30

Trik Agar si Kecil Tak Mengeluh Saat Puasa

Walau anak mau menjalani puasa, kadang ada saja keluhan yang ditunjukkan. Mengeluh lapar, haus, meminta segera berbuka, dan tantrum tanpa alasan yang jelas. Alihkan perhatiannya agar si kecil tak merasa sedang berpuasa.

Pada dasarnya keluhan adalah hal yang wajar. Bayangan menjalani ibadah puasa begitu tinggi, namun saat merasakan sendiri semangatnya langsung bubar. Terutama bagi anak yang pertama kali belajar tentu jadi tantangan tersendiri.

Ditambah jadwal sekolah yang libur dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, membuat puasa makin terasa. Tidak ada kegiatan pengganti untuk melupakan rasa lapar dan dahaga. Bertemu teman yang penuh canda tawa, mungkin hanya terganti tayangan iklan berisi sajian makanan dan minuman yang menggiurkan. Makin memicu keluhan keluar dari tingkah si kecil.

Orang tua harus pintar-pintar mengakalinya. Yakni menjawab dengan kegiatan-kegiatan yang tak kalah serunya. Bukan saja untuk memecah konsentrasi anak agar tidak terfokus pada beratnya menjalani puasa. Namun juga sebagai ajang mengisi agenda puasa.

Aktivitas yang tak menguras energi

Anak tentu menyukai aktivitas. Apalagi bila dilakukan bersama dengan kedua orang tua dan saudara. Anda bisa memberikan pilihan atau menyerahkan pada anak sesuai dengan seleranya. Misalnya, memerankan adegan tokoh-tokoh tertentu, mengerjakan teka-teki silang bersama, mendongeng, menonton film anak-anak di rumah, membuat prakarya, dan lain-lain.

Bila dilakukan di luar rumah, usahakan dalam suasana yang teduh serta tidak menguras keringat anak Anda. Seperti memancing dan menyiram tanaman. Bila perlu lakukan dalam durasi yang panjang supaya anak tidak berpikir terus tentang puasanya.

Tidur siang

Rata-rata rasa lapar dan dahaga makin memuncak saat tengah hari. Tidur siang bisa menjadi jalan keluarnya. Untuk sementara waktu, anak jadi terlena dan tak terus meratapi beban yang sedang ditanggungnya. Tidur siang juga menjadi upaya guna mengumpulkan energi. Sehingga saat bangun, anak lebih segar dan siap melanjutkan puasanya kembali.

Jalan-jalan sore

Jalan-jalan sore, atau istilah kerennya ngabuburit, juga dapat dilakukan. Dari yang sekadar duduk dan menikmati indahnya pemandangan di taman, hingga berkeliling seputar lingkungan perumahan. Sengaja bertandang ke area penjualan takjil juga menyenangkan. Ajang menyuntikkan cairan semangat pada anak agar tuntas puasanya.

Menyiapkan berbuka bersama  

Bila tidak ingin jalan-jalan keluar, masih ada pilihan menarik di rumah. Yaitu menyiapkan buka bersama. Anda bisa mengajak anak mengawalinya dengan memasak bersama, menyiapkan meja dan peralatan makan yang dibutuhkan. Lebih menarik lagi saat menu yang dimasak merupakan makanan favoritnya.

Mengaji dan berbagi

Orang tua juga dapat mengajak anak mengisi puasa dengan mengaji dan berbagi. Seperti terlibat pesantren kilat yang jamak dilakukan sepanjang hari, mengikuti pengajian khusus anak, sampai berbagi makanan pada sesama di sore hari.

Bukan saja membuat lupa, namun juga upaya menambah ilmu dan pahala. Mengingatkan kembali pada anak tentang pentingnya menjalani puasa dengan keikhlasan. Tanpa perlu dibumbui banyak keluhan. Karena barangkali di sana masih banyak yang belum bisa menunaikan puasa dengan sempurna. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments