategi jangka panjang (tahunan) agar target yang telah ditetapkan segera tercapai. Konsistenlah dalam menjalankan strategi tersebut. Tetap jaga agar pikiran tetap fokus dan tidak tergoda atau teralih oleh hal-hal sepele sehingga membuat target dan strategi berubah menjadi lebih buruk.

Laporan keuangan

Susunlah laporan keuangan setiap hari. Hindari menunda pengerjaan laporan keuangan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Penundaan penyusunan laporan keuangan ini dapat menjadi beban pada akhir bulan. Perhitungan keuangan pun bisa berisiko kurang akurat. Pada prinsipnya, buatlah laporan keuangan yang mampu mendatangkan keuntungan atau pemasukan berlebih sehingga dapat mendukung bisnis.

Laporan keuangan yang perlu disusun antara lain laporan perubahan modal, laporan arus kas, neraca, dan laporan laba-rugi. Ketatlah pada laporan keuangan yang telah disusun dengan cermat. Mendisiplinkan diri pada laporan keuangan dapat menghindarkan dari risiko kegagalan akibat ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Dana darurat

Siapkan dana darurat, tetapi jangan gunakan dana ini kecuali dalam kondisi yang benar-benar mendesak. Perhitungkan pula besaran dana darurat. Usahakan dana darurat ini dapat mendukung kestabilan keuangan ketika bisnis sedang surut maupun dapat membantu pembayaran utang saat terjadi krisis yang tidak terprediksi. [KUL]

Ilustrasi: Etalase Bintaro/Yonk

Comments

comments