15

Waspada Penggunaan Henna

Henna, atau lukisan di kulit, akhir-akhir ini makin sering ditemui di tangan dan kaki para wanita. Henna juga sering mengklaim diri menggunakan tinta dari bahan yang lebih alami dan ramah bagi kulit. Namun, benarkah demikian?

Henna masuk dalam kategori tato sementara. Dapat menghilang beberapa saat setelah dilukis di kulit. Seminggu atau lebih adalah waktu paling umum henna bertahan. Sudah ribuan tahun digunakan kaum hawa untuk mempercantik diri. Bukan saja di tangan dan kaki, tapi juga untuk mewarnai rambut, kuku, sutra, dan wol.

Dulunya sering tampil dalam warna merah kecoklatan. Warna alami yang dihasilkan oleh bahan-bahannya yang natural pula. Misalnya murni dari tanam-tanaman. Namun, sekarang banyak sekali henna yang bercampur bahan-bahan kimia buatan. Tetap menghasilkan lukisan yang indah, tetapi sering meninggalkan jejak yang negatif pada kulit.

Agar senantiasa aman, pelajari lebih dalam dan tinjau ulang sebelum pemakaian.

Kandungan bahan

Untuk memastikan kandungannya aman, Anda bisa melihat di kemasan. Terkadang dari merek yang disebutkan, Anda bisa langsung melacak keamanannya lewat dunia maya. Ada banyak ulasan atau pengguna yang bisa jadi pegangan referensi sebelum memakainya.

Bahan yang alami dengan warna merah kecoklatan akan sirna dalam tempo seminggu hingga empat minggu. Sedang yang sudah tercampur kimia buatan memproduksi warna hitam. Tampilan lebih mencolok di mata dan tahan lama.

Henna alami saat ini sudah susah ditemukan, kecuali Anda bisa meraciknya sendiri. Sebagai gantinya, henna buatan pabrik lebih mudah dijumpai. Praktis, bisa dikenakan di mana saja dan kapan saja. Namun, sekalipun Anda memilih hasil industri, hindari yang mengandung para-phenylendiamine. Zat berbahaya yang memicu bisul, kulit melepuh, atau bentuk iritasi lainnya.

Pelukis

Kenali siapa pelukis tangan Anda. Tentu ini berkaitan erat di mana Anda melakukannya. Akan lebih aman bila di salon yang sudah terakreditasi baik di khalayak umum. Baik untuk tenaga pekerja maupun untuk bahan-bahan yang digunakan.

Jangan pula mudah tergiur dengan harga yang murah. Harga mahal memang belum tentu menjamin kualitas dan keamanan bagi kulit Anda. Setidaknya tempat tersebut tidak menawarkan produk yang abal-abal.

Tes alergi

Karena belum tentu cocok, lakukan tes alergi pada kulit sendiri. Anda dapat mengoleskan sedikit henna di bagian kaki, misalnya. Tunggu dua hingga tiga jam untuk melihat reaksi kulit. Bila muncul rasa gatal dan panas, sebaiknya jangan diteruskan. Tetapi bila kulit Anda baik-baik saja, Anda bisa menggunakan sesuka hati.

Dalam beberapa kasus, alergi henna baru dirasakan setelah seminggu lebih pasca pemakaian. Jadi tetap hati-hati ya.

Pikir ulang untuk ibu hamil

Bukan melarang, namun ada baiknya ibu hamil berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai henna. Kulit ibu hamil lebih sensitif, sehingga dikhawatirkan zat berbahaya akan masuk dalam aliran darah dan mengganggu kesehatan janin. Belum lagi, kebersihan alat-alat yang digunakan yang tidak terdeteksi dapat menjadi sarana penyebaran penyakit menular. Niat awal ingin mempercantik diri, tapi membawa infeksi pada bayi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments