Print

Jangan Marah, Ayo Berteman Lagi!

“Aku nggak mau temenan sama kamu lagi!”

Pernahkah kamu marah-marah pada sahabat sampai-sampai tidak mau berteman lagi? Sebenarnya marah dengan sahabat adalah hal yang biasa. Pemahaman dan cara berbeda dalam memandang masalah memang bisa memicu konflik.

Bahkan, perselisihan bisa mulai dari hal yang remeh temeh. Misalnya, mulai dari meminjam barang dari teman lalu menghilangkannya, teman merusak barang, hingga gara-gara masalah pacar. Perselisihan yang tidak segera diselesaikan bisa berlanjut atau berlarut-larut. Persahabatan tidak hanya renggang, tetapi juga terputus dan beralih jadi permusuhan. Kamu ingin ini terjadi?

Mempunyai musuh tentu tidak menyenangkan, apalagi jika musuh semula adalah sahabat sendiri. Oleh karena itu, bila ada konflik atau marahan dengan teman, sebaiknya segeralah berbaikan. Caranya memang tidak mudah karena bisa jadi masih tersimpan rasa kesal. Namun, kamu bisa mencoba cara-cara berikut ini.

Menenangkan diri

Jika masih dalam kondisi emosi tinggi, sebaiknya tenangkan diri dulu. Berikan waktu untuk diri sendiri dan waktu sendiri untuk teman atau sahabat. Janganlah mencari pihak mana yang salah. Perbedaan sudut pandang kerap mengaburkan batas antara benar dan salah. Sebaiknya, akuilah bahwa kamu dan teman sama-sama memiliki kesalahan. Cobalah memaafkan diri sendiri dan teman atau sahabat sebelum bertemu dengan mereka.

Meminta maaf

Ketika sudah memaafkan diri sendiri dan teman, cobalah meminta maaf secara langsung. Seringkali kita merasa paling benar. Padahal belum tentu. Janganlah menunggu siapa dulu yang minta maaf atau kesalahan siapa yang paling besar. Buang rasa gengsi ketika ingin berbaikan dengan teman. Beranikanlah diri untuk meminta maaf lebih dulu. Susah, memang.

Namun, jika kamu mengharapkan teman atau sahabat meminta maaf duluan, dan begitu juga sebaliknya, perbaikan pertemanan bisa tidak terjadi. Jadi, cobalah meminta maaf lebih dulu meskipun susah.

Menyapa

Sekali lagi, buang rasa gengsi. Meskipun masih ada rasa kesal, marah, atau kecewa, tetaplah bersabar. Sapalah teman atau sahabat jika bertemu dengan tulus. Jika perlu, tersenyumlah padanya lebih dulu sebelum dia tersenyum padamu. Mungkin teman atau sahabat tetap bermimik masam atau kesal ketika kamu menyapanya, tetapi abaikan saja.

Tetaplah menyapa dan tersenyum setiap kali kalian bertemu. Lama-lama, hatinya akan melunak dan mulai melembut serta bersedia berbaikan. Berbuatlah baik pada teman atau sahabat lebih dulu sebelum dia berbuat baik padamu. Ini memang agak susah. Namun, hasilnya permusuhan bisa berangsur mereda.

Lupakan

Pernah berselisih, saling marah, atau konflik dengan teman pada masa lalu? Segeralah lupakan. Mengingat-ingat kenangan yang lama seringkali terasa menyakitkan dan membuat rasa kesal kembali timbul. Oleh karena itu, ketika sudah berbaikan dengan teman, jangan ingat-ingat lagi kesalahannya.

Setiap teman pastilah mempunyai kekurangan. Jadi, lebih baik isilah kekurangan dari teman dengan kelebihan yang kamu miliki. Misalnya, temanmu ceroboh dan kerap menumpahkan minuman. Siasatnya, lebih baik kamu lebih memperhatikan ketika teman meletakkan gelas minuman. Jika posisi minuman mudah tersenggol, sebaiknya pindahkan gelas minuman ke tempat yang lebih aman.

Ayo berteman lagi! [KUL]

Ilustrasi: YonK

Comments

comments