celengan-rev

Tips Menyiasati Keuangan Keluarga

Salah perhitungan. Hal ini kerap dituding sebagai penyebab permasalahan keuangan. Bagaimana agar rumah tangga kita mampu meminimalisirnya?

Istilah “salah perhitungan” umum dipandang sebagai akibat terlalu banyak mengeluarkan dana tanpa mempertimbangkan jumlah pemasukan. Bisa juga disebabkan oleh pengeluaran investasi yang tidak tepat. Akan tetapi, salah perhitungan pun dapat terjadi ketika seseorang membutuhkan biaya besar dan mendadak.

Pengeluaran dalam jumlah besar dan tiba-tiba ini contohnya cukup banyak. Contoh ekstrem sebut saja, rumah rusak akibat bencana alam seperti gempa bumi, ada anggota keluarga yang perlu dioperasi segera, atau membantu sanak saudara yang tengah dililit utang dalam jumlah besar.

“Beberapa tahun lalu, saya pernah didatangi debt collector yang menodong pelunasan utang. Saya bingung karena saya dan suami tidak pernah berutang. Ternyata itu ulah anak saya yang meminjam ke rentenir tanpa sepengetahuan saya dan suami. Anak saya tidak mampu membayar sampai-sampai kami didatangi debt collector,” kata Sri (67), warga Villa Bintaro Regency.

Untuk menyiapkan dana dalam jumlah cukup besar dan dalam waktu singkat bukan perkara mudah. Sri mencoba meminjam saudara-saudaranya karena jumlah tabungan tidak cukup. Namun, hal tersebut belum menyelesaikan masalah. Ia dan suaminya akhirnya memutuskan untuk menjual sejumlah aset seperti tanah dan perhiasan emas.

Siapkan dari sekarang

Langkah seperti yang dilakukan Sri bisa diikuti, yaitu menjual aset-aset. Jenis aset yang dijual sebaiknya merupakan bentuk investasi jangka pendek. Properti seperti rumah, apartemen, dan tanah kosong memang menghasilkan pemasukan dalam jumlah besar. Namun, proses penjualan aset ini biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama atau bisa lebih dari tiga bulan.

Jadi, ada baiknya menyiapkan dana untuk kebutuhan mendadak sedari sekarang. Caranya, pisahan sebagian dari penghasilan, sekitar 5-10 persen untuk kebutuhan tidak terduga. Alokasikan dana ini setiap bulan dengan konsisten. Cara ini kelihatan klise, tetapi sebetulnya sangat penting dan masih relevan karena tidak semua rumah tangga taat mempraktikkannya.

Jika dana kebutuhan khusus ini masih kurang untuk membiayai pengeluaran mendadak, cara lain adalah meminjam dari anggota keluarga terdekat. Namun, ini juga tidak menjadi jaminan karena kondisi keuangan setiap orang tidak selalu prima.

Siasat lainnya adalah memilih investasi yang mudah dicairkan. Jika Anda telah berinvestasi properti, cobalah melirik investasi lain yang lebih fleksibel seperti emas.

Perlu diperhatikan, hindari meminjam dana dari rentenir untuk membayar utang. Cara gali lubang tutup lubang ini justru akan menjadi jeratan keuangan di masa yang akan datang. Usahakan dana berasal dari aset yang dimiliki, dan hindari memanfaatkan utang untuk membayar utang untuk menghindari permasalahan keuangan yang lebih besar. [KUL]

Ilustrasi: Etalase Bintaro/YonK

Comments

comments