0709-serba-serbi (shutter)

Panduan Sederhana untuk Sukses Berbisnis

Berbisnis itu mudah, tinggal membuat dan menjual produk, semua beres. Benarkah begitu? Nyatanya, berbisnis tidak segampang yang dikatakan. Dalam membangun bisnis, ada strategi yang terus-menerus disusun dan diimplementasikan secara konsisten.

Saat memutuskan berbisnis pertama kali, sebaiknya tentukan tujuan bisnis. Misalnya, ingin menguasai pasar produk fashion etnik di Jabodetabek. Dari tujuan berbisnis ini, petakan langkah menjadi strategi yang lebih spesifik. Tetapkan target-target yang ingin dicapai. Berikan penjelasan usaha-usaha untuk mencapainya. Jangan lupa, buat penjadwalan atau timeline dalam menjalankan bisnis.

Sebelum memulai bisnis, sebaiknya lakukan riset sederhana agar sasaran dan target bisnis lebih terfokus. Misalnya, melakukan survei untuk mencari tahu tentang minat dan tingkat kebutuhan masyarakat suatu kawasan atau wilayah. Survei lainnya adalah tentang tren dan target konsumen yang spesifik, misalnya menyangkut usia, jenis kelamin, dan gaya hidup. Riset atau survei awal ini akan membantu memberikan gambaran potensi bisnis ke depan.

Bersaing ketat dengan para kompetitor memang bukan zamannya lagi. Sekarang banyak orang mencari afiliasi atau menjalin kerja sama antarbisnis. Meskipun demikian, jika bisnis tergolong baru, sebaiknya ketahui juga pesaing atau pelaku bisnis yang sama dengan pendirian usaha. Selidiki pula pergerakan dan pangsa pasar para pelaku bisnis di industri yang sama. Cara ini akan membantu untuk menemukan value atau keunikan dari bisnis yang dirintis sehingga berbeda dengan bisnis lainnya.

Memasarkan produk

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memasarkan produk. Pertama, dari segi produk. Produk, baik produk barang atau jasa, sebaiknya mempunyai keunggulan dan kualitas yang mampu menjawab kebutuhan atau menciptakan kebutuhan konsumen atau pelanggan.

Dari segi harga, produk sebaiknya mempunyai harga yang rasional. Berikan kualitas yang sebanding dengan harga. Jangan lupa, tetaplah jaga kualitas tersebut untuk memuaskan kebutuhan setiap pelanggan. Akan lebih baik lagi jika kualitas semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Soal lokasi, jika bisnis berbasis pada layanan atau produk yang sekali pakai, sebaiknya pilih lokasi yang berdekatan dengan pasar atau area konsumen yang potensial. Sebagai contoh, jika bisnis yang dirintis adalah restoran atau rumah makan, usahakan agar lokasinya berdekatan dengan kawasan perkantoran atau permukiman yang berpopulasi padat.

Jadikan pelanggan sebagai pusat perhatian bisnis Anda. Kepuasan pelanggan adalah nilai plus dari setiap bisnis. Bisnis yang baik akan berujung pada kepuasan pelanggan sehingga dapat menghasilkan profit yang berkelanjutan. Tugas Anda adalah memastikan setiap output dalam berbisnis menghasilkan sesuatu yang positif bagi pelanggan Anda. Pelanggan yang puas juga dapat menjadi salah satu trik marketing yang strategis dengan penyebaran informasi dari mulut ke mulut (word of mouth marketing). Untuk itulah pentingnya menjaga konsistensi dan kredibilitas usaha di mata konsumen. Kualitas yang terjaga inilah yang akan mendukung bisnis Anda bertahan lama.

SDM dan keuangan

Prinsip the right man on the right place. Dalam berbisnis, penempatan orang yang tepat di posisi yang tepat adalah sebuah keharusan. Pastikan orang-orang terbaik dalam penanganan tugas tertentu dipilih. Misalnya, memilih orang yang luwes dalam bergaul dan mudah menjalin relasi yang baik sebagai tenaga marketing atau penjualan. Dewasa ini aspek sumber daya manusia atau SDM menjadi tantangan tersendiri dalam bisnis mengingat manusia adalah makhluk yang kompleks. Hal ini perlu menjadi perhatian, terlebih bagi bisnis rintisan berskala kecil-menengah. Pastikan Anda menyeleksi orang dengan saksama sebelum menjatuhkan pilihan.

Last but not least, hal yang seringkali terabaikan padahal sangat penting adalah menyusun laporan keuangan. Susunlah laporan keuangan yang komprehensif dan cermat. Tidak hanya sekadar mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran, perhitungkan pula rencana keuangan untuk satu tahun hingga lima tahun mendatang. Berikan target yang ingin dicapai. Perhitungkan pula prediksi kinerja bisnis, termasuk keuntungan yang ingin diraih dan antisipasi jika terjadi kerugian. Ketatlah atau disiplinlah dalam mengatur keuangan, terutama pada awal-awal berbisnis karena hal ini akan berpengaruh pada laju bisnis ke depannya.

Selamat membangun bisnis yang terencana dengan baik dan benar. [KUL/PRS]

Ilustrasi: Shutterstock

Comments

comments