1310

Waspada, Bahaya Dibalik Si Montok

Data terbaru New England Journal Medicine menyebutkan, Indonesia sekarang termasuk negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia! Studi lain juga menunjukkan angka obesitas pada anak jauh cepat melesat ketimbang pada orang dewasa. Bangga? Jangan, dong, justru kita harus waspada. Karena kegemukan ini akan menjadi sumber masalah.

Anak montok atau gemuk memang terlihat menggemaskan. Tapi dibalik gemuk atau obesitas tersimpan sejuta bahaya. Kelak, menginjak usia remaja, anak-anak akan rentan terkena penyakit diabetes melitus tipe 2, jantung koroner, gangguan pernapasan, hingga kanker. Anak juga menjadi tidak pede dengan bentuk tubuhnya sendiri.

Anda harus khawatir dengan kondisi ini. Setidaknya sebagai orang tua yang peduli, kita bisa menjauhkan anak dari kegemukan. Mulai dari rumah dan biasakanlah hidup sehat bersama.

Kenali Sebabnya

Gaya hidup modern menjadi peringkat pertama perangsang anak menjadi gemuk. Lebih memilih makanan cepat saji yang tinggi lemak ketimbang sayur hijau dan buah-buahan segar. Selain itu, kebiasaan duduk berlama-lama di depan gawai dan televisi juga lebih nge-trend daripada bermain di area terbuka. Jalan kaki? Kuno, lebih bergengsi kalo pakai motor atau mobil sekalipun jaraknya dekat. Maka pikirkan ulang apakah penyebab gemuk pada anak kita masih bisa dihindari.

Asupan gizi yang seimbang

Hadirkan porsi gizi seimbang setiap hari. Sebenarnya, karena masih dalam masa pertumbuhan, anak harus mendapat cukup nutrisi. Mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Yang perlu diperhatikan adalah tidak makan berlebihan. Atau makan makanan yang terlalu tinggi gula.

Umumnya, anak makan apa yang disediakan. Kalau Anda menyediakan camilan tinggi kalori seperti donat, martabak manis, dan lain-lain, setiap hari. Maka itulah yang akan mereka makan. Karena itu, pola makan Anda juga harus sehat.

Memasak makanan sendiri di rumah, lebih baik dibanding makan di luar rumah. Karena anak cenderung akan memilih makanan yang cepat saji, gurih, namun minim gizi dan tinggi lemak ketika berada di luar rumah. Usahakan meluangkan waktu untuk makan bersama sekeluarga di meja makan. Kegiatan sederhana ini bisa efektif mengontrol nafsu makan anak. Sekaligus sebagai ajang komunikasi keluarga.

Perbanyak aktivitas fisik

Luangkan waktu sebanyak mungkin untuk beraktivitas bersama dengan si kecil. Anak akan lebih tertarik berolahraga bila ada yang memberinya contoh. Mulai dari yang ringan seperti bersepeda, lari keliling kompleks rumah, atau basket di halaman depan. Mungkin di luar sedang hujan, sehingga tak bisa keluar? Ajak anak beres-beres rumah. Sambil naik turun tangga, mengepel lantai sembari menggoyangkan pinggang jadi ajang yang menyenangkan. Salam hidup sehat. [LAF]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALAEBINTARO

Comments

comments