2608-anemia(shutter)

Kenali Tanda-tanda Anemia

Pusing, pandangan berkunang-kunang, dan lemas. Itu gejala anemia yang umum kita ketahui. Namun, ternyata gejala anemia ada lebih banyak. Bahkan, bisa jadi kita tidak pernah menyadarinya. Ingin tahu gejala anemia lainnya?

Anemia adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan zat besi dan jumlah sel darah merah sehat di bawah normal. Faktor pemicunya bervariasi, mulai dari faktor genetik (keturunan), asupan gizi kurang atau tidak seimbang, perdarahan, hingga menstruasi. Ketidakberesan pada tubuh yang terlihat sepele bisa mengindikasikan anemia. Berikut ini adalah beberapa tanda-tandanya.

Pertama, kulit tampak pucat. Kulit terlihat pucat memang bisa disebabkan oleh beragam faktor. Misalnya, akibat gejala penyakit tertentu seperti tipus atau demam berdarah. Namun, jika Anda merasa dalam kondisi yang biasa saja atau tidak sakit, tetapi kulit terus-menerus tampak pucat dan kusam, bisa jadi ini diakibatkan oleh anemia.

Kedua, kuku rapuh atau mudah patah. Kuku yang mudah patah atau rapuh bisa disebabkan kurangnya asupan kalsium. Namun, jika Anda kerap mengonsumsi sumber kalsium seperti susu dan keju tetapi kuku masih rapuh, kemungkinan penyebabnya bisa anemia.

Ketiga, dada terasa nyeri dan detak jantung lebih cepat. Gejala ini bisa mengindikasikan bahwa jantung dalam kondisi ekstra bekerja keras untuk memompa darah karena aliran darah tidak optimal. Jumlah sel darah merah, yang menjadi ciri anemia, menjadi salah satu penyebabnya. Efeknya, selain jantung berdetak kencang, dada bisa terasa nyeri.

Keempat, mengantuk. Sebenarnya, tidak hanya mengantuk. Anemia dapat membuat tubuh merasa lebih cepat lelah dan lemas. Pikiran pun menjadi tidak fokus. Gejala yang muncul, seseorang akan terlihat mudah mengantuk akibat metabolisme yang tidak lancar.

Kelima, kadar hemoglobin rendah. Untuk mengetahui kadar hemoglobin memang diperlukan tes darah terlebih dulu. Kadar normal hemoglobin pada perempuan adalah 12-16 gram/desiliter. Untuk laki-laki, 13,5-18 gram/desiliter. Di bawah batas tersebut, seseorang bisa dikategorikan mengalami anemia.

Anemia dapat dicegah dan ditangani dengan pola makan bergizi seimbang, olahraga, dan suplemen, bila diperlukan. Namun, jika kasus anemia sangat parah, diperlukan transfusi darah karena bila dibiarkan, anemia bisa mengganggu kinerja jantung dan bisa berakibat fatal.

Gangguan kesehatan ini kebanyakan dialami perempuan. Tidak sedikit perempuan yang mengalami anemia ketika menstruasi. Ibu hamil dan menyusui juga rentan mengalami anemia. Selain itu, diet atau pola makan yang kurang bergizi juga bisa mempengaruhi kondisi kesehatan perempuan. Ini karena salah satu sumber zat besi paling utama adalah daging-dagingan.

Seringkali dalam diet, konsumsi daging berkurang. daging dianggap sebagai pemicu kegemukan, pemahaman ini tentunya tidak tepat. Sumber zat besi lainnya adalah sayuran hijau. Permasalahannya, banyak orang yang masih minim mengonsumsi sayuran hijau. Selain kaum perempuan, orang yang mengalami penyakit tertentu juga rentan terkena anemia. Misalnya, mengalami penyakit kelainan darah atau thalasemia.

Jika ingin terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, lebih baik ubah pola hidup menjadi lebih baik. Konsumsilah makanan yang tidak hanya sekadar bergizi, tetapi juga bergizi seimbang. Dengan begitu, risiko anemia bisa diminimalkan. [KUL]

noted: Kenali Tanda-tanda Anemia

Comments

comments