01. Kids with money

Belajar tentang Uang

Banyak dari kita berpikir anak hanya perlu mengenal perbedaan uang secara fisik dan nilai nominalnya. Padahal, dalam hal keuangan, paling penting justru mengelola uang itu sendiri. Janganlah berpikir, “Ah, cuma uang saku saja. Tidak perlu dipikir berat”. Namun, tahukah Anda, justru dari pengelolaan uang saku saat sekolah, anak justru belajar mengelola keuangan secara sederhana.

Uang saku anak sebenarnya tidak perlu banyak-banyak. Cukuplah untuk membeli makan siang di kantin sekolah dan transportasi (dengan catatan, anak ke sekolah naik angkutan umum). Kantin sekolah biasanya menawarkan harga makanan yang lebih terjangkau dibandingkan harga makanan di luar.

Lebih hemat lagi jika anak telah membawa bekal dari rumah. Tidak perlu lagi uang saku berlebih untuk jajan atau membeli santap siang. Tentu Anda bertanya, mengapa uang saku tidak perlu berlebihan?

Pertama, kebutuhan anak sekolah berbeda dengan orang dewasa. Jika kebutuhan alat tulis, seragam, dan buku-buku pelajaran serta ruang belajar yang mendukung tercukupi, uang saku tidak perlu berlebihan.

Kedua, dengan uang saku terbatas, anak akan lebih cermat ketika mengeluarkan uang. Manfaatnya, anak menjadi tidak boros. Dengan uang saku terbatas, anak pun akan memikirkan dan belajar memilah antara kebutuhan dan keinginan, walaupaun dalam hal yang sederhana.

Ketiga, meskipun uang saku nilainya kecil, perlahan anak akan belajar mengenal tentang nilai uang. Seringkali proses mengenalkan uang saku pada anak membutuhkan waktu. Dalam proses pemahaman itu, dampingi anak dan berikan penjelasan tentang nilai uang.

Tantangan

Ketika memberikan uang saku dalam jumlah terbatas pada anak, Anda akan menemui sejumlah tantangan. Tantangan ini bisa berupa tentangan dari anak. Berikut adalah di antaranya.

  1. Anak akan menganggap Anda sebagai orangtua yang pelit karena memberi uang saku yang terkesan sedikit. Ini wajar, apalagi jika dari segi finansial Anda tergolong mampu.
  2. Anak akan menganggap Anda tidak mengasihi anak. Ini juga bisa dan biasa terjadi. Ini terjadi karena anak belum memahami keputusan keuangan Anda. Di sinilah tugas Anda sebagai orangtua menjelaskan pada anak pentingnya belajar mengelola uang saku.
  3. Muncul perasaan bersalah dalam hati karena tidak memenuhi keinginan anak yang meminta uang saku lebih.

Meskipun banyak tantangan, yakinlah dan percaya dirilah pada keputusan Anda. Apabila ini terdengar keras dan Anda terkesan galak, ini semata-mata dilakukan untuk masa depan anak nantinya. foto: shutterstock [KUL]

noted: Belajar tentang Uang

 

Comments

comments