Yuk, Dukung Anak Jadi Lebih Mandiri

Yuk, Dukung Anak Jadi Lebih Mandiri

Kehadiran asisten rumah tangga (ART) tentu membuat pekerjaan rumah menjadi lebih ringan. Kita menjadi lebih fokus dalam bekerja dan mengurus keluarga. Namun, kebiasaan terlalu menggantungkan diri pada ART juga bisa berdampak kurang baik. Apalagi jika anak-anak pun terlalu banyak mengandalkan bantuan ART dalam melakukan sesuatu. Efeknya, anak bisa menjadi malas dan kurang mandiri, bahkan cenderung manja.

Mendidik anak agar lebih mandiri tidak hanya bermanfaat ketika mengerjakan pekerjaannya sendiri. Kemandirian ini justru menjadi modal utama ketika mereka mulai beranjak dewasa. Anak-anak di bawah umur 10 tahun pun perlu dididik menjadi lebih mengandalkan diri sendiri. Tidak sulit sebenarnya. Namun, langkah ini membutuhkan konsistensi Anda sebagai orangtua.

Pertama, membiarkan anak belajar memilih dan menerima. Mulailah dari hal yang paling sederhana. Misalnya, memilih jenis sarapan untuk besok pagi dan memilih baju tidur atau piyama sendiri. Ini bisa diterapkan pada anak usia bawah lima tahun (balita). Jika anak tidak mendapatkan hal yang diinginkan dan rewel, ajaklah berbicara. Berikan pemahaman bahwa terkadang mereka perlu menerima sesuatu yang tidak mengenakkan.

Kedua, mendorong anak mengemukakan pendapat. Di atas usia 5 tahun, anak bisa diajak mengobrol tentang hal-hal yang terjadi di sekeliling mereka. Pancinglah anak untuk mengemukakan pendapatnya. Meskipun komentar-komentar mereka sederhana, dengarkan pendapat anak dan berikan bimbingan bila ada pendapat anak yang kurang tepat.

Ketiga, mengerjakan berbagai hal sendiri. Untuk anak-anak usia balita, makan sendiri adalah salah satu contoh kemandirian. Jika anak telah memasuki usia sekolah dasar, ajarlah anak untuk menata meja belajar dan lemari pakaiannya. Mengajarkan anak menyapu kamar sendiri atau mencuci peralatan makan meskipun ada pembantu juga patut diapresiasi. Ini artinya anak mulai menyadari perlunya sikap mandiri.

Keempat, belajar dari kesalahan. Contohnya, jika anak tetap bandel melompat-lompat di atas sofa meskipun sudah diingatkan, dan kemudian jatuh, sebaiknya jangan langsung memeluk anak dan menyalahkan sofa saat anak menangis. Ini kerap dilakukan banyak orangtua. Sebaliknya biarkan anak menangis karena jatuh. Berikan pemahaman pada anak tentang kesalahan mereka yang tetap bandel meskipun sudah diingatkan. Dengan begitu, anak pun akan belajar tentang konsekuensi dari kesalahan yang dibuat.

Kelima, berikan tanggung jawab dengan skala kecil. Misalnya, mengajarkan anak untuk memberi makan hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kelinci pada jam-jam tertentu. Ajarkan anak untuk merawat dan menyayangi hewan peliharaannya. Jika anak mulai beranjak dewasa, ajarkan kemandirian melalui pemberian uang saku. Jelaskan pada anak tentang pengelolaan uang saku, misalnya untuk jajan 50 persen, untuk disumbangkan 20 persen, dan ditabung 30 persen.

Mendidik anak menjadi lebih mandiri itu gampang-gampang susah. Penanganan untuk tiap anak, meskipun anak kembar sekalipun, tidak selalu sama. Karakter anak yang unik dan berbeda membutuhkan penanganan yang tidak sama. Cara menghadapi anak yang bersemangat tentu berbeda dengan menangani anak yang pemalu dan menutup diri.

Untuk itu, di sinilah peran Anda sebagai orangtua untuk mengenali dan memahami karakter anak. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memposisikan diri dan mengambil cara yang tepat ketika mendidik anak. Semoga tips ini bermanfaat untuk keluarga. [KUL]

noted: Yuk Dukung Anak Jadi Lebih Mandiri

Comments

comments