shutterstock_kesehatan_1609

Cegah Masuk Angin, Hindari Pemicunya

Kepala pusing, demam, perut kembung, mual, dan muntah. Bisa jadi beberapa dari Anda tak asing lagi dengan gejala ini. Kita sering menyebutnya masuk angin. Bagaimana cara menghindarinya?

Dalam khazanah medis, masuk angin sukar didefinisikan. Bahkan di dunia medis Barat masuk angin tidak dikenal. Hanya di Indonesia masuk angin dianggap gangguan kesehatan umum.

Soal pemulihan, masuk angin kerap kali berangsur menghilang tanpa perawatan berlebihan. Proses pemulihannya pun cepat. Akan tetapi, tetap saja, gangguan kesehatan ini membuat tubuh terasa tidak nyaman. Kondisi tubuh yang lemas dan tidak bertenaga membuat orang perlu istirahat 1-2 hari untuk memulihkan kondisi dari masuk angin.

Penyebab masuk angin sampai saat ini tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang dianggap sebagai pemicu yang jika bisa dihindari akan mencegah Anda terserang masuk angin. Berikut ini beberapa di antaranya.

Paparan angin malam 

Kita kerap menganggap angin malam menyejukkan. Padahal, paparan angin pada malam hari yang berlebihan justru bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Pada malam hari, tumbuhan banyak mengeluarkan karbondioksida, berbeda dengan siang hari ketika tumbuhan banyak memproduksi oksigen.

Untuk itu, sebaiknya hindari beraktivitas di luar ruangan pada malam hari dalam intensitas tinggi atau durasi yang terlalu lama. Jika karena tuntutan pekerjaan atau terpaksa harus keluar rumah pada malam hari, kenakan jaket atau pakaian hangat untuk melindungi tubuh dari angin malam.

Terlalu sering begadang

Bekerja lembur hingga larut malam atau mengerjakan tugas kuliah sampai pagi. Mungkin Anda pernah melakukannya. Jika ya, sebaiknya jangan terlalu sering. Kurangnya waktu istirahat pada malam hari atau jam tidur tidak tercukupi bisa memicu gangguan kesehatan seperti masuk angin.

Terlalu sering begadang bisa membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Akibatnya, tubuh mudah terasa lemas, kepala pusing, susah konsentrasi, perut kembung, dan mual, serta rentan pada serangan flu. Untuk itu, hindari terlalu banyak begadang. Usahakan tidur atau beristirahat pada jam tidur ideal, yaitu sekitar pukul 10 malam.

Terlambat makan

Jangan dikira terlambat makan hanya mampu menyebabkan penyakit maag. Terlambat makan biasanya membuat perut terasa kembung. Jika terlambat makan ditambah dengan aktivitas dalam ruangan ber-AC atau berangin, risiko masuk angin semakin tinggi. Efeknya, karena perut kembung, seseorang bisa mudah merasa mual dan ingin muntah. Cara mencegahnya, tentu saja dengan makan tepat waktu. Jika tidak sempat, pastikan tubuh mendapatkan asupan gizi dari camilan sebelum makan utama.

Makanan dan minuman dingin di pagi hari

 Minum es atau minum minuman dingin lainnya sepertinya bukan masalah. Namun, jika Anda mengonsumsi makanan dan minuman dingin begitu bangun tidur pada pagi hari, jangan kaget jika tubuh terasa tidak nyaman. Biasanya konsumsi minuman dingin saat perut kosong pada pagi hari dapat membuat rasa mual dan muntah.

Siasatnya, usahakan konsumsi minuman hangat atau minuman dalam kondisi tidak panas-tidak dingin. Setelah mengonsumsi makan utama, barulah konsumsi minuman atau makanan dingin bisa dilakukan. Tubuh akan terasa nyaman dan terhindar dari masuk angin. [KUL]

Foto: Shutterstock

Comments

comments